Program Terbaru: Kemendukbangga: Pandawa 24 Jam percepat masyarakat akses informasi JKN

Kemendukbangga: Pandawa 24 Jam Percepat Akses Informasi JKN

Jakarta – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) melalui Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyambut positif penggunaan WhatsApp sebagai alat administrasi oleh BPJS Kesehatan, yang dikenal sebagai Pandawa 24 Jam. Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menekankan bahwa inovasi berbasis teknologi ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas SDM di tengah peluang bonus demografi.

Transformasi Digital untuk Kepuasan Masyarakat

Pandawa 24 Jam dirancang untuk mempercepat proses akses informasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat. Isyana menyampaikan bahwa layanan ini bukan hanya inovasi teknis, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam memenuhi permintaan masyarakat yang semakin dinamis dan berbasis digital.

“Ini bukan hanya bentuk inovasi layanan, tetapi juga mencerminkan komitmen kita dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, cepat, dan berbasis digital,” ujarnya saat menghadiri peluncuran layanan tersebut di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta, Rabu.

Kehadiran Pandawa 24 Jam menjadi solusi konkret dalam mengatasi hambatan akses layanan kesehatan yang sering dialami masyarakat. Inovasi ini membuka kemudahan dalam mengakses informasi secara cepat, mudah, dan tanpa batasan waktu, serta meningkatkan kualitas layanan administratif JKN.

Kesehatan sebagai Fondasi Pembangunan

Isyana menambahkan bahwa akses layanan kesehatan yang responsif sangat vital dalam perspektif kependudukan. Ia mengatakan bahwa layanan tersebut menjadi fondasi dalam membangun SDM berkualitas, sesuai dengan Astacita keempat Presiden Prabowo Subianto.

“Dalam perspektif kependudukan, akses terhadap layanan kesehatan yang mudah dan responsif merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas SDM,” ujarnya.

Transformasi digital seperti Pandawa juga berperan dalam memperkuat ketahanan kependudukan (demographic resilience). Layanan ini tidak hanya mempermudah proses administrasi, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan kesenjangan akses serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem JKN.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito (a.k.a. Pujo) menjelaskan bahwa Pandawa 24 Jam dikembangkan dengan pendekatan berpusat pada kebutuhan pengguna. Program ini menggabungkan kolaborasi lintas sektor untuk memperluas jangkauan layanan terintegrasi.

“Secara paralel, program kolaboratif juga dijalankan untuk memperluas jangkauan layanan terintegrasi, sehingga melibatkan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam implementasinya,” ujarnya.