Queiroz belum pikirkan masa depannya usai langkah Ghana terhenti
Queiroz Belum Menentukan Masa Depan Usai Ghana Terhenti di Babak 32 Besar
Queiroz belum pikirkan masa depannya usai – Jakarta, 8 Juli 2026 – Pelatih timnas Ghana, Carlos Queiroz, mengungkapkan bahwa ia masih mempertimbangkan langkah ke depannya setelah negara asuhannya tereliminasi di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kekalahan 0-1 kontra Kolombia di Stadion Arrowhead, Kansas City, Amerika Serikat, pada hari Sabtu waktu Indonesia Barat (WIB) menjadi penutup bagi perjalanan Ghana di kompetisi ini.
Kekalahan dalam Pertandingan Final Grup
Queiroz, dalam wawancara dengan laman FIFA, mengatakan bahwa saat ini ia hanya fokus pada pemulihan diri dan menyiapkan diri untuk hari-hari mendatang. “Saya akan minum segelas air, istirahat sejenak, lalu mulai merencanakan langkah berikutnya,” ujarnya. Meski hasilnya tidak memuaskan, ia menilai para pemain telah menunjukkan komitmen yang luar biasa selama perjuangan di putaran final.
“Yang akan saya lakukan sekarang adalah minum segelas air dan beristirahat, memulihkan diri untuk menyambut hari berikutnya, lalu mulai memikirkan keputusan-keputusan selanjutnya,” kata Queiroz.
Perjalanan Queiroz di Timnas Ghana
Queiroz baru memimpin Ghana sejak 13 April 2026, menggantikan pelatih lokal Otto Addo. Addo sendiri telah membawa tim berjuluk The Black Stars ke babak putaran final Piala Dunia 2026. Meski waktu tugasnya bersifat sementara, Queiroz berhasil memandu Ghana melewati fase penyisihan grup dengan raihan satu kemenangan, satu kali imbang, dan sekali kalah.
Pencapaian Sebagai Pelatih Tertua
Piala Dunia 2026 juga menjadi momen penting bagi Queiroz. Ia mencatatkan sejarah sebagai pelatih tertua yang membawa timnya menang dalam pertandingan putaran final. Rekor ini tercapai saat Ghana mengalahkan tim lain dengan skor 1-0 di Grup L pada 17 Juni 2026. Di usia 73 tahun dan 108 hari, Queiroz melewati pencapaian mantan pelatih Yunani, Otto Rehhagel, yang sebelumnya memegang rekor serupa.
Permainan Kolombia yang Dominan
Meski berhasil lolos dari fase grup, Ghana kewalahan menghadapi Kolombia dalam pertandingan penentuan. Kolombia menguasai jalur permainan dan menyelesaikan pertandingan dengan gol tunggal Jhon Arias pada menit ke-14. Hasil ini menghentikan ambisi Ghana untuk melangkah lebih jauh, sekaligus menandai akhir dari perjalanan mereka di kompetisi ini.
Apresiasi terhadap Pemain
Queiroz tetap mengakui usaha maksimal yang dilakukan para pemain Ghana, termasuk Jordan Ayew, selama babak penyisihan grup. “Mereka telah berjuang dengan semangat tinggi meski akhirnya harus menerima kekalahan,” jelasnya. Menurut Queiroz, penampilan timnya menunjukkan ketangguhan, terlepas dari ketidakmampuan mengimbangi efisiensi Kolombia dalam mengubah peluang menjadi gol.
Profil Pelatih Berpengalaman
Sebelum mengarahkan Ghana, Queiroz pernah melatih Portugal di Piala Dunia 2010 dan Iran pada edisi 2014, 2018, dan 2022. Dengan keikutsertaannya dalam lima putaran final Piala Dunia beruntun, Queiroz menjadi pelatih kedua setelah Bora Milutinovic dari Serbia yang mencapai tujuh putaran final secara berurutan. Kemenangan melawan Kolombia dalam pertandingan putaran final menjadi bukti bahwa ia masih mampu memberikan dampak positif meski dalam waktu singkat.
