Facing Challenges: Jasa Marga perkuat layanan berbasis teknologi utamakan keselamatan

Jasa Marga Tingkatkan Layanan Jalan Tol Berbasis Teknologi untuk Meningkatkan Keselamatan Pengguna

Facing Challenges – Jakarta – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mendorong transformasi melalui penerapan teknologi canggih. Perusahaan, yang berperan sebagai pemimpin pasar dalam pengelolaan jalan tol di Indonesia, fokus pada tiga aspek utama: keamanan pengguna, peningkatan infrastruktur, serta inovasi digital. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman berkendara yang lebih optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern.

Transformasi Infrastruktur Jadi Infraculture

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa perusahaan tengah melakukan perubahan mendasar dalam paradigma bisnis jalan tol. Menurutnya, transformasi ini bukan hanya terkait dengan teknologi, tetapi juga melibatkan pergeseran mindset dari sekadar membangun infrastruktur fisik menjadi pengembangan ekosistem pelayanan yang lebih terpadu. Ia menyebut pendekatan ini sebagai “infraculture,” yang berfokus pada kepuasan pengguna dan pengurangan risiko kecelakaan di jalan raya.

“Perubahan ini memengaruhi tidak hanya operasional internal perusahaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sehingga pengalaman berkendara menjadi lebih aman dan nyaman,” ujarnya saat menghadiri sesi diskusi dengan para akademisi dan praktisi di Jakarta, Sabtu.

Inovasi Teknologi untuk Memastikan Keselamatan

Menurut Rivan, tantangan utama dalam mewujudkan transformasi ini adalah menjamin pengalaman berkendara yang sempurna, terutama dalam hal keselamatan. Untuk mengatasi hal tersebut, Jasa Marga telah mengembangkan berbagai solusi teknologi, termasuk sistem pengawasan kendaraan berukuran besar (ODOL) yang meminimalkan risiko kerusakan jalan atau kecelakaan akibat penggunaan kendaraan melebihi batas. Sistem ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan pengelolaan jalan tol.

Beberapa inovasi lainnya antara lain Troops, yaitu sistem pengendalian internal yang dirancang untuk memastikan kualitas infrastruktur dan layanan selama operasional. Jasa Marga juga memperkenalkan JMTC (Jasamarga Tollroad Command Center) sebagai pusat pengawasan operasional terpadu, serta aplikasi Travoy sebagai platform digital yang menyediakan berbagai layanan bagi pengguna jalan tol. Aplikasi ini tidak hanya memudahkan akses informasi, tetapi juga memberikan fasilitas seperti pemesanan tiket, layanan darurat, dan pelacakan keberadaan kendaraan.

Kualitas Pelayanan dan Ekosistem Pemenuhan Kebutuhan

Menurut Rivan, keberhasilan Jasa Marga diukur dari kemampuannya dalam menciptakan nilai tambah (value creation) di setiap kilometer jalan yang dikelolanya. Hal ini terwujud melalui upaya seperti renovasi ulang area istirahat (rest area) yang kini dirancang sebagai destinasi wisata. Tidak lagi sekadar tempat singgah, rest area kini menjadi ruang untuk menikmati fasilitas lengkap, termasuk kafe, toko cemilan, dan area rekreasi.

Transformasi ini didukung oleh kemajuan teknologi dan integrasi layanan yang lebih komprehensif. “Kita harus selalu beradaptasi dengan ekspektasi masyarakat yang terus meningkat,” kata Rivan. Ia menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan tol menjadi prioritas utama, sekaligus membentuk dasar dari segala inovasi yang dilakukan. Perusahaan juga menekankan bahwa semangat melayani dengan tulus bukanlah pilihan, melainkan kewajiban yang dijalani oleh seluruh staf operasional (roadster) dalam memberikan kinerja terbaik kepada 3,5 juta kendaraan yang dilayani setiap hari.

