Important Visit: Dewa United pisah dengan Jan Olde Riekerink

Dewa United Berpisah dengan Jan Olde Riekerink Setelah Empat Musim Kolaborasi

Important Visit –

Jakarta – Dewa United memutuskan untuk berpisah dengan pelatih Jan Olde Riekerink setelah kedua pihak sepakat mengakhiri kerja sama. Keputusan ini diumumkan secara resmi, dengan Presiden Dewa United Banten FC Ardian Satya Negara memberikan pernyataan dalam rilis yang diterima ANTARA pada hari Sabtu. Menurut Ardian, Jan telah memberikan kontribusi besar dalam membangun klub sejak awal. “Coach Jan datang ketika kami masih berada di tahap awal membangun klub. Dalam empat musim, beliau membantu kami bertumbuh sedikit demi sedikit,” ujarnya dalam

penjelasan resmi

.

Dewa United, sebelumnya dikenal sebagai Banten Warriors, telah mengalami perubahan signifikan selama masa kepemimpinan Jan. Dalam periode pertama, tim tersebut sempat berjuang untuk keluar dari papan bawah, tetapi berkat strategi dan dedikasi pelatih asal Belanda itu, klub mampu naik ke level yang lebih tinggi. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua kontribusi yang telah diberikan Coach Jan,” tambah Ardian, yang mengakui peran penting pelatih tersebut dalam meningkatkan kualitas tim.

Jan Olde Riekerink dikenal sebagai sosok yang memiliki keahlian dalam membangun struktur tim yang solid. Sebagai bagian dari kepelatihan, ia tidak hanya meningkatkan performa di lapangan, tetapi juga memperkuat koordinasi antar pemain dan mengembangkan budaya klub. Dalam beberapa tahun, kemampuan manajerialnya berdampak pada perubahan peringkat Dewa United yang berlangsung secara bertahap. Selama musim pertamanya bersama Jan, klub mencatatkan hasil yang relatif stabil, meski belum mampu memperlihatkan potensi penuh.

Perubahan nyata mulai terlihat pada musim berikutnya, ketika Dewa United melompat ke peringkat kelima. Kinerja ini menunjukkan kemajuan signifikan, terutama setelah Jan memimpin tim dalam beberapa laga krusial. Pada musim 2024/25, klub mencapai puncak prestasi dengan finis sebagai runner-up Liga 1. “Jan adalah pelatih yang sangat profesional dan mampu memimpin tim menuju kesuksesan,” kata Ardian, menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti kemampuan jan dalam membangun tim yang kompetitif.

Di luar Liga 1, Jan juga membawa Dewa United mengalami pengalaman baru dalam kompetisi Asia. Tim tersebut tampil di AFC Challenge League 2025/2026, yang merupakan ajang bergengsi bagi klub-klub dari berbagai negara. Partisipasi ini menjadi momen penting bagi klub, karena memungkinkan mereka menghadapi tim-tim kuat dari Asia dan meningkatkan visibilitas di tingkat internasional. “Kami sangat bangga bisa berlaga di kompetisi Asia bersama Coach Jan,” tutur Ardian, menekankan bahwa perjalanan ke AFC Challenge League memberikan pelajaran berharga untuk pengembangan tim.

Dalam musim 2025/26, Dewa United mencatatkan prestasi yang membanggakan. Meski tidak mencapai posisi teratas, mereka mampu melangkah hingga babak perempat final AFC Challenge League. Hasil ini menunjukkan bahwa tim semakin matang dan siap bersaing di level lebih tinggi. “Perjalanan ke babak perempat final adalah pencapaian yang luar biasa, terutama setelah melalui tantangan di musim pertama,” kata Ardian, menambahkan bahwa perjuangan Jan dalam menghadapi situasi sulit sangat dihargai.

Keputusan memutus hubungan kerja dengan Jan Olde Riekerink dianggap sebagai langkah strategis untuk mencari arah baru dalam mengembangkan Dewa United. Meski ada perasaan kehilangan, Ardian yakin bahwa pelatih tersebut telah meninggalkan warisan yang berharga bagi klub. “Jan adalah pelatih yang menginspirasi dan memperkuat mental pemain,” katanya, sebelum menyatakan bahwa pihak manajemen akan terus mengevaluasi langkah-langkah penguatan tim.

Kelompok pemain juga memberikan apresiasi atas kontribusi Jan. Banyak dari mereka mengungkapkan bahwa kepemimpinan pelatih itu membantu meningkatkan kinerja individu dan tim secara keseluruhan. “Dengan Jan, kami belajar bagaimana membangun kepercayaan dan menghadapi tekanan dalam laga-laga penting,” kata salah satu pemain senior, yang meminta nama untuk disebutkan dalam rilis.

Dewa United, yang telah memasuki musim keempat dalam kepelatihan Jan, berhasil menciptakan lingkungan latihan yang dinamis dan kompetitif. Faktor ini membuat klub mampu mempertahankan konsistensi dalam performa sepanjang musim. Meski hasil akhir di Liga 1 tidak sempurna, keberhasilan mereka di kompetisi Asia menjadi bukti bahwa Jan berhasil membawa Dewa United ke level yang lebih tinggi.

Keluar dari masa kepemimpinan Jan, Dewa United diperkirakan akan menghadapi tantangan baru. Namun, pihak manajemen yakin bahwa pengalaman selama empat musim akan menjadi fondasi untuk masa depan. “Kami percaya bahwa Jan telah meninggalkan jejak yang baik, dan klub akan terus berkembang,” jelas Ardian, yang menambahkan bahwa keputusan ini adalah langkah yang matang setelah evaluasi mendalam.

Sementara itu, Jan Olde Riekerink sendiri mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Dewa United. “Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari perjalanan ini. Tim telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, dan saya yakin mereka akan terus berjaya,” katanya dalam wawancara terpisah. Bagi Jan, berada di Indonesia menjadi pengalaman unik, terutama karena tantangan dalam membangun tim dari nol.

Dengan kepergian Jan, Dewa United akan menghadapi fase transisi baru. Namun, keberhasilan mereka dalam beberapa musim terakhir menunjukkan bahwa tim memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Ardian menyatakan bahwa perubahan ini tidak akan mengganggu komitmen klub untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi. “Kami selalu berharap ada pelatih yang mampu membawa Dewa United ke puncak. Jan adalah salah satu yang berhasil melakukannya,” pungkasnya, menutup pernyataan resmi yang dirilis oleh klub.

Sebagai penutup, keputusan memutus hubungan dengan Jan Olde Riekerink dianggap sebagai bagian dari perjalanan Dewa United menuju kesuksesan. Meski ada perasaan sedih, pihak manajemen yakin bahwa langkah ini akan memberikan ruang bagi pelatih baru untuk memperkenalkan strategi yang berbeda. “Kami berharap pelatih selanjutnya bisa melanjutkan semangat Jan dan membawa klub ke puncak,” ujar Ardian, sebelum menegaskan bahwa perpisahan ini dilakukan setelah evaluasi mutual yang matang.

Dewa United menutup musim 2025/26 di peringkat ketujuh. Meski tidak sempurna, hasil ini menunjukkan bahwa tim telah mencapai titik tertinggi dalam sejarahnya. Dengan kepergian Jan, klub akan terus berusaha untuk meningkatkan performa, terutama dalam menyiapkan diri untuk musim depan. “Kami percaya bahwa keberhasilan masa depan akan menjadi lebih baik, terutama dengan adanya pelatih baru yang mampu memimpin