Kemungkinan Tantangan di Depan
Kekalahan 0-1 melawan Kolombia memberikan dampak besar bagi Ghana, memutus ambisi mereka mengarungi babak 16 besar. Namun, Queiroz yakin perjuangan tim ini tidak akan berakhir di sini. Ia menilai pengalaman dan keberhasilan dalam fase penyisihan grup menjadi dasar untuk evaluasi lebih lanjut. “Ini adalah babak baru, dan saya berharap semua pihak bisa melihat potensi yang masih ada,” imbuhnya.
Kekalahan yang Membawa Harapan
Meski mengakhiri perjalanan di 32 besar, Queiroz memandang bahwa kekalahan ini justru memberikan momentum untuk perbaikan. “Para pemain pulang dengan kepala tegak karena mereka telah memberikan yang terbaik,” tegasnya. Hasil ini juga menegaskan bahwa Ghana tetap menjadi tim yang kompetitif di kancah internasional, meski tidak mampu mengatasi Kolombia dalam pertandingan akhir.
Hasil Akhir dan Laga Berikutnya
Dengan skor 0-1, Ghana terpaksa berhenti di babak 32 besar. Sementara itu, Kolombia akan melangkah ke babak 16 besar dan menghadapi Swiss dalam pertandingan yang dijadwalkan di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, pada hari Rabu (8/7) pukul 03.00 WIB. Queiroz mengharapkan bahwa keberhasilan di fase penyisihan grup akan menjadi pelajaran berharga bagi tim dan pelatih untuk masa depan.
Kemenangan Ghana melawan Kolombia dalam pertandingan putaran final menegaskan bahwa mereka mampu menghadapi tekanan besar. Namun, tantangan di babak 32 besar menunjukkan bahwa perjalanan di Piala Dunia 2026 tidak selalu mudah. Queiroz mengakui bahwa meski kehilangan tiket ke babak berikutnya, tim telah menunjukkan konsistensi yang layak diapresiasi.
Dalam wawancara terpisah, Queiroz juga menyebutkan bahwa keberhasilan memimpin Ghana di babak penyisihan grup adalah buah dari kerja keras seluruh pemain dan staf. “Mereka membawa semangat juang yang luar biasa, dan saya sangat bangga dengan hasil yang dicapai,” kata pelatih berusia 73 tahun tersebut. Meski terhenti di 32 besar, Queiroz yakin pengalaman ini akan menjadi fondasi untuk target baru di masa depan.
Piala Dunia 2026 menjadi bagian dari perjalanan panjang Queiroz sebagai pelatih. Dari Portugal hingga Iran, lalu Ghana, ia terus menunjukkan kemampuan mengarahkan tim ke babak final. Kekalahan melawan Kolombia tidak mengurangi kontribusi yang diberikan, karena pihaknya sudah menyelesaikan tugas utama di putaran grup.
Queiroz pun menyampaikan harapan kepada pemain Ghana agar terus berkembang. “Mereka punya potensi besar, dan saya percaya mereka bisa mencapai hal-hal lebih baik di masa depan,” tuturnya. Hasil ini akan menjadi bahan evaluasi bagi tim, pelatih, dan penggemar sepak bola di Ghana. Meski langkah mereka terhenti, perjuangan di Piala Dunia 2026 akan tetap menjadi kenangan berharga.
Dengan keberhasilan mencapai babak 32 besar, Ghana telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa di bawah bimbingan Queiroz. Meski kalah dari Kolombia, tim ini menciptakan momentum positif untuk kompetisi mendatang. Apakah Queiroz akan tetap memimpin atau mengakhiri perannya di Ghana, masih menjadi pertanyaan yang akan dijawab setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
Selain itu
