Key Discussion: Susi Pudjiastuti jadi komut dan Ayi Subarna menjabat Dirut BJB

Susi Pudjiastuti Menjadi Komisaris Utama, Ayi Subarna Jadi Dirut BJB

Key Discussion – Di Bandung, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) menciptakan kejutan besar dengan mengumumkan penunjukan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama (komut) Independen baru. Selain itu, keputusan strategis lainnya menetapkan Ayi Subarna sebagai Direktur Utama (Dirut). Pemegang saham menyetujui perubahan struktur kepemimpinan ini dalam rapat yang digelar di Gedung Pakuan, Selasa. Penunjukan Susi sebagai komut diiringi dengan perekrutan Eydu Oktain Panjaitan, Kepala BPK Jawa Barat, sebagai Komisaris Independen BJB. Selain itu, jajaran direksi baru juga ditentukan, di mana Ayi Subarna diangkat menggantikan mendiang Yusuf Saadudin, yang meninggal pada November 2025 lalu.

Komentar dari Gubernur Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa struktur kepemimpinan BJB yang baru telah disusun secara strategis. Sebagai pemegang saham terbesar, dirinya memberikan mandat untuk memastikan sektor keuangan diurus oleh figur yang memiliki integritas tinggi. “Saya percaya Susi Pudjiastuti memiliki integritas luar biasa, dan dengan postur kepemimpinan ini, kami berharap BJB bisa menjadi bank yang lebih kredibel, tidak hanya berdiri sebagai institusi pemerintah daerah tetapi juga diminati oleh masyarakat luas di Indonesia,” ujarnya di Gedung Pakuan. Dedi juga menyebut Susi sebagai “Ratu Laut Kidul” dan menjelaskan bahwa meski mantan menteri tersebut awalnya menolak bergabung dengan BJB, dirinya berhasil meyakinkan Susi untuk terlibat dalam kepemimpinan bank tersebut.

“Ya walaupun memang Ratu Laut Kidul itu ganas, tapi ganasnya di laut. Kalau di hutan, ia pasti takluk sama Prabu Siliwangi,” kata Dedi.

Dedi menambahkan bahwa keputusan perekrutan komisaris dan direksi baru didasarkan pada kebutuhan perbaikan tata kelola perusahaan. Menurutnya, seluruh figur yang ditunjuk memiliki kualifikasi yang memenuhi standar, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diyakini akan memberikan hasil positif setelah melakukan uji kelayakan. “Kita sudah mempersiapkan fit and proper test yang akan dilalui dengan baik oleh semua kandidat yang diperkenalkan,” jelasnya.

Pemilihan Direksi dari Internal

Terlepas dari penunjukan Susi Pudjiastuti, Dedi menyatakan bahwa sebagian besar jajaran direksi baru dipilih dari kalangan internal. “Mereka orang-orang yang saya anggap baik, dan saya mendorong mereka untuk berkembang dengan baik dalam mengelola bank,” ujarnya. Pemilihan direksi internal, menurut Dedi, bertujuan menjaga konsistensi dalam pengelolaan institusi keuangan. Ia juga mengatakan bahwa pengalaman dari luar bisa memberikan keuntungan, tetapi juga berisiko mengganggu stabilitas internal jika tidak diatur dengan tepat.

Dalam RUPST, selain Ayi Subarna, beberapa posisi direksi lainnya juga diisi oleh tokoh-tokoh baru. Pemegang saham menyetujui pengangkatan Asep Dani Fadillah sebagai Direktur Kepatuhan, Herfinia sebagai Direktur Operasional, serta Muhammad As’adi Budiman yang sekarang menjabat sebagai Direktur Teknologi Informasi. Ayi Subarna, yang sebelumnya menangani bidang operasional dan teknologi informasi, resmi memimpin BJB sebagai Dirut. Penetapan ini menandai penggantian kepengurusan setelah sebelumnya ada kegagalan dalam perekrutan beberapa nama selebritas, seperti Mardigu Wowiek Prasantyo dan Helmy Yahya, yang sempat diangkat pada RUPSLB April 2025 lalu.

Susi Pudjiastuti: Pemimpin yang Berbeda

Susi Pudjiastuti sendiri mengatakan bahwa meski ia belum memiliki pengalaman langsung di sektor perbankan, ia yakin latar belakangnya sebagai pengusaha bisa memberikan kontribusi signifikan. “Meski belum berkecimpung dalam dunia perbankan, saya percaya pengalaman manajerial dan keahlian dalam mengelola keuangan akan menjadi nilai tambah bagi BJB,” tutur Susi. Ia mengakui bahwa posisi Komisaris Utama membutuhkan adaptasi, tetapi yakin bisa menyesuaikan diri dengan baik.

Pengaruh Perubahan Struktur

Dedi Mulyadi menekankan bahwa penyegaran organisasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat keberlanjutan BJB. “Kepemimpinan baru ini menandai babak baru, di mana kita ingin fokus pada perbaikan berkelanjutan, bukan hanya meraih capaian masa lalu,” ujarnya. Menurut Dedi, kombinasi komisaris dan direksi baru akan menciptakan sinergi yang luar biasa. “Kolaborasi antara figur luar dan internal bisa menjadi tantangan untuk memberikan hasil terbaik bagi semua pihak yang terlibat,” tambahnya.

Di sisi lain, Ayi Subarna, yang diangkat sebagai Dirut BJB, mengungkapkan harapan bahwa kepengurusan baru akan mendorong transformasi menuju arah yang lebih baik. “Kami ingin perbaikan yang terus-menerus, dan kepengurusan ini adalah momentum untuk mencapai tujuan tersebut,” katanya. Susi Pudjiastuti, sebagai komut, juga menyatakan bahwa ia berkomitmen untuk melibatkan pengalaman di bidang pemerintahan dan bisnis dalam meningkatkan kinerja BJB. “Dengan keahlian yang saya miliki, saya yakin bisa membawa perubahan yang positif,” ujar Susi.

Perspektif Internal dan Eksternal

Dedi menjelaskan bahwa keputusan untuk menyetujui penyegaran kepemimpinan tersebut juga mempertimbangkan dinamika internal. “Mereka yang berasal dari dalam memiliki pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan tantangan BJB,” ujarnya. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemimpin luar dan internal akan menciptakan keseimbangan yang optimal. “Kami ingin tata kelola menjadi lebih efektif, dan kolaborasi ini menjadi dasar untuk mencapai hal itu,” tambah Dedi.

Sementara itu, Susi Pudjiastuti berharap perannya sebagai Komisaris Utama akan memberikan dampak yang signifikan. “Saya ingin berkontribusi dalam mengembangkan BJB menjadi lembaga keuangan yang lebih modern dan berdaya saing,” katanya. Ia juga mengakui bahwa tantangan utama adalah mengubah perspektif dari seorang menteri menjadi pemimpin bank. “Tapi dengan kepercayaan dari pemegang saham dan pengalaman dalam manajemen, saya yakin bisa melakukannya,” ujarnya.

Langkah Strategis untuk Kebangkitan BJB

Perombakan struktur ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi BJB di pasar keuangan nasional. Dedi Mulyadi menuturkan bahwa keberhasilan sebelumnya menunj