Wamen UMKM harap penyaluran KUR di Kalsel capai Rp5 triliun
Daftar Isi
Penyaluran KUR di Kalsel Ditargetkan Menembus Rp5 Triliun
Programamal.com – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Selatan diharapkan dapat mencapai Rp5 triliun hingga penghujung 2026. Target tersebut mengemuka dalam Kumitra Jambore 2026 yang berlangsung di halaman Mahligai Pancasila, Kota Banjarmasin, pada Minggu.
Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) RI Helvi Moraza menyampaikan bahwa realisasi penyaluran KUR di provinsi tersebut telah mencapai Rp3,8 triliun sampai Oktober 2026. Capaian itu menunjukkan masih terbuka ruang penyaluran pembiayaan bagi pelaku usaha dalam beberapa bulan terakhir tahun ini.
“Kita berharap hingga akhir tahun bisa mencapai Rp5 triliun,” ujarnya.
KUR menjadi salah satu akses pembiayaan yang penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menjaga kelangsungan usaha, menambah modal kerja, maupun mengembangkan kegiatan produktif. Dengan target penyaluran yang lebih besar, pelaku UMKM di berbagai daerah Kalimantan Selatan diharapkan dapat semakin mudah memperoleh dukungan permodalan sesuai kebutuhan usahanya.
Lebih dari 61 Ribu Debitur KUR
Hingga saat ini, jumlah penerima KUR di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 61.251 debitur. Angka tersebut memperlihatkan luasnya jangkauan program pembiayaan bagi pelaku usaha di provinsi ini.
Di Kota Banjarmasin, penerima KUR telah mencapai 7.063 debitur dengan nilai penyaluran melampaui Rp600 miliar. Helvi berharap nilai pembiayaan yang tersalurkan di ibu kota Kalimantan Selatan itu dapat terus meningkat hingga menyentuh Rp1 triliun.
“Setidaknya bisa sampai Rp1 triliun, pak Wali Kota ya nantinya,” ujarnya saat menyapa Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR.
Peningkatan akses KUR dinilai relevan bagi pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan dengan bunga lebih ringan. Dalam praktiknya, modal usaha yang tersedia dapat digunakan untuk mendukung pengadaan bahan baku, memperkuat operasional, atau menjaga arus kegiatan usaha agar tetap berjalan.
Bagi daerah, pertumbuhan pembiayaan produktif juga dapat membantu memperluas aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, pemanfaatan KUR tetap perlu diarahkan pada kebutuhan usaha yang terukur agar pembiayaan dapat benar-benar memperkuat kapasitas dan keberlanjutan pelaku UMKM.
Jumlah UMKM Kalsel Terus Bertambah
Perkembangan UMKM di Kalimantan Selatan turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Sampai akhir 2025, jumlah UMKM di provinsi ini tercatat lebih dari 518 ribu unit. Jumlah itu bertambah sekitar 8.000 UMKM dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan jumlah pelaku usaha menggambarkan tingginya peran UMKM dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Usaha berskala mikro dan kecil kerap menjadi penopang penghasilan keluarga, sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar.
Karena itu, pertambahan jumlah UMKM perlu disertai dengan dukungan yang tidak hanya berupa pembiayaan. Pelaku usaha juga memerlukan akses pasar, kemitraan, pembudayaan usaha, serta layanan yang dapat membantu mereka mengelola usaha secara lebih berkelanjutan.
Helvi menilai perhatian pemerintah terhadap UMKM semakin besar. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kementerian dan lembaga untuk mendukung keberhasilan sektor UMKM. Kebijakan bunga pinjaman UMKM yang turun dari kisaran 24–25 persen menjadi 8 persen juga disebut sebagai bagian dari keberpihakan tersebut.
“Ini bukti negara hadir untuk kemajuan UMKM,” paparnya.
Penurunan bunga pinjaman dapat memberi ruang lebih besar bagi pelaku usaha untuk mengatur biaya dan merencanakan pengembangan usaha. Meski demikian, pembiayaan yang lebih terjangkau akan memberi dampak paling baik apabila dibarengi dengan perencanaan usaha, pencatatan keuangan, serta kemampuan menjaga kualitas produk atau layanan.
Jambore Dorong Kemitraan dan Pasar
Kumitra Jambore 2026 diikuti puluhan UMKM dari Kalimantan Selatan dengan mengusung tema “bertemu, bermitra, bertumbuh”. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan bagi pelaku usaha dengan pihak-pihak yang dapat mendukung perkembangan bisnis mereka.
Melalui pertemuan semacam ini, UMKM berpeluang mengenal layanan yang tersedia, membangun relasi dengan calon mitra, dan membuka akses menuju pasar yang lebih luas. Kemitraan yang tepat dapat membantu pelaku usaha menghadapi tantangan yang sering muncul, mulai dari permodalan hingga pemasaran.
Helvi berharap kegiatan tersebut dapat memberi manfaat nyata bagi peserta agar usaha mereka dapat terus bergerak, menopang kehidupan keluarga, dan berkembang lebih jauh. Penguatan UMKM bukan hanya berkaitan dengan jumlah unit usaha yang bertambah, melainkan juga dengan kemampuan pelaku usaha untuk bertahan, bertumbuh, serta menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar.
Dengan realisasi KUR yang sudah mencapai Rp3,8 triliun hingga Oktober 2026, Kalimantan Selatan kini mengarah pada target Rp5 triliun di akhir tahun. Capaian itu akan menjadi salah satu indikator penting dalam memperluas dukungan pembiayaan bagi puluhan ribu pelaku UMKM di daerah tersebut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Wamen UMKM harap penyaluran KUR di Kalsel?
Wamen UMKM harap penyaluran KUR di Kalsel is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Wamen UMKM harap penyaluran KUR di Kalsel matter?
Wamen UMKM harap penyaluran KUR di Kalsel matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.