Len bidik penguasaan empat teknologi strategis pertahanan
Daftar Isi
Len Bidik Penguasaan Empat Teknologi Strategis untuk Industri Pertahanan
Programamal.com – PT Len Industri (Persero) menargetkan penguasaan dan industrialisasi empat bidang utama guna memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional. Dalam arah pengembangan tersebut, Len bidik penguasaan empat teknologi strategis, yaitu semikonduktor, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), radar, serta satelit dan penginderaan jauh.
Direktur Utama PT Len Industri Joga Dharma Setiawan menyampaikan target itu saat Len Techno Day 2026 bertema Future of Defence Electronics di ITB Innovation Park, Bandung, Rabu. Agenda tersebut menjadi bagian dari refleksi perjalanan Len yang memasuki usia ke-35 tahun.
“35 tahun perjalanan Len bukan hanya tentang lamanya kami hadir, tetapi tentang bagaimana teknologi dan kemampuan rekayasa yang kami bangun dapat menjawab kebutuhan strategis Indonesia,” kata Joga.
Menurut Joga, tantangan berikutnya tidak berhenti pada pengembangan inovasi. Teknologi tersebut perlu terus dikuasai, diintegrasikan dengan kebutuhan pengguna, dan diindustrialisasikan di dalam negeri. Sebagai induk Holding BUMN Industri Pertahanan DEFEND ID, Len diarahkan untuk menjadi integrator yang mempertemukan hasil riset dengan kebutuhan industri nasional.
Empat bidang teknologi yang menjadi fokus Len
Bidang pertama adalah semikonduktor. Pengembangan mikrocip dinilai penting untuk mendukung perangkat elektronik pertahanan sekaligus kebutuhan industri otomotif. Penguasaan komponen ini diharapkan memperkuat kemampuan rekayasa nasional pada sektor yang membutuhkan teknologi elektronik berpresisi tinggi.
Pada bidang kecerdasan buatan, Len mengembangkan sejumlah kemampuan, termasuk AI agentik, AI generatif, visi komputer, dan pemrosesan bahasa alami atau natural language processing (NLP). Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung otomasi sistem sesuai kebutuhan pengembangan teknologi perusahaan.
Fokus berikutnya adalah radar. Pengembangannya mencakup radar Ground Controlled Interception (GCI), radar pertahanan udara, radar pelacak lokasi senjata atau weapon locating radar, hingga radar untuk pemantauan cuaca dan wilayah pesisir. Sementara itu, satelit dan penginderaan jauh dikembangkan antara lain melalui sistem intelijen citra untuk membantu pemantauan wilayah serta penanganan bencana.
Keempat bidang tersebut memiliki potensi penggunaan ganda, baik untuk kepentingan pertahanan maupun sipil. Karena itu, Len bidik penguasaan empat teknologi ini sebagai langkah untuk membangun kapabilitas yang lebih mandiri, dari tahap riset hingga penerapan industri.
Kolaborasi industri, riset, dan talenta teknologi
Chief Technology Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Sigit Puji Santosa menilai pengembangan teknologi strategis membutuhkan ekosistem yang menghubungkan industri, penelitian dan pengembangan, serta sumber daya manusia. Menurut dia, Len memiliki peran penting dalam membangun keterhubungan antara kebutuhan industri, R&D, dan talenta.
“Kehadiran ITB Innovation Park dapat menjadi titik temu atau melting pot antara industri dan R&D,” kata Sigit.
Ia menambahkan bahwa dalam tiga hingga empat tahun ke depan ditargetkan sedikitnya 15.000 talenta memperoleh pelatihan di bidang semikonduktor. Ketersediaan sumber daya manusia menjadi salah satu unsur penting agar pengembangan teknologi dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menghasilkan kemampuan yang siap diterapkan.
Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Tedi Bharata menekankan bahwa penguasaan teknologi strategis berkaitan dengan ketahanan nasional sekaligus penguatan ekonomi. Ia menyatakan kedaulatan teknologi perlu terus didorong agar Indonesia memiliki kapabilitas untuk berkembang sebagai negara maju.
Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Tatacipta Dirgantara juga menyoroti kontribusi perguruan tinggi. Kampus dapat mendukung melalui riset dasar, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia. Kolaborasi antara kampus, pemerintah, industri, dan mitra teknologi diperlukan agar hasil penelitian dapat bergerak menuju penerapan dan industrialisasi.
Len Techno Day 2026 diikuti sekitar 150 pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, TNI, BPI Danantara, BUMN, perguruan tinggi, peneliti, dan mitra teknologi. Pertemuan ini memperlihatkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam agenda ketika Len bidik penguasaan empat teknologi yang dinilai relevan bagi masa depan elektronika pertahanan nasional.
FAQ
Apa saja empat teknologi strategis yang menjadi fokus PT Len Industri?
Empat fokus teknologi tersebut adalah semikonduktor, kecerdasan buatan, radar, serta satelit dan penginderaan jauh.
Mengapa semikonduktor menjadi penting bagi industri pertahanan?
Semikonduktor, termasuk mikrocip, dibutuhkan untuk mendukung perangkat elektronik pertahanan dan juga memiliki penggunaan pada industri otomotif.
Bagaimana perguruan tinggi mendukung pengembangan teknologi nasional?
Perguruan tinggi dapat menyediakan riset dasar, mengembangkan inovasi, dan menyiapkan talenta. Hasil riset kemudian dapat dikembangkan bersama industri, pemerintah, dan mitra teknologi hingga siap diterapkan.