Solving Problems: Keanu penuhi panggilan Polda Metro, beri keterangan kasus Hanania
Keanu Hadir dalam Panggilan Polda Metro Jaya, Jelaskan Kerja Sama dengan Hanania Group
Solving Problems – Dalam upaya mengungkap kasus dugaan penipuan jamaah yang dilakukan oleh Hanania Group, Polda Metro Jaya mengundang selebgram Muhammad Miftahuda, yang lebih dikenal dengan nama Keanu Angelo, untuk memberikan keterangan. Keanu, yang didampingi oleh kuasa hukumnya, Charles P. Situmorang, tiba di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 15.03 WIB. Ia menjelaskan bahwa keterlibatannya dengan Hanania Group berasal dari kerja sama sistem barter promo, bukan dari penerimaan aliran dana.
Keterangan Keanu: Tidak Ada Pendapatan dari Hanania Group
Dalam ruang pemeriksaan, Keanu menyampaikan bahwa dirinya tidak menerima uang endorse dari Hanania Group. “Saya menjelaskan bahwa kerja sama dengan Hanania Group adalah bentuk barter, bukan menerima aliran dana,” ujarnya saat diwawancara di Jakarta, Senin. Menurut Keanu, ia hanya melakukan promosi berupa testimoni pengalaman umroh yang dijalani, tanpa ada pembayaran yang diterima secara langsung.
“Aku tuh kerja samanya barter,” kata Keanu. Ia menambahkan bahwa pertanyaan yang diajukan tim penyidik mencakup mulai dari awal mula kenal, kontrak kerja sama, hingga mekanisme promosi. “Saya menjelaskan bahwa semua proses dilakukan secara transparan dan bertujuan memperkenalkan layanan umroh mereka kepada publik,” imbuhnya.
Keanu juga menyerahkan beberapa dokumen pendukung, termasuk kontrak kerja sama dan mutasi rekening koran periode Agustus 2024, yang merupakan bulan keberangkatan. Dokumen tersebut mencakup catatan selama sebulan sebelum dan sesudah keberangkatan umroh. “Dengan data ini, kita bisa melihat bahwa dana yang digunakan oleh Hanania Group untuk membiayai perjalanan umroh benar-benar dikelola secara sistematis,” jelas Keanu.
Pelaksanaan Perjalanan Umroh dan Kejadian Awal Mula
Menurut informasi yang disampaikan Keanu, ia pertama kali bertemu dengan Direktur Utama Hanania Group, PT Khazanah Tamma Internasional, yang berinisial ASFR (30), pada awal Mei 2024. Pertemuan itu dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak kerja sama pada sekitar 30 Mei 2024. Keberangkatan umroh sendiri dilakukan pada 29 Juli hingga 10 Agustus 2024, diikuti oleh delapan orang anggota kelompoknya.
“Aku udah periksa, dia (Hanania) memang secara perusahaan sudah legal, sudah terakreditasi di bawah pengawasan Kementerian Agama,” ujar Keanu. Ia menyatakan bahwa sebelum berangkat, Hanania Group telah memiliki reputasi yang cukup baik, sehingga membuatnya percaya bahwa perusahaan tersebut benar-benar layak mempercayai.
Keanu menegaskan bahwa dirinya tidak tahu adanya kecurangan hingga kasus ini terungkap. “Saya hanya menerima tawaran kerja sama yang terkesan jujur, dan setelah memeriksa legalitasnya, saya merasa yakin untuk bergabung,” katanya. Menurut Keanu, ia melakukan riset mendalam sebelum menerima tawaran tersebut, termasuk memeriksa akreditasi dan dokumen resmi perusahaan.
Klarifikasi dari Kuasa Hukum Keanu
Charles P. Situmorang, kuasa hukum Keanu, menegaskan bahwa kliennya telah bersikap kooperatif dengan mengutamakan panggilan kepolisian sebelum memberikan klarifikasi ke publik. “Keanu sengaja hadir lebih dulu untuk menjawab pertanyaan dari penyidik, sehingga bisa meminimalkan informasi yang disampaikan secara salah,” katanya.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memberikan pernyataan bahwa mereka sedang mengejar investigasi secara menyeluruh terkait dugaan penipuan yang dilakukan oleh Hanania Group. Kombes Pol Iman Imanuddin, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa penyidik fokus pada pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penggunaan dana jamaah.
“Uang yang digunakan, sebagian digunakan untuk kepentingan di luar perjalanan umrah para jamaah, sebagian juga digunakan untuk membayar influencer sebagai kepentingan marketing,” kata Iman. Ia menambahkan bahwa tim penyidik sedang memperhatikan mekanisme promosi yang dilakukan oleh selebgram ternama, termasuk Keanu, dalam rangka memulihkan kerugian korban.
Menurut Dirreskrimum, penelusuran terhadap dana jamaah mencakup pelacakan aset milik tersangka utama. “Kami berupaya memastikan semua transaksi dijelaskan secara detail, termasuk bagaimana dana digunakan untuk kegiatan non-umroh,” ujar Iman. Polda Metro Jaya juga menegaskan bahwa mereka akan melibatkan pihak-pihak lain yang terkait, seperti promotor dan pihak-pihak yang menerima hasil dari kegiatan tersebut.
Kasus Hanania Group: Investigasi Masih Berlangsung
Kasus ini terungkap setelah sejumlah jamaah mengeluhkan kecurangan dalam pengelolaan dana selama program umroh. Hanania Group, yang telah terakreditasi oleh Kementerian Agama, diduga mengalihkan dana dari peserta kegiatan untuk tujuan lain. “Kami masih mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk memastikan keseluruhan skema penipuan,” kata Iman.
Keanu mengaku terkejut dan syok setelah mengetahui adanya dugaan penipuan tersebut. “Saya pikir semua proses itu transparan, tapi ternyata ada kejanggalan yang belum terungkap,” katanya. Menurut Keanu, ia tidak mengetahui adanya penyimpangan sampai penyidik memberikan pertanyaan lebih lanjut. “Saya hanya fokus pada promosi, tidak pernah berpikir ada penipuan yang dilakukan secara terorganisasi,” tambahnya.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menegaskan bahwa investigasi terhadap Hanania Group tidak hanya fokus pada pihak yang langsung terlibat, tetapi juga melibatkan selebriti dan influencer yang terkait. “Kami ingin memastikan semua pihak yang menjadi bagian dari skema ini diperiksa secara rinci,” kata Iman. Ia menambahkan bahwa penyidik sedang memproses data dari beberapa korban lain yang juga terlibat dalam program umroh tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Polda Metro Jaya berencana mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan penipuan. “Kami ingin memberikan keadilan kepada para korban, baik melalui penuntutan maupun pemulihan kerugian,” jelas Iman. Keanu, sebagai salah satu tersangka, menyatakan siap bekerja sama dengan penyidik untuk memberikan informasi sejauh mungkin.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan selebgram yang cukup populer dan kepercayaan masyarakat terhad
