Laba bersih Bank Jago naik 50 persen capai Rp298 M di kuartal III 2026
Daftar Isi
Bank Jago Bukukan Laba Bersih Rp298 Miliar hingga September 2026
Programamal.com – PT Bank Jago Tbk menutup sembilan bulan pertama 2026 dengan pertumbuhan laba dan aset yang tetap terjaga. Laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) mencapai Rp298 miliar sampai kuartal III 2026, naik 50 persen dibandingkan Rp199 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pencapaian tersebut berjalan seiring dengan ekspansi aset perseroan. Nilai aset Bank Jago pada September 2026 tercatat Rp42,1 triliun, meningkat 22 persen dari posisi Rp34,5 triliun pada September 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan penguatan bisnis bank berbasis teknologi yang menggabungkan penghimpunan dana, pembiayaan, serta layanan transaksi digital.
“Fokus kami yang mengedepankan pertumbuhan berkualitas, baik pengumpulan dana maupun penyaluran kredit, berdampak positif pada pencapaian kinerja serta posisi fundamental bank yang berada dalam posisi sangat baik,” kata Direktur Utama Bank Jago Arief Harris.
Dana Nasabah dan Basis Pengguna Terus Bertambah
Hingga akhir September 2026, Bank Jago telah melayani 19 juta nasabah. Dari jumlah itu, 13,1 juta merupakan nasabah funding yang menggunakan Aplikasi Jago. Perkembangan basis pengguna menjadi salah satu penopang strategi perseroan untuk memperluas pemakaian layanan secara sehat dan berkelanjutan.
Bank digital tidak hanya dinilai dari jumlah pengguna yang terdaftar, tetapi juga dari kemampuan membangun penggunaan layanan secara konsisten. Dalam konteks ini, pertumbuhan nasabah aktif yang memakai Aplikasi Jago untuk berbagai transaksi memperlihatkan meningkatnya kepercayaan terhadap layanan perbankan digital perseroan.
Total dana pihak ketiga (DPK) per akhir September 2026 mencapai Rp28,9 triliun. Angka itu bertambah 21 persen dari Rp23,9 triliun pada akhir September 2025. Komposisi CASA atau dana murah berupa giro dan tabungan mendominasi penghimpunan dana, dengan porsi 53 persen atau senilai Rp15,4 triliun.
Sementara itu, deposito menyumbang 47 persen dari total DPK, setara Rp13,5 triliun. Dominasi CASA penting bagi bank karena mencerminkan peran simpanan transaksi dan tabungan dalam struktur pendanaan. Ketersediaan dana yang stabil juga mendukung ruang bagi bank untuk mengembangkan layanan dan penyaluran pembiayaan secara terukur.
Kredit Naik dengan Kualitas Terjaga
Dari sisi intermediasi, kredit Bank Jago tumbuh 19 persen secara tahunan menjadi Rp27,9 triliun pada September 2026. Pada periode yang sama setahun sebelumnya, penyaluran kredit berada di level Rp23,5 triliun.
Pertumbuhan kredit tersebut dibarengi upaya mempertahankan prinsip kehati-hatian. Rasio kredit bermasalah bruto atau gross non-performing loan (NPL) tercatat 0,9 persen, berada di bawah rata-rata NPL perbankan nasional. Rasio ini memberi gambaran bahwa ekspansi pembiayaan tetap memperhatikan kualitas portofolio.
Percepatan kredit dilakukan melalui kemitraan dengan ekosistem, platform digital, dan perusahaan pembiayaan, termasuk BFI Finance. Pola kolaborasi ini memungkinkan penyaluran fasilitas pembiayaan kepada nasabah melalui jalur yang telah terhubung dengan kebutuhan layanan mereka, sambil membantu menjaga pertumbuhan aset pembiayaan agar lebih cepat dan terukur.
Pendekatan tersebut juga menegaskan arah bisnis Bank Jago yang mengandalkan keterhubungan layanan. Bagi nasabah, pengalaman perbankan digital tidak semata berkaitan dengan menyimpan dana atau melakukan pembayaran, melainkan juga akses terhadap pembiayaan dan produk keuangan lain dalam ekosistem yang saling terintegrasi.
Kolaborasi Investasi dan Modal yang Kuat
Di bidang investasi, kolaborasi Bank Jago dengan ekosistem Bibit dan Stockbit telah menghubungkan lebih dari 3,6 juta nasabah untuk membeli produk seperti reksadana, obligasi, dan saham. Integrasi ini memberikan akses yang lebih mulus antara rekening perbankan dan aktivitas investasi melalui layanan digital.
Bank Jago juga memiliki rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 27,5 persen. Tingkat modal tersebut menunjukkan kapasitas permodalan yang kuat untuk mendukung inovasi, kerja sama bisnis, dan rencana pertumbuhan dalam jangka panjang.
Arief menilai keberlanjutan pertumbuhan perlu dibangun melalui fondasi bisnis yang kokoh, bukan hanya melalui pencapaian angka dalam satu periode. Dengan kualitas dana, kredit, basis nasabah, dan modal yang terus dijaga, perseroan melihat peluang untuk melanjutkan ekspansi sejalan dengan kondisi ekonomi yang membaik.
“Dengan begitu kami optimistis Bank Jago bisa bertumbuh lebih kencang seiring dengan kondisi perekonomian yang semakin optimal pada tahun mendatang,” kata Arief.
Kinerja hingga kuartal III 2026 memperlihatkan bahwa pertumbuhan Bank Jago bertumpu pada sejumlah elemen sekaligus: penambahan pengguna aplikasi, kenaikan dana pihak ketiga, ekspansi kredit, serta pengelolaan risiko yang tetap ketat. Kombinasi tersebut menjadi modal bagi perseroan untuk memperkuat posisinya dalam layanan perbankan berbasis teknologi.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Laba bersih Bank Jago naik 50 persen?
Laba bersih Bank Jago naik 50 persen is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Laba bersih Bank Jago naik 50 persen matter?
Laba bersih Bank Jago naik 50 persen matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.