Ketahui penularan utama virus hanta dari tikus ke manusia

Ketahui Penularan Utama Virus Hanta dari Tikus ke Manusia

Ketahui penularan utama virus hanta – Dari Jakarta, seorang epidemiolog asal Griffith University Australia, Dicky Budiman, memberikan penjelasan mengenai cara virus Hanta menyebar ke manusia. Menurutnya, virus ini dapat menjangkiti manusia melalui beberapa jalur, terutama melalui inhalasi aerosol yang berasal dari debu urin tikus yang mengering. Selain itu, kontak langsung dengan feses atau air liur tikus yang terinfeksi juga menjadi salah satu cara penularan utama. “Hanta virus pulmonary syndrom ini adalah penyakit zoonosis dari keluarga virus hantavirus. Cara penularan utamanya itu inhalasi aerosol, jadi terhirup dari debu urin yang mengering, feses tikus ataupun air liur tikus yang sakit itu,” kata Dicky melalui pesan suara yang diterima ANTARA, Rabu.

Potensi Strain Virus Andes

Dicky menyebutkan bahwa virus Hanta bisa menular pada manusia setelah seseorang terpapar urin atau kotoran tikus di permukaan. Namun, penyebaran ini tidak terjadi begitu saja, melainkan memerlukan strain tertentu, seperti virus Andes, yang mampu menyerang manusia secara terbatas. Ia menegaskan bahwa virus Andes memiliki kemampuan khusus untuk menyebabkan penyakit sindrom paru, yang memicu gejala serius. “Strain virus Andes bisa secara terbatas menular pada manusia ketika terjadi kontak silang,” lanjutnya.

“Hanta virus pulmonary syndrom ini adalah penyakit zoonosis dari keluarga virus hantavirus. Cara penularan utamanya itu inhalasi aerosol, jadi terhirup dari debu urin yang mengering, feses tikus ataupun air liur tikus yang sakit itu,”

Dicky juga menjelaskan bahwa keberadaan virus Hanta dalam lingkungan tinggi risiko, seperti ruangan tertutup dengan ventilasi terbatas atau lingkungan kapal laut, meningkatkan potensi penularan. Faktor seperti kelembapan dan kotoran yang menumpuk di area tersebut bisa menjadi media bagi virus untuk bertahan dan menyebar. “Dalam kondisi lingkungan yang menyebabkan penumpukan debu, risiko menghirup partikel virus menjadi lebih tinggi,” tambahnya.

Proses Penyakit Hanta

Menurut Dicky, setelah terpapar virus Hanta, seseorang akan mengalami fase klinis awal yang menunjukkan gejala seperti demam, nyeri otot, dan kelelahan. Fase ini bisa berlangsung dalam beberapa hari hingga minggu, tergantung pada kekuatan sistem imun penderitanya. Jika tidak diatasi secara tepat, penyakit bisa berkembang ke fase kritis yang menimbulkan kerusakan pembuluh darah paru. “Pada fase berat, terjadi kebocoran cairan yang menyebabkan edema dan gagal napas akut,” kata Dicky.

“Biasanya kematian bisa sampai 40 persen dengan mekanisme utama adanya vascular leakage syndrome, sehingga paru terisi cairan dan ini terjadi hipoksia berat,”

Diagnosis dini sangat penting untuk mencegah komplikasi berat. Dicky mengingatkan bahwa virus ini bisa mengancam nyawa dalam waktu singkat, terutama jika pasien tidak mendapatkan penanganan yang cepat. “Perburukan kondisi menuju fase berat bisa terjadi dalam hitungan hari, sehingga penanganan dan deteksi dini diperlukan,” jelasnya. Faktor ketahanan hidup jika terjangkit virus Hanta tergantung pada kecepatan diagnosis, karena keterlambatan bisa memicu kegagalan pernapasan atau bahkan kematian.

Terapi Suportif dan Pandemi Global

Sampai saat ini, belum ada terapi antivirus yang spesifik untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh virus Hanta. Namun, pengobatan suportif tetap bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi pasien. Terapi ini melibatkan pemberian oksigen melalui ventilator dan pengelolaan cairan yang ketat. “Dalam kasus yang parah, pasien membutuhkan bantuan pernapasan dan pengontrolan cairan agar tubuh tidak mengalami kelebihan beban,” kata Dicky.

Virus Hanta memang memiliki potensi untuk menyebar ke manusia, tetapi ia menegaskan bahwa penularan antar manusia sangat langka. “Virus ini tidak menyebar melalui udara secara langsung, sehingga pandemi global kemungkinan besar tidak terjadi,” tambahnya. Meski demikian, Dicky memperingatkan bahwa lingkungan yang sering dihuni tikus, seperti rumah, gudang, atau daerah pertanian, tetap menjadi tempat penyebaran utama. Ia menyarankan langkah-langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan kotoran tikus, dan menggunakan alat pelindung saat membersihkan area yang terkontaminasi.

Penularan virus Hanta juga bisa terjadi melalui makanan atau minuman yang tercemar oleh kotoran tikus. Misalnya, makanan yang disimpan di tempat terbuka atau tidak terlindung bisa menjadi media penyebaran jika tikus terlibat dalam proses kontaminasi. Dicky mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran akan bahaya virus ini, terutama di daerah dengan tingkat kelembapan tinggi, karena kondisi tersebut meningkatkan kelangsungan hidup virus dalam lingkungan.

Pencegahan yang efektif melibatkan pengendalian populasi tikus dengan cara menempatkan perangkap atau menghalangi akses mereka ke rumah tangga. Selain itu, pembersihan rutin area yang rawan keberadaan tikus dan penggunaan sarung tangan serta masker saat berinteraksi dengan debu atau kotoran yang mungkin mengandung virus juga penting. “Di lingkungan kapal laut, perlu diperhatikan kebersihan lantai dan sudut-sudut yang sering dihuni tikus,” lanjut Dicky.

Menurut Dicky, penularan virus Hanta tidak terjadi melalui kontak langsung antar manusia, melainkan melalui interaksi dengan tikus atau partikel dari ekskresen mereka. Faktor seperti kelembapan, suhu, dan kepadatan populasi tikus memengaruhi tingkat risiko penyebaran. “Jika masyarakat tidak mewaspadai keberadaan tikus di sekitar tempat tinggal, risiko tertular virus ini bisa meningkat,” pungkasnya.

Virus Hanta tetap menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia, terutama bagi mereka yang hidup di daerah dengan populasi tikus yang tinggi. Dicky menekankan bahwa kecepatan deteksi dan respons medis menjadi kunci dalam menekan tingkat kematian. “Dengan pengobatan dini, kondisi pasien bisa dikelola sebelum mencapai fase kritis,” katanya. Dengan meningkatkan kesadaran dan tindakan pencegahan, virus ini bisa dikendalikan sebelum menyebar secara masif ke masyarakat luas.