Main Agenda: La Ode Saiful deklarasikan diri maju jadi Ketum Kosgoro 1957 di Mubes
La Ode Saiful Deklarasikan Diri Maju Jadi Ketum Kosgoro 1957 di Mubes
Main Agenda – Jakarta, Minggu – Pada Musyawarah Besar (Mubes) V Partai Golkar yang akan digelar pada bulan Juni 2026, La Ode Safiul Akbar, Ketua Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, mengumumkan keinginannya untuk menjadi calon Ketua Umum Kelompok Induk Organisasi (KIO) Golkar tersebut. Deklarasi ini dilakukan di Ancol, dengan harapan menjadi titik awal perubahan dalam peran organisasi yang selama ini dikenal sebagai bagian dari struktur kepartaian. “Saya berkomitmen untuk mengakarkan kembali Kosgoro 1957 sebagai organisasi karya yang sejalan dengan tujuan sejarah dan nilai-nilai yang diwariskan,” ujarnya dalam pidato resmi.
Perspektif dari Dunia Usaha
La Ode Saiful, yang juga aktif di sektor bisnis, menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah organisasi bergantung pada konsistensi akar perjuangan. “Organisasi besar harus tetap terhubung dengan konsep awalnya, karena akar itulah yang menopang tumbuhnya kekuatan dan memberikan manfaat untuk seluruh anggota serta lingkungan sekitarnya,” tegasnya. Pernyataan ini menegaskan visinya bahwa Kosgoro 1957 perlu menjadi tempat yang mendorong kader-kader baru untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Menurut Saiful, tugas utama Kosgoro 1957 adalah memastikan organisasi tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Ia menyebutkan beberapa isu yang menjadi perhatian, seperti perubahan cepat dalam struktur sosial, persaingan global yang semakin ketat, dan krisis kaderisasi di kalangan partai. “Kosgoro 1957 harus menjadi jawaban atas masalah-masalah tersebut, dengan membentuk wadah yang mampu menghasilkan kader yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Kesiapan Mubes V 2026
Sebelumnya, Partai Golkar sedang bersiap untuk menyelenggarakan Mubes V 2026. Rangkaian persiapan telah dimulai, termasuk rapat pleno yang diadakan pada 28 April 2026 di Jakarta. Pada kesempatan itu, Ketua Umum Kosgoro 1957, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, menjelaskan bahwa rapat tersebut bertujuan untuk menjamin kesiapan organisasi menjalani kegiatan besar tersebut. “Pleno ini menjadi titik awal untuk memastikan proses Mubes berjalan dengan baik, demokratis, dan transparan,” ujarnya.
Dalam persiapan Mubes V 2026, seluruh langkah diambil dengan prinsip musyawarah dan mufakat. “Setiap keputusan diambil melalui mekanisme yang menjunjung tinggi nilai demokrasi dalam organisasi, sehingga semua pihak merasa diakui dan terlibat aktif,” tutur Dave. Ia menekankan bahwa transparansi dan partisipasi kader adalah kunci untuk menjaga kredibilitas organisasi dalam konteks politik yang dinamis.
Dalam pembicaraan di rapat pleno, beberapa topik utama dibahas, termasuk persiapan teknis, penyusunan aturan, dan strategi komunikasi. Dave menyatakan bahwa pelaksanaan Mubes V 2026 tidak hanya sebatas proses pengambilan keputusan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan visi organisasi. “Ini adalah momen penting untuk mengevaluasi kinerja, merancang langkah-langkah ke depan, dan memastikan Kosgoro 1957 tetap menjadi roda penggerak partai dalam era baru,” katanya.
Harapan Masa Depan
La Ode Saiful juga berharap Kosgoro 1957 bisa menjadi “rumah besar karya” yang tidak hanya tercatat dalam sejarah, tetapi secara nyata hadir dalam kehidupan masyarakat. “Organisasi ini perlu menjadi tempat lahir dan berkembangnya kader yang memiliki pemikiran luas, tindakan konkret, serta semangat berjuang untuk kepentingan Indonesia,” ujarnya. Visi ini sejalan dengan tujuan awal Kosgoro 1957, yaitu membantu bangsa yang baru merdeka agar mampu mengatasi tantangan republik yang masih dalam masa pertumbuhan.
Dalam deklarasinya, Saiful menyoroti pentingnya menjaga akar sejarah organisasi, sambil tetap mampu membaca dinamika masa kini. “Kosgoro 1957 harus bisa beradaptasi dengan perubahan, tetapi tetap mengedepankan nilai-nilai yang menjadi fondasi pertama,” katanya. Ia menegaskan bahwa dengan memadukan keduanya, organisasi bisa menjadi solusi untuk berbagai masalah yang dihadapi bangsa dan masyarakat.
Saiful menyampaikan bahwa tata kelola sumber daya manusia dan alam adalah aspek kritis yang perlu diperhatikan. “Kosgoro 1957 tidak hanya bertugas dalam bidang politik, tetapi juga harus menjadi penggerak dalam pengelolaan sumber daya yang berkualitas dan berkelanjutan,” jelasnya. Hal ini mencerminkan peran yang semakin luas dari organisasi yang sebelumnya dianggap sebagai bagian dari struktur kepartaian.
Perspektif Masa Depan untuk Masyarakat
Kelompok Induk Organisasi Partai Golkar, Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (KOSGORO) 1957, menegaskan bahwa Mubes V 2026 adalah ajang untuk mengukir perubahan. Dave Akbarshah Fikarno Laksono menjelaskan bahwa rapat pleno adalah langkah awal untuk memastikan semua proses ke depan berjalan dengan baik. “Kami mengambil langkah-langkah teknis yang matang, agar setiap keputusan diambil secara jujur dan adil,” ujarnya.
Persiapan ini juga memperkuat komitmen untuk menjaga harmoni dalam tubuh organisasi. “Semua pihak diharapkan dapat berpartisipasi aktif, baik sebagai peserta maupun pengambil keputusan, agar Mubes V 2026 bisa menjadi puncak perjuangan Kosgoro 1957 menuju masa depan yang lebih cerah,” katanya. Dengan demikian, Mubes V 2026 tidak hanya menjadi acara rutin, tetapi juga menjadi titik balik dalam perjalanan organisasi tersebut.
La Ode Saiful berharap deklarasi dirinya sebagai calon Ketum Kosgoro 1957 bisa menjadi langkah awal untuk mereformasi organisasi. “Kita perlu kembali ke prinsip awal, tetapi juga mengintegrasikannya dengan realitas modern,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa Saiful ingin menggabungkan tradisi dan inovasi dalam membangun tata kelola yang lebih baik untuk partai dan masyarakat.
Dalam pidatonya, Saiful juga menyampaikan bahwa Kosgoro 1957 harus menjadi pelopor dalam menghadapi perubahan. “Dengan menjaga akar, membaca zaman, dan menyiapkan generasi penerus, organisasi ini bisa tetap relevan dan memberi dampak nyata bagi bangsa,” katanya. Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa visi Saiful tidak hanya berfokus pada kepemimpinan, tetapi juga pada kemampuan organisasi untuk beradaptasi dan berkembang.
