Kebijakan Baru: KAI hadirkan WiFi 5G untuk kereta jarak jauh mulai Juni 2026
KAI Meluncurkan WiFi 5G untuk Kereta Jarak Jauh Mulai Juni 2026
Jakarta – Dalam upaya meningkatkan pengalaman penumpang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berencana menghadirkan jaringan internet 5G di dalam kereta api jarak jauh sejak bulan Juni 2026. Hal ini diumumkan oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, usai menandatangani MoU strategis dengan dua mitra, yaitu PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) dan PT Huawei Tech Investment (Huawei), di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, pada Rabu.
“Sekarang ini banyak keluhan soal kualitas internet di dalam kereta kurang memadai. Kalau streaming video terasa lambat, maka jaringan 5G bisa jadi solusi. Kami ingin menawarkan layanan internet lebih cepat dan stabil, mulai Juni-Juli mendatang,” terang Bobby.
Peluncuran WiFi 5G bertujuan memperkuat layanan hiburan di dalam kereta serta menjawab masalah koneksi yang sering dieluhkan pengguna. Dengan teknologi ini, penumpang diharapkan dapat menikmati akses internet berkualitas sepanjang perjalanan, terutama saat musim liburan tiba.
Sebagai langkah awal, KAI akan fokus pada rute yang ramai pengguna selama masa liburan, seperti Semarang-Jogja dan Surabaya. “Kereta utama seperti KA Taksaka dan KA Argo akan diprioritaskan terlebih dahulu,” jelas Bobby.
MoU untuk Pengembangan Teknologi 5G+AI
KAI, SURGE, dan Huawei sepakat menandatangani MoU untuk mendorong adopsi teknologi 5G+AI secara masif di sistem perkeretaapian Indonesia. Kesepakatan ini membuka peluang kolaborasi di tiga bidang utama:
-
Infrastruktur ICT: Memperkuat jaringan backbone, memperluas cakupan sinyal nirkabel di stasiun dan depo, serta menerapkan solusi Cloud untuk menunjang pertumbuhan layanan.
-
Jaringan 5G FRMCS: Meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional melalui sistem komunikasi mobile generasi kelima, termasuk proyek uji coba di jalur Rangkasbitung-Tanah Abang.
-
Detecti Gerbong Barang Berbasis AI: Menggunakan analisis video AI untuk mendeteksi gangguan secara otomatis, sehingga mengurangi kebutuhan inspeksi manual.
MoU ini juga bertujuan menjamin keberlanjutan bisnis dan fleksibilitas ekspansi layanan di masa depan. Bobby menegaskan, kehadiran teknologi 5G akan menjadi bagian integral dari transformasi KAI dalam memenuhi kebutuhan pelanggan modern.