Expert Sharing Session: Membangun Ekosistem Mobilitas Terintegrasi

Dalam rangkaian kegiatan yang diadakan di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) di Bekasi, Jasa Marga mengusung tema “Meningkatkan Customer Experience (CX) Melalui Mobilitas Cerdas, Berkelanjutan, dan Terhubung.” Sesi ini memberikan ruang bagi para akademisi dan praktisi untuk berbagi wawasan mengenai strategi peningkatan pengalaman pengguna dalam sistem transportasi modern.

Dua pembicara utama dalam acara tersebut adalah Prof. Mohammed Ali Berawi, seorang ahli transportasi, dan Prof. Rhenald Kasali, yang merupakan akademisi dan praktisi bisnis. Kedua tokoh ini membahas bagaimana ekosistem mobilitas yang cerdas dan terpadu dapat menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan jalan tol. Mereka juga menyoroti peran teknologi dalam menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan kemampuan infrastruktur.

Langkah-Langkah Strategis untuk Masa Depan Jalan Tol

Menurut Rivan, perusahaan terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi untuk memenuhi dinamika kebutuhan pengguna. Hal ini mencakup perbaikan sistem pengaturan lalu lintas, integrasi data real-time, serta penerapan AI dalam prediksi kebutuhan pengguna. “Kita perlu memastikan bahwa setiap perubahan yang dilakukan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengguna dan lingkungan sekitar,” tambahnya.

Beberapa inisiatif yang sedang dijalankan antara lain pembangunan jaringan jalan tol yang lebih aman, dengan penambahan sistem penerangan dan fasilitas penyelamatan darurat. Selain itu, Jasa Marga juga fokus pada pengurangan emisi karbon melalui penggunaan energi terbarukan di beberapa lokasi strategis. Upaya ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menciptakan mobilitas yang berkelanjutan dan terjangkau.

Pengembangan Pelayanan Berbasis Ekosistem Digital

Keterlibatan dalam Expert Sharing Session juga menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi dengan kalangan akademisi. Rivan menekankan bahwa dialog dengan para ahli dan praktisi menjadi sarana penting dalam mengembangkan strategi jangka panjang. “Kami terus mencari input dari berbagai pihak untuk memastikan solusi yang diberikan relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Program Travoy, sebagai contoh, diharapkan menjadi contoh inovasi yang dapat diaplikasikan secara luas di sektor transportasi. Aplikasi ini dirancang untuk menyediakan layanan 24 jam, termasuk informasi cuaca, pemantauan kemacetan, dan layanan darurat. Rivan menuturkan bahwa ekosistem digital ini tidak hanya mempercepat akses informasi, tetapi juga meningkatkan responsivitas perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pengguna secara real-time.

Komitmen pada Keselamatan dan Kepuasan Pengguna

Rivan juga menyoroti pentingnya keselamatan sebagai fondasi dari seluruh inovasi. Ia menjelaskan bahwa Jasa Marga terus meningkatkan standar keselamatan jalan tol dengan memanfaatkan sensor canggih dan sistem pemantauan kecepatan kendaraan. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah memastikan teknologi ini tidak hanya efisien, tetapi juga mudah dipahami oleh pengguna.

Dalam menjawab tantangan tersebut, perusahaan berupaya menyederhanakan interface aplikasi dan memberikan pelatihan kepada pengguna. “Kami percaya bahwa teknologi hanya efektif jika digunakan dengan benar,” katanya. Rivan menegaskan bahwa Jasa Marga tidak hanya bertujuan memperbaiki kualitas jalan tol, tetapi juga menjamin bahwa setiap pengguna merasa aman, nyaman, dan dihargai dalam setiap perjalanan.

Dengan pengembangan berkelanjutan ini, Jasa Marga berkomitmen untuk menjadi pengelola jalan tol yang tidak hanya memenuhi standar internasional, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang lebih maju. Dukungan dari kalangan akademisi dan prakt