Media sebut sistem rudal Typhon AS akan ditempatkan kembali di Jepang
Media Lokal Melaporkan Sistem Rudal Typhon AS Akan Kembali Ditempatkan di Jepang
Media sebut sistem rudal Typhon AS akan – Tokyo, 20 Mei 2024 – Berdasarkan laporan media lokal, militer Amerika Serikat rencananya akan menempatkan peluncur rudal jarak menengah Typhon serta Sistem Rudal Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) kembali di Jepang barat daya pada akhir bulan ini. Tujuan penggunaan peralatan tersebut adalah untuk mendukung latihan gabungan yang berlangsung antara bulan Juni hingga September mendatang. Latihan yang bernama Valiant Shield dan Orient Shield ini dijadwalkan akan melibatkan pasukan Jepang dalam operasi pertahanan bersama dengan sistem rudal milik AS.
Penempatan kembali Typhon terjadi setelah penggunaan sistem tersebut di lokasi sebelumnya menyebabkan protes besar dari masyarakat setempat. Pada tahun lalu, Typhon pertama kali ditempatkan di Prefektur Yamaguchi, Jepang barat, sebagai bagian dari latihan besar yang terjadi pada bulan September. Namun, keberadaan sistem ini di sana memicu kekhawatiran warga yang merasa lingkungan mereka terganggu. Awalnya, sistem rudal hanya dijadwalkan untuk digunakan dalam waktu singkat, tetapi akhirnya dipertahankan lebih lama, sehingga menimbulkan ketidakpuasan.
Latihan Gabungan yang Menjadi Fokus Pemindahan
Sistem Typhon dan HIMARS akan ditempatkan di Pangkalan Udara Kanoya, yang merupakan bagian dari Pasukan Bela Diri Maritim Jepang, di Prefektur Kagoshima. Pemindahan ini dilakukan setelah latihan gabungan yang dijadwalkan selesai pada akhir September. Menurut Kyodo News, yang melaporkan kabar ini pada Rabu (20/5), penempatan kembali sistem tersebut dianggap sebagai langkah untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Jepang.
“Latihan Valiant Shield dan Orient Shield ini akan menjadi kesempatan penting untuk menguji kemampuan pasukan Jepang dalam menghadapi ancaman rudal, terutama di wilayah barat daya Jepang,” kata sumber yang dikutip oleh Kyodo News.
Peralatan Typhon yang kini dipindahkan ke Kagoshima akan ditempatkan sebagai bagian dari operasi latihan yang bertujuan memperkuat kerja sama antara Angkatan Udara AS dan militer Jepang. Selama latihan, sistem rudal akan beroperasi secara berkala untuk simulasi pertahanan dan serangan. Setelah kegiatan berakhir, Typhon dan HIMARS akan dibawa ke pangkalan militer AS yang berada di Jepang untuk disimpan. Rencana ini didukung oleh sejumlah pihak yang memandang pentingnya meningkatkan kemampuan pertahanan negara.
Protes dari Masyarakat Setempat
Dalam penempatan sebelumnya di Yamaguchi, masyarakat setempat mengajukan keberatan terhadap penggunaan sistem rudal Typhon. Sebuah kelompok sipil lokal menyatakan bahwa penempatan tersebut menyebabkan ketidaknyamanan, terutama karena keberadaan rudal yang terus-menerus di lokasi tersebut tanpa adanya jadwal penarikan yang jelas. Kelompok ini menuntut agar sistem Typhon segera ditarik setelah masa latihan selesai.
“Kita khawatir penempatan sistem rudal ini akan menjadi rutinitas, sehingga memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan warga sekitar,” ujar perwakilan kelompok tersebut, seperti yang diungkapkan dalam laporan terbaru.
Selain itu, masyarakat juga mengkhawatirkan dampak lingkungan dari penggunaan rudal yang melibatkan peluncuran dan pemanduan. Keberadaan Typhon di Yamaguchi selama lebih dari tiga bulan, meskipun hanya untuk latihan, dianggap sebagai penyebab utama ketegangan. Akhirnya, setelah upaya negosiasi dan desakan dari warga, sistem rudal ditarik pada November 2023. Namun, kini pihak militer AS berencana menempatkan sistem tersebut kembali, dengan rencana yang lebih matang untuk mengurangi konflik.
Kemungkinan Perluasan Penempatan Rudal di Jepang
Penempatan kembali Typhon dan HIMARS di Kagoshima dinilai sebagai bagian dari upaya untuk memperluas kemampuan pertahanan Jepang di wilayah yang rentan terhadap ancaman rudal. Prefektur Kagoshima, yang berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik, dianggap sebagai lokasi strategis untuk simulasi pertahanan. Latihan gabungan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesiapan pasukan Jepang dalam menghadapi skenario serangan dari luar.
Dalam laporan lebih lanjut, disebutkan bahwa Typhon dan HIMARS akan dipasang di berbagai titik strategis di Jepang barat daya selama periode latihan. Sistem Typhon, yang memiliki jarak tembak hingga ratusan kilometer, akan digunakan untuk menargetkan ancaman udara, sementara HIMARS, yang merupakan rudal artileri portabel, akan berfungsi sebagai alat serangan cepat. Pemindahan sistem ini juga dianggap sebagai langkah untuk memperkuat koordinasi antara pasukan udara AS dan Jepang dalam situasi darurat.
Menurut sumber yang mengetahui detail, penempatan sistem rudal di Kagoshima akan dilakukan secara terbatas, hanya selama durasi latihan. Namun, keputusan ini tetap memicu perdebatan di kalangan publik. Sebagian warga menganggap bahwa penempatan sistem Typhon merupakan bagian dari persiapan militer Jepang menjadi negara yang lebih mandiri dalam pertahanan, sementara sebagian lain menilai bahwa ini mengancam keamanan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Kebijakan penempatan rudal ini juga menjadi fokus perhatian pemerintah Jepang. Menteri Pertahanan Jepang mengatakan bahwa penggunaan Typhon dan HIMARS dalam latihan gabungan adalah untuk memperkuat kemampuan pertahanan nasional. Namun, ia juga menegaskan bahwa penempatan tersebut akan diawasi secara ketat untuk memastikan tidak ada dampak negatif yang signifikan terhadap warga lokal.
