Topics Covered: RUPSLB Phapros setujui perubahan susunan komisaris dan direksi

RUPSLB Phapros Setujui Penyesuaian Susunan Komisaris dan Direksi

Topics Covered – Penyesuaian struktur kepemimpinan PT Phapros Tbk (PEHA) terjadi setelah rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Jakarta, Kamis, 27 April 2026. Acara tersebut menyetujui penunjukan ulang serta perubahan susunan dewan komisaris dan direksi, sebagai langkah untuk memperkuat arah pengembangan perusahaan. Corporate Secretary Phapros, Zahmilia Akbar, menjelaskan bahwa keputusan ini melibatkan pengunduran diri beberapa anggota dewan yang telah menjabat selama periode 2021-2026.

Kepemimpinan Baru dan Pemecatan Anggota Lama

Dalam keputusan RUPSLB, Komisaris Utama sebelumnya, Maxi Rein Rondonuwu, serta Komisaris Independen Chrisma Aryani Albandjar, diberhentikan dengan hormat. Selain itu, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM Yudhi Rangkuti juga ditukar. Perubahan ini menandai akhir dari era kepemimpinan mereka yang selama lima tahun terakhir menemani perusahaan melalui berbagai tantangan.

Di sisi lain, dewan komisaris dan direksi baru telah disahkan. Nama-nama yang diangkat termasuk Alfi N Rustam sebagai Komisaris Utama, Nurjayanto Kusumawardhono dan Bimo Wijayanto sebagai Komisaris Independen, serta Masrizal Achmad Syarief sebagai Komisaris. Di lini direktur, Intan Abdams Katoppo ditunjuk sebagai Direktur Utama, menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh seseorang lain. Sementara itu, Ferdinand Troedu menjadi Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM. Keempat nama ini kini menjadi bagian dari struktur manajemen yang baru.

Susunan Manajemen Baru

Keputusan RUPSLB 2026 menghasilkan susunan manajemen yang lebih kompeten. Berikut daftar susunan baru: – Komisaris Utama: Alfi Novtriansyah Rustam – Komisaris Independen: Nurjayanto Kusumawardhono – Komisaris Independen: Bimo Wijayanto – Komisaris: Masrizal Achmad Syarief – Direktur Utama: Intan Abdams Katoppo – Direktur Produksi: Ida Rahmi Kurniasih – Direktur Pemasaran: Maraja Jeson Siregar – Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM: Ferdinand Troedu

Perubahan ini mencerminkan penyesuaian yang lebih terarah untuk mendukung pertumbuhan perusahaan. Intan Abdams Katoppo, yang menjabat sebagai Direktur Utama, memiliki latar belakang yang kuat dalam kepemimpinan korporasi. Ia pernah memimpin perusahaan swasta maupun badan usaha milik negara (BUMN), sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif pada operasional Phapros.

Penjelasan Zahmilia Akbar

Zahmