Main Agenda: Pusat kota cerdas dibangun di IKN kerja sama Korea Selatan-Indonesia

Kerja Sama Indonesia-Korea Selatan: Pembangunan Pusat Kota Cerdas di Ibu Kota Nusantara

Main Agenda – Kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan terus berkembang, terlihat dari pembangunan Smart City Cooperation Center (SCCC) atau pusat kota cerdas yang akan dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek ini melibatkan wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, sebagai bagian dari upaya mengembangkan konsep kota pintar di Indonesia. Pusat ini dirancang sebagai wadah kolaborasi teknologi antara kedua negara, menggabungkan inovasi modern dari Korea Selatan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Kepala Otorita IKN: Kunci Strategis Pengembangan IKN

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa SCCC menjadi salah satu program strategis dalam pembangunan IKN. Pada Jumat lalu, saat diwawancarai di Sepaku, Penajam Paser Utara, ia menjelaskan bahwa pusat ini akan berfungsi sebagai sarana pendidikan dan pengenalan teknologi kota cerdas dari Korea Selatan. “Kita berharap SCCC menjadi pusat kolaborasi yang mendukung pengembangan kota pintar Indonesia-Korea Selatan,” katanya. Dalam konteks ini, SCCC dianggap sebagai langkah penting untuk menciptakan lingkungan digital yang terpadu dan berkelanjutan di ibu kota baru.

“Pembangunan gedung SCCC berlangsung selama sepuluh bulan, dengan target selesai pada akhir 2027,” tambah Basuki Hadimuljono. Menurutnya, proyek ini tidak hanya memberikan contoh teknologi canggih, tetapi juga menjadi basis pengembangan ekosistem kota cerdas yang dapat diadopsi oleh daerah lain di Indonesia.

Dalam desain SCCC, terdapat beberapa komponen utama yang bertujuan memperkaya fungsi pusat tersebut. Di antaranya adalah laboratorium digital dan lingkungan, ruang demonstrasi solusi kota cerdas, serta area pengembangan ekosistem teknologi. Fasilitas ini akan beroperasi dalam dua lantai, dengan lantai pertama berisi ruang kontrol (control room) dan ruang pertemuan, sedangkan lantai kedua disediakan untuk pameran teknologi, serta ruang AI & Robotics Lab. Area luar bangunan akan dimanfaatkan sebagai bagian dari demonstrasi teknologi kota cerdas melalui urban farming, yang menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Anggaran Hibah dan Penyebaran Teknologi

Hibah kerja sama dari Korea Selatan untuk pembangunan SCCC mencapai 9,9 miliar Won Korea Selatan (KRW) atau sekitar Rp115,94 miliar. Anggaran ini terbagi, di mana 5,5 miliar KRW atau Rp64,41 miliar dialokasikan untuk pembangunan gedung. Total luas bangunan mencapai 1.098 meter persegi, dengan konsep desain yang menekankan integrasi antara teknologi dan kebutuhan masyarakat. Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi simbiosis antara inovasi teknologi dan kehidupan sehari-hari, menciptakan ruang yang mendukung penelitian serta penerapan solusi modern.

Kerja sama lainnya mencakup penyusunan Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol oleh Korea Institute of Construction Technology (KICT), serta program Nusantara Smart City Forum dan Capacity Building Program yang dikelola oleh University of Seoul. Dengan adanya SCCC, diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan dan pengembangan kapasitas di sektor kota pintar. Selain itu, proyek ini juga menjadi platform untuk membangun jejaring akademik dan industri antara kedua negara.

Proyek yang Menjadi Teladan

Direktur MoLIT Korea Selatan Choi Jung-won menjelaskan bahwa SCCC dirancang untuk mendukung transfer teknologi dan penguatan kapasitas dalam bidang kota cerdas. Ia menyoroti bahwa Korea Selatan telah memiliki pengalaman dalam membangun kota pintar, seperti Sejong, yang menjadi contoh sukses. “IKN memiliki peluang besar untuk menjadi kota pintar yang serupa dengan Sejong, sekaligus menjadi mitra strategis dalam mempercepat transformasi kota di Indonesia,” kata Choi. Proyek ini diharapkan menjadi ruang kerja sama jangka panjang, terutama dalam pengembangan teknologi kota cerdas yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Pembangunan SCCC juga menjadi bagian dari upaya menjadikan IKN sebagai pusat kehidupan yang berkelanjutan. Fasilitas urban farming di luar gedung, misalnya, dirancang untuk menunjukkan bagaimana teknologi modern dapat diterapkan dalam pertanian perkotaan. Sementara laboratorium digital dan lingkungan akan menjadi tempat penelitian terkait inovasi teknologi yang ramah lingkungan. “SCCC akan memperkuat kerja sama bilateral dalam menciptakan kota yang lebih efisien dan ramah teknologi,” tambah Choi. Proyek ini menunjukkan komitmen Korea Selatan untuk mendukung Indonesia dalam menghadapi tantangan perkembangan kota yang cepat.

Konteks dan Harapan Jangka Panjang

Kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan dalam proyek SCCC bukan hanya sekadar transfer teknologi, tetapi juga upaya membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan inovasi. Pusat ini diharapkan menjadi bentuk kolaborasi yang berkelanjutan, dengan fokus pada penerapan solusi cerdas di berbagai sektor, termasuk pendidikan, infrastruktur, dan kehidupan masyarakat. Basuki Hadimuljono menekankan bahwa SCCC akan menjadi pilar penting dalam mempercepat peningkatan kualitas hidup di IKN.

Dengan konsep yang terintegrasi, SCCC akan memberikan contoh nyata bagaimana kota cerdas dapat menggabungkan teknologi dan keberlanjutan. Proyek ini diharapkan menjadi model yang bisa diadopsi oleh kota-kota lain di Indonesia, terutama dalam menghadapi masalah lingkungan, transportasi, dan pengelolaan sumber daya. Choi Jung-won mengatakan, “Korea Selatan akan terus mendukung Indonesia dalam upaya transformasi kota pintar, terutama melalui kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan.” Dengan demikian, SCCC tidak hanya mengutamakan pengembangan teknologi, tetapi juga memperkuat hubungan bilateral antara dua negara.

Pembangunan SCCC di IKN akan memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan kota pintar di Indonesia. Selain menciptakan ruang kerja sama, proyek ini juga menjadi simbol komitmen dalam mendukung keberlanjutan ekosistem kota. Dengan berbagai fasilitas yang dirancang secara menyeluruh, SCCC diharapkan menjadi pusat inovasi yang mampu memberikan solusi untuk masalah-masalah kota, seperti pengurangan pol