Bisnis

Kemenhub pantau dampak karhutla terhadap 16 bandara di Papua

35AC8E39-A05D-4CC9-9B2B-4ACD9E625570
Foto : Tegar Maulana - programamal.com
Daftar Isi
  1. Kabut Asap Karhutla Mengganggu Operasional 16 Bandara di Papua
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Kabut Asap Karhutla Mengganggu Operasional 16 Bandara di Papua

Programamal.com – Kementerian Perhubungan terus mengawasi pengaruh kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan terhadap layanan penerbangan di Papua. Sebanyak 16 bandar udara tercatat mengalami dampak kondisi tersebut, terutama karena jarak pandang di kawasan bandara dapat menurun dan memengaruhi kelancaran maupun keselamatan penerbangan.

Pengawasan dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I hingga Wilayah X. Langkah ini melibatkan koordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta lembaga terkait lainnya.

“Koordinasi ini dilakukan untuk memantau perkembangan situasi di masing-masing wilayah dan memastikan keselamatan serta keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa di Jakarta, Sabtu.

Sebaran Bandara yang Terdampak

Di Provinsi Papua, dampak kabut asap dirasakan di Bandar Udara Sentani. Sementara itu, Papua Tengah mencatat tiga bandara terdampak, yakni Bandar Udara Mozes Kilangin di Timika, Bandar Udara Ilaga, dan Bandar Udara Ilu.

Tiga bandara lain berada di Papua Pegunungan, meliputi Bandar Udara Wamena, Bandar Udara Oksibil, serta Bandar Udara Dekai. Wilayah Papua Selatan menjadi daerah dengan jumlah bandara terdampak terbanyak, yaitu Bandar Udara Mopah di Merauke, Tanah Merah, Kepi, Ewer, Bade, Senggo, Manggelum, Yaniruma, dan Mindiptanah.

Kondisi ini tercantum dalam catatan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X pada Kamis, 15 Oktober. Kemenhub memantau perkembangan karhutla secara berkelanjutan karena perubahan kondisi asap dapat terjadi dan memengaruhi kesiapan operasional penerbangan di berbagai wilayah.

Asap di sekitar area bandara menjadi perhatian penting karena visibilitas merupakan salah satu unsur utama dalam pengoperasian pesawat. Ketika jarak pandang memburuk, maskapai dan otoritas penerbangan dapat menyesuaikan jadwal demi menjaga prosedur keselamatan. Penyesuaian tersebut dapat berupa keterlambatan, penundaan keberangkatan, pembatalan, pengalihan pendaratan ke bandara lain, hingga pesawat kembali ke bandara asal.

Dampak Karhutla terhadap Penerbangan Nasional

Gangguan akibat karhutla tidak hanya terjadi di Papua. Data Kemenhub per 13 Oktober 2026 menunjukkan 2.021 penerbangan berjadwal domestik terdampak sejak 11 Agustus 2026. Dari angka tersebut, 919 penerbangan mengalami keterlambatan.

Selain itu, terdapat 1.067 penerbangan yang dibatalkan atau ditunda. Sebanyak 18 penerbangan dialihkan ke bandar udara lain, enam penerbangan kembali ke bandara keberangkatan atau return to base, dan 11 penerbangan dijadwalkan lebih awal.

Penerbangan internasional juga merasakan dampak kondisi asap. Sebanyak 12 penerbangan pulang-pergi pada rute Singapura–Pontianak dibatalkan dalam rentang 12 hingga 23 September 2026. Pembatalan tersebut berkaitan dengan situasi asap di Bandar Udara Supadio, Pontianak.

Dalam periode yang sama, terdapat pula 18 penerbangan domestik yang batal karena penyebab selain karhutla. Faktor-faktor tersebut mencakup sebaran abu vulkanik dari Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta kebutuhan perawatan pesawat.

Operasi Water Bombing Terus Berjalan

Pemerintah juga melanjutkan penanganan karhutla melalui operasi water bombing di wilayah rawan. Selama 20 April sampai 12 Oktober 2026, pelaksanaan operasi tersebut telah mencapai 5.035 flight cycle.

Sebanyak 38 pesawat udara dikerahkan dalam kegiatan pemadaman dari udara itu, dengan pengoperasian oleh 11 operator. Upaya tersebut menjadi bagian dari penanganan kebakaran sekaligus penting bagi pemulihan kondisi lingkungan dan aktivitas transportasi di daerah terdampak.

Bagi calon penumpang, perkembangan ini berarti informasi penerbangan perlu diperiksa lebih awal sebelum menuju bandara. Perubahan jadwal dapat terjadi sesuai evaluasi keselamatan pada waktu keberangkatan maupun kedatangan. Memantau informasi langsung melalui maskapai menjadi langkah yang relevan, disertai perhatian terhadap prakiraan cuaca dan pemberitahuan resmi di bandara.

“Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi,” ucap Lukman.

Kemenhub meminta masyarakat tetap tenang apabila terjadi perubahan jadwal sebagai dampak kabut asap. Keputusan operasional penerbangan akan tetap menempatkan keselamatan dan keamanan sebagai pertimbangan utama. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan menyampaikan perkembangan berikutnya setelah berkoordinasi dengan instansi terkait.

Frequently Asked Questions

What is Kemenhub pantau dampak karhutla terhadap 16 bandara?

Kemenhub pantau dampak karhutla terhadap 16 bandara is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemenhub pantau dampak karhutla terhadap 16 bandara matter?

Kemenhub pantau dampak karhutla terhadap 16 bandara matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tegar Maulana - programamal.com

Tegar Maulana - programamal.com

Tegar Maulana adalah penulis konten digital yang fokus pada edukasi publik terkait donasi online dan platform digital. Ia membantu menyederhanakan informasi kompleks agar mudah dipahami oleh masyarakat umum.