Visit Agenda: DPR: Polri jadi pilar hukum dan ketertiban sepanjang perjalanan bangsa
DPR: Polri Berperan Sebagai Pilar Hukum dan Ketertiban dalam Sejarah Bangsa
Visit Agenda – Jakarta, Rabu – Selama perjalanan bangsa Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah berperan sebagai pilar penting dalam menjaga tegaknya hukum dan ketertiban. Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menegaskan bahwa Polri tidak hanya menjadi penjaga keamanan, tetapi juga elemen kunci yang mendukung stabilitas sosial dan pembangunan nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, yang menjadi momentum untuk mengapresiasi jajaran Polri atas dedikasinya selama delapan dekade.
Refleksi dan Apresiasi atas Pengabdian Polri
Dalam momentum khusus tersebut, Sari Yuliati mengungkapkan rasa bangganya terhadap peran Polri yang selalu menjadi penyangga utama dalam menghadapi berbagai tantangan sepanjang sejarah Indonesia. “Delapan dekade bukanlah waktu yang singkat. Sepanjang perjalanan bangsa ini, Polri telah menjadi pilar kokoh yang menjaga tegaknya hukum dan ketertiban,” ujarnya, sebagaimana diumumkan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu. Pernyataan ini menyoroti komitmen Polri untuk memastikan keamanan rakyat, baik dalam kondisi damai maupun perang.
“Delapan dekade bukanlah waktu yang singkat. Sepanjang perjalanan bangsa ini, Polri telah menjadi pilar kokoh yang menjaga tegaknya hukum dan ketertiban,” kata Sari Yuliati, sebagaimana diumumkan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Pengabdian Polri, menurut Sari, telah melintasi berbagai tingkat struktur organisasi, mulai dari markas besar hingga ke tingkat desa. Terutama, peran Bhabinkamtibmas, yang bertugas di pelosok desa, telah membuktikan bahwa kehadiran polisi tidak hanya terbatas pada kota besar, tetapi juga mencapai masyarakat terpencil. “Dari tingkat tertinggi hingga terbawah, Polri terus berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambahnya. Ini menunjukkan keseragaman komitmen antara institusi kepolisian dan seluruh elemen bangsa.
Harapan DPR untuk Perbaikan dan Profesionalisasi Polri
DPR, dalam pernyataannya, berharap Polri terus berbenah diri agar dapat memenuhi tuntutan masyarakat yang semakin dinamis. “Polri harus senantiasa melindungi dan mengayomi seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu,” jelas Sari. Ia menekankan perlunya peningkatan profesionalisme serta kepercayaan publik terhadap kepolisian. Menurutnya, upaya ini akan memperkuat fungsi Polri sebagai penegak hukum yang adil, transparan, dan manusiawi.
Menurut Sari, keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari jumlah kasus yang ditangani, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pembangunan. “Kemampuan Polri dalam menjaga Kamtibmas adalah bagian dari upaya menciptakan iklim bangsa yang harmonis dan sejalan dengan tujuan konstitusi,” imbuhnya. Ia juga menyampaikan bahwa kepolisian perlu tetap konsisten mengemban amanat untuk menjaga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Polri harus senantiasa melindungi dan mengayomi seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu, menjaga Kamtibmas demi terciptanya iklim bangsa yang kondusif serta menegakkan hukum secara berkeadilan, transparan, dan humanis,” ucap Sari Yuliati.
Konsistensi dan Kredibilitas dalam Pelayanan Publik
Dalam momentum Hari Bhayangkara, Sari Yuliati menekankan pentingnya konsistensi Polri dalam menjalankan tugasnya. “Selama delapan dekade, Polri telah menunjukkan komitmennya untuk menjadi institusi yang dihargai dan dipercaya oleh masyarakat,” jelasnya. Ia menyoroti bahwa tugas utama Polri adalah menjaga keamanan, tetapi juga memastikan bahwa pelayanan publik terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.
Sari mengingatkan bahwa dalam era digital yang semakin maju, Polri perlu meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan tugas penegakan hukum. “Kami berharap Polri terus beradaptasi dengan tuntutan masyarakat modern, sekaligus mempertahankan nilai-nilai integritas dan keadilan,” katanya. Selain itu, ia juga meminta Polri untuk terus memperkuat hubungan dengan komunitas lokal, agar kehadiran mereka dianggap sebagai bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Momen perayaan Hari Bhayangkara ke-80, menurut Sari, bukan hanya tentang membanggakan keberhasilan masa lalu, tetapi juga tentang refleksi untuk menghadapi tantangan masa depan. “Ini adalah kesempatan untuk memperkuat institusi Polri agar tetap bersih, berintegritas, serta mampu menghadirkan rasa aman dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya. Ia berharap, melalui evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, Polri dapat menjaga kredibilitasnya sebagai garda depan keadilan dan ketertiban nasional.
Peran Polri dalam Masa Depan Bangsa
Sari Yuliati juga menyinggung peran Polri dalam membangun masyarakat yang lebih maju dan inklusif. “Dengan keberadaan Polri, kita yakin bahwa hukum selalu ditegakkan secara adil, dan ketertiban masyarakat terjaga dengan baik,” katanya. Ia menambahkan bahwa kepolisian harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia yang unggul dan berkeadilan.
Menurut Sari, tugas kepolisian tidak terbatas pada pencegahan kejahatan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat melalui edukasi hukum dan pembangunan kelembagaan. “Polri diharapkan dapat menjadi pelopor dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih kurang akses ke informasi hukum,” ujarnya. Dengan demikian, institusi kepolisian akan lebih kuat dalam membangun kepercayaan publik.
Sari Yuliati menutup pidatonya dengan mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80. “Selamat Hari Bhayangkara Ke-80. Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia,” kata Sari. Pern
