BKK Jambi siagakan ambulans-kursi roda untuk jamaah calon haji lansia

BKK Jambi Siapkan Ambulans dan Kursi Roda untuk Dukung Jamaah Calon Haji Lansia

BKK Jambi siagakan ambulans kursi roda – Kota Jambi, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi kembali mengambil langkah proaktif dalam menyambut penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Kali ini, instansi tersebut mengantisipasi kebutuhan khusus jamaah calon haji (JCH) lanjut usia (lansia) dengan menyediakan peralatan transportasi dan medis yang lebih lengkap. Langkah ini sejalan dengan prioritas pemerintah dalam memastikan kenyamanan serta keselamatan selama proses embarkasi, terutama bagi calon jamaah yang membutuhkan perhatian ekstra dalam aspek mobilitas dan kesehatan.

Fasilitas Khusus untuk Kelompok Lansia

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKK Kelas II Jambi, Dewi Juli Arta, mengatakan bahwa dua unit ambulans dan sekitar enam kursi roda telah disiapkan untuk memudahkan perjalanan jamaah lansia. Fasilitas tersebut, menurutnya, dibutuhkan karena mayoritas calon haji dari Jambi berusia tua, sehingga rentan mengalami kesulitan fisik saat memasuki proses keberangkatan. “Kami memastikan seluruh fasilitas dapat digunakan secara optimal untuk mendukung kenyamanan jamaah calon haji,” tambah Dewi.

Kami mengantisipasi kondisi darurat dan kebutuhan medis tertentu, sehingga pelayanan dapat berjalan cepat dan tepat. Ambulans disiagakan khusus pada hari pemberangkatan untuk mengangkut jamaah yang membutuhkan bantuan khusus, terutama saat menuju bus di Asrama Haji,” jelas Dewi Juli Arta.

Menurut Dewi, kehadiran ambulans dan kursi roda tidak hanya mempercepat respons darurat, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman jamaah lansia. “Ini untuk memastikan mereka tidak mengalami hambatan saat melakukan perjalanan, baik dari segi fisik maupun psikologis,” ujarnya. BKK Jambi juga bekerja sama dengan maskapai penerbangan untuk menyediakan layanan tambahan, seperti penambahan jumlah kursi khusus atau peningkatan jumlah petugas yang siap membantu.

Proses Kebangkitan yang Lebih Humanis

Dalam rangka menyelenggarakan haji yang lebih ramah, BKK Jambi menyesuaikan langkahnya dengan tema tahun ini, yaitu “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan.” Tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan yang lebih inklusif, terutama bagi kelompok rentan. “Tujuan utama adalah memastikan setiap jamaah, terlebih lansia, dapat berangkat tanpa rasa khawatir,” tutur Dewi.

Kami berharap proses keberangkatan tahun 2026 bisa berjalan aman dan tenang. Ini tidak hanya untuk memudahkan perjalanan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap usia dan pengalaman jamaah yang telah lama menunggu kesempatan untuk beribadah,” kata Dewi Juli Arta.

Menurut Dewi, fasilitas ambulans dan kursi roda menjadi bagian dari upaya menyelaraskan visi pemerintah dalam menghadirkan haji yang lebih nyaman. Ia menjelaskan bahwa selama proses embarkasi, jamaah lansia sering kali mengalami hambatan, baik karena usia yang terbatas maupun kondisi kesehatan yang rentan. “Dengan adanya ambulans, kami bisa segera memberikan pertolongan darurat jika diperlukan,” imbuhnya.

Prioritas Pemangku Kebijakan

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenhaj Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, mengungkapkan bahwa pelayanan untuk jamaah lansia menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan haji 2026. “Tema Ramah Lansia ini diusung sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka selama bertahun-tahun dalam menjalankan ibadah haji,” ujarnya. Wahyudi menambahkan bahwa BKK Jambi telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pihak penerbangan, untuk memastikan semua kebutuhan jamaah lansia terpenuhi.

Melalui penyiapan fasilitas ini, kami ingin menciptakan pengalaman berhaji yang lebih lengkap dan manusiawi. Selain ambulans dan kursi roda, beberapa langkah tambahan juga diambil, seperti penyediaan obat-obatan, pemeriksaan kesehatan intensif, dan pelatihan staf untuk menangani kondisi khusus jamaah lanjut usia,” kata Wahyudi Abdul Wahab.

Dewi menjelaskan bahwa kesiapan fasilitas tersebut tidak hanya fokus pada keberangkatan dari Jambi, tetapi juga memperhatikan proses penerbangan haji secara keseluruhan. “Kami memastikan semua peralatan kesehatan dan transportasi siap digunakan, baik saat keberangkatan maupun selama perjalanan di luar negeri,” katanya. Langkah ini diharapkan bisa memberikan rasa nyaman dan kepercayaan kepada jamaah calon haji, terutama mereka yang berusia di atas 60 tahun.

Dalam tahun 2026, jumlah jamaah lansia dari Jambi diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. “Ini karena lebih banyak warga lansia yang memenuhi syarat untuk menjadi calon haji,” tutur Dewi. Untuk menghadapi peningkatan jumlah jamaah, BKK Jambi juga melakukan simulasi dan evaluasi berkala, memastikan semua fasilitas dalam kondisi siap pakai. “Simulasi ini dilakukan untuk mengidentifikasi titik lemah dan mengatasi masalah sebelum hari H,” jelasnya.

Kesiapan Penuh untuk Seluruh Jamaah

Wahyudi menegaskan bahwa kesiapan pihaknya tidak terbatas pada fasilitas fisik, tetapi juga mencakup aspek sosial dan psikologis. “Kami memberikan bimbingan teknis kepada jamaah lansia sebelum keberangkatan, termasuk pemaparan tentang protokol kesehatan di tanah suci,” katanya. Ini menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko penyakit atau kelelahan selama perjalanan.

Salah satu hal yang menonjol dalam penyelenggaraan haji tahun ini adalah perhatian khusus terhadap jamaah yang memiliki keterbatasan fisik. Kami juga mengupayakan kerja sama dengan rumah sakit dan pusat kesehatan di Jambi untuk menjamin ketersediaan layanan medis tambahan jika dibutuhkan,” ujar Wahyudi Abdul Wahab.

Kesiapan BKK Jambi dianggap sebagai bagian dari sistem keseluruhan yang menjamin keberhasilan haji 2026. Dengan fasilitas ambulans dan kursi