Latest Program: Airlangga: Anggaran Rp4 T untuk perbaikan 1.800 lintasan KA dari APBN

Perbaikan 1.800 Lintasan KA Dibiayai dari APBN

Latest Program – Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa anggaran sebesar Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api (KA) berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pernyataan ini diucapkan saat ia ditemui di kantornya, Jakarta, pada Selasa. Menurut Airlangga, alokasi dana tersebut adalah bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi, khususnya di sektor perkeretaapian.

“Ya, anggaran selalu berasal dari APBN,” kata Airlangga saat menjelaskan rencana perbaikan perlintasan KA.

Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan bahwa program peningkatan keselamatan di perlintasan kereta api merupakan salah satu prioritas dalam program kerja pemerintah tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa langkah ini penting karena perlintasan sebidang yang tidak terawat dapat menjadi sumber kecelakaan serius bagi pengguna jalan raya dan penumpang KA. Menurut Dony, anggaran yang digunakan untuk proyek ini didapat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang bertanggung jawab langsung atas pengelolaan sarana dan prasarana perkeretaapian.

Menko Airlangga juga memastikan bahwa dana tersebut tidak hanya digunakan untuk perbaikan fisik, tetapi juga mencakup pengembangan sistem pengawasan di area perlintasan. Ia menyebutkan bahwa perbaikan ini bertujuan mengurangi risiko tabrakan antara kendaraan bermotor dan kereta api, yang selama ini sering terjadi di daerah rawan. “Kita perlu memastikan bahwa semua perlintasan memiliki penjagaan yang memadai, agar masyarakat tidak terluka atau kehilangan nyawa,” tuturnya.

Langkah Penting demi Keselamatan Transportasi

Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya telah menyetujui alokasi dana Rp4 triliun untuk proyek perbaikan 1.800 titik perlintasan KA di Pulau Jawa. Ia menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena kawasan perlintasan tersebut merupakan warisan infrastruktur dari masa kolonial Belanda, yang selama puluhan tahun tidak mendapat perhatian serius.

“Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 T ya, Rp4 triliun. Demi keselamatan,” ujar Prabowo saat meninjau korban kecelakaan kereta api di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa.

Menurut Prabowo, banyak lintasan KA yang saat ini tidak memiliki pengawasan atau penjagaan, sehingga rawan terjadi kecelakaan. Ia menekankan bahwa keselamatan penumpang dan pengguna jalan raya harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan transportasi. “Kereta api adalah salah satu moda transportasi massal yang sangat vital, jadi harus kita jaga agar tidak mengalami gangguan,” tambahnya.

Dalam menjelaskan latar belakang, Prabowo menyebutkan bahwa perlintasan sebidang yang sudah ada sejak era kolonial mengalami kerusakan berat akibat usia yang memudarkan fungsi dan keandalannya. “Perlintasan tersebut sudah puluhan tahun tidak diperbaiki secara menyeluruh, sehingga butuh dana besar untuk mengembalikannya ke kondisi prima,” katanya. Ia menambahkan bahwa anggaran ini akan digunakan untuk membangun pos jaga di sejumlah titik dan menambahkan jembatan layang (flyover) di daerah yang paling kritis.

Progres di Kota Bekasi: Flyover sebagai Solusi Darurat

Dalam upaya mempercepat penyelesaian masalah, Presiden menyetujui pembangunan flyover di Kota Bekasi melalui skema bantuan presiden. Hal ini dilakukan karena kondisi lalu lintas di wilayah tersebut sangat padat, dengan banyak titik perlintasan KA yang menjadi penghalang utama. Pemerintah Daerah Bekasi sebelumnya telah mengajukan proposal pembangunan flyover sepanjang ribuan meter untuk mengurangi risiko tabrakan dan meningkatkan alur lalu lintas.

Menurut Dony Oskaria, proyek ini tidak hanya memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga menciptakan sistem yang lebih efisien dan aman. Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen untuk memberikan dukungan dana dalam skala besar, terutama di daerah-daerah yang sangat rentan terjadi kecelakaan. “Kemenhub adalah yang bertanggung jawab, tapi kita juga kerja sama dengan pemerintah daerah agar proyek ini bisa terealisasi secara maksimal,” katanya.

Strategi Perbaikan: Dua Skema untuk Satu Tujuan

Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk menerapkan dua skema penanganan, yaitu pembangunan pos jaga dan pembuatan flyover. Ia menyebutkan bahwa langkah ini bertujuan mengurangi konflik antara kereta api dan kendaraan bermotor, terutama di area yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi.

“Saya akan perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya lintasan tersebut, apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover ya nanti pelaksanaannya kita tunjuk,” ujarnya.

Dony menambahkan bahwa skema flyover di Bekasi merupakan bagian dari rencana jangka pendek untuk menyelesaikan masalah darurat. Ia menyatakan bahwa pembangunan ini akan dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada titik-titik perlintasan yang paling sering menimbulkan kecelakaan. “Flyover bisa mengurangi konflik lalu lintas secara signifikan, sementara pos jaga lebih untuk mengawasi aktivitas di sekitar perlintasan,” jelasnya.

Menko Airlangga juga menyoroti bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan raya. Ia menekankan bahwa penggunaan dana dari APBN tidak hanya untuk proyek fisik, tetapi juga untuk pengawasan jangka panjang. “Kita perlu memastikan bahwa perbaikan ini bisa bertahan lama, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi saat melintas di perlintasan KA,” ujarnya.

Pentingnya Kereta Api sebagai Moda Transportasi Massal

Prabowo menegaskan bahwa anggaran Rp4 triliun harus segera dikeluarkan, mengingat peran kereta api dalam mengangkut miliaran penumpang setiap hari. Ia menyebutkan bahwa kereta api merupakan salah satu alat transportasi yang paling efisien dan ekonomis, terutama di daerah urban yang padat penduduk. “Dengan mengurangi risiko kecelakaan, kita bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi ini,” tambah Prabowo.

Dony Oskaria menambahkan bahwa proyek perbaikan perlintasan KA juga akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi. Ia menjelaskan bahwa ketersediaan perlintasan yang aman akan meningkatkan kapasitas transportasi, sehingga bisa mendukung pertumbuhan perekonomian. “Ini bukan hanya tentang keselamatan, tapi juga tentang efisiensi dan kenyamanan pengguna jalan,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan berencana menyelesaikan proyek ini dalam beberapa tahun ke depan, dengan fokus pada wilayah-wilayah yang paling kritis. Dony menyebutkan bahwa pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan daerah untuk memastikan anggaran terdistribusi secara adil dan tepat sasaran. “Kami juga bekerja sama dengan BP BUMN untuk memastikan pelaksanaan proyek ini berjalan lancar,” katanya.

Tantangan dan Harapan

Sejumlah tantangan terkait proyek ini mencakup keterbatasan waktu dan koordinasi antar instansi. Menko Airlangga menyebutkan bahwa perbaikan perlintasan KA membutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. “Karena itu, kita harus memiliki rencana yang jelas dan sistem pengawasan yang ketat,” ujarnya.

Prabowo berharap proyek ini bisa memberikan dampak positif dalam jangka pendek, yaitu mengurangi kecelakaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan transportasi. Ia juga mengatakan bahwa keberhasilan proyek ini akan menjadi langkah awal dalam menyelesaikan masalah infrastruktur yang masih memprihatinkan. “Kita perlu memperbaiki sistem transportasi secara menyeluruh, agar bisa mendukung pertumbuhan ekonomi