Visit Agenda: Delegasi asing tiba di Teheran untuk pemakaman Khamenei

Delegasi Asing Hadir di Teheran untuk Pemakaman Ali Khamenei

Visit Agenda – Jumat, sejumlah delegasi dari berbagai negara kembali berdatangan di Teheran, ibu kota Iran, untuk menghadiri upacara pemakaman Ali Khamenei, mantan pemimpin tertinggi Iran yang meninggal dunia. Peristiwa ini, menurut laporan media Iran, menjadi momen penting bagi seluruh dunia Muslim Syiah, yang menganggap Khamenei sebagai tokoh spiritual dan politik besar. Pemakaman Khamenei dijadwalkan berlangsung sepanjang minggu ini, dengan serangkaian ritual yang diikuti oleh para pemimpin negara dan tokoh agama.

Khamenei meninggal setelah menjadi korban serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut menimbulkan gelombang ketegangan di kawasan Timur Tengah, memicu konflik yang berlangsung hingga beberapa pekan. Upacara pemakaman menjadi simbol perayaan kehilangan seorang pemimpin yang dianggap sebagai pilar kekuatan spiritual dan politik Iran. Selain itu, acara ini juga diharapkan menjadi ajang pertemuan internasional untuk memperkuat hubungan diplomatik dan solidaritas terhadap Iran.

Para Delegasi yang Dihadirkan

Dari laporan stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, berbagai pejabat tinggi dari luar Iran turut berpartisipasi. Mereka termasuk Presiden Irak Nizar Amidi, yang datang bersama dengan anggota delegasi parlemen negara tersebut, serta Ketua Parlemen Irak Mohammed al-Halbousi. Presiden Tajikistan Emomali Rahmon juga hadir, sementara Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menunjukkan dukungan melalui partisipasinya. Selain itu, delegasi dari wilayah Kurdistan, dipimpin oleh Presiden Nechirvan Barzani, serta Ketua Parlemen Uzbekistan Nuriddin Ismoilov, turut menyampaikan belasungkawa.

Menurut pernyataan dari kantor perdana menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, perwakilan Pakistan juga turut hadir dalam upacara pemakaman tersebut sebagai ketua delegasi resmi.

Media Iran melaporkan bahwa kehadiran delegasi bukan hanya dari negara-negara tetangga, tetapi juga dari luar kawasan Timur Tengah. Diantaranya, para ulama Palestina dan Rusia, serta wakil partai politik dari Turki dan Lebanon. Perwakilan India dan kelompok Muslim Syiah Thailand juga mengirimkan pesan dukungan melalui partisipasinya. Tak ketinggalan, delegasi dari Partai Republik Bulgaria dan anggota parlemen negara tersebut hadir untuk memenuhi undangan.

Kehadiran anggota kelompok Hizbullah dari Lebanon menambah keberagaman delegasi yang mengikuti upacara peringatan. Mereka memimpin rangkaian acara perpisahan sebagai bentuk penghormatan yang mendalam. Media Iran menyatakan bahwa prosesi pemakaman akan terus berlangsung sepanjang hari, dengan berbagai kegiatan yang dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai latar belakang.

Jadwal Pemakaman dan Rangkaian Acara

Pemakaman resmi Ali Khamenei berlangsung pada Jumat, dengan para kepala negara dan pemimpin agama menghadiri upacara. Laporan menyebutkan bahwa acara peringatan akan terus berlanjut hingga Sabtu (4/7) dan Minggu (5/7), sebelum prosesi pemakaman utama diadakan pada Senin (6/7). Setelah itu, jenazah akan dibawa ke kota suci Qom pada Selasa (7/7), sebagai bagian dari ritual peneguhan kepercayaan agama.

Sebagai langkah berikutnya, acara penghormatan akan dilanjutkan di Irak pada Rabu (8/7), termasuk di kota-kota suci seperti Baghdad, Najaf, dan Karbala. Setelah berada di Irak, jenazah Khamenei akan disambut oleh tokoh agama dan politik sebelum dibawa ke sejumlah makam suci umat Syiah. Prosesi pemakaman terakhir dijadwalkan berlangsung pada Kamis (9/7) di Kompleks Makam Imam Ali Reza di Kota Mashhad, timur laut Iran, yang dianggap sebagai tempat suci paling penting bagi komunitas Syiah.

Perjalanan jenazah yang melintasi beberapa wilayah Iran dan negara tetangga menunjukkan komitmen internasional terhadap kehormatan kepada Khamenei. Serangkaian upacara ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas dan menjaga ketegangan setelah serangan yang memicu perang antara Iran dan sekutu baratnya. Selain itu, acara ini juga memberikan ruang bagi para delegasi untuk menyampaikan pesan politik dan spiritual yang relevan.

Menurut jadwal yang telah diberikan, upacara pemakaman di Teheran menjadi titik awal dari rangkaian perayaan. Dalam rangkaian tersebut, perwakilan dari berbagai negara dan organisasi menunjukkan dukungan terhadap Iran. Partisipasi mereka menegaskan bahwa Khamenei bukan hanya dianggap sebagai pemimpin nasional, tetapi juga seorang tokoh yang memiliki pengaruh global. Media Iran melaporkan bahwa delegasi asing lainnya akan terus berdatangan sepanjang hari, sementara acara peringatan dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Perayaan ini menjadi refleksi dari peran Khamenei sebagai pemimpin spiritual yang berpengaruh. Selama hidupnya, ia selalu menjadi simbol kekuatan dan kepercayaan umat Syiah. Pemakaman di Kompleks Imam Ali Reza di Mashhad, yang merupakan salah satu situs suci paling penting, akan menjadi penutup dari rangkaian upacara yang diharapkan menyatukan keheningan dan kebersamaan antarumat beragama. Dengan kehadiran para delegasi dari berbagai belahan dunia, acara ini menjadi momentum penting dalam sejarah keagamaan dan politik Iran.