Agenda Kunjungan: Sinner memulai musim tanah liat dengan tampil dominan di Monte-Carlo

Sinner Memulai Musim Tanah Liat dengan Kemenangan Kuat di Monte-Carlo

Jakarta – Jannik Sinner tampil menawan dalam babak pembuka Monte-Carlo Masters, Selasa, dengan mengalahkan Ugo Humbert dengan skor 6-3, 6-0. Kemenangan ini memberinya momentum positif, sekaligus memperkuat ambisi untuk meraih dua gelar di Monako. Setelah hanya sembilan hari dari pencapaian luar biasa sebagai petenis pertama yang mengklaim “Sunshine Double” tanpa kehilangan satu set pun, Sinner kini fokus pada permainan di lapangan tanah liat.

Pertandingan Membuka

Petenis berusia 24 tahun itu tampil tangguh sejak awal, meski Humbert sempat unggul dalam pertukaran bola di gim pembuka. Namun, Sinner cepat menemukan ritme, memanfaatkan kekuatan dan akurasi yang menjadi ciri khasnya di seluruh area lapangan. Kemenangan ini memperpanjang rekor set berturut-turutnya di level Masters 1000 menjadi 36 set, setelah sukses meraih gelar di Paris musim lalu dan Indian Wells serta Miami bulan ini.

“Itu adalah penampilan yang bagus dari pihak saya,” ungkap Sinner usai mengamankan kemenangan ke-2-1 dalam head to head melawan Humbert. “Anda harus sedikit mengubah gaya permainan, bagaimana menghadapi situasi tertentu… Turnamen pertama di lapangan tanah liat tidak pernah mudah. Saya datang ke sini dengan perasaan positif, tetapi tetap waspada.”

Sinner, yang sebelumnya dua kali mencapai semifinal di Monte-Carlo, akan menghadapi Francisco Cerundolo atau Tomas Machac di babak ketiga. Dengan gelar Masters 1000 di tanah liat sebagai target, ia diunggulkan untuk bertemu Carlos Alcaraz di final, perebutan posisi peringkat satu dunia yang saat ini berada di jalur.

Pada hari yang sama, pertandingan di lapangan Rainier III dimulai lebih awal karena Roberto Bautista Agut harus menunda laga melawan Matteo Berrettini setelah hanya 23 menit. Berrettini, mantan pemain peringkat enam dunia yang selama beberapa musim menghadapi cedera, kini menantikan laga penting melawan unggulan ketujuh Daniil Medvedev di babak kedua. Jika Berrettini gagal melaju, ia berisiko turun dari posisi 100 besar untuk pertama kalinya sejak April 2024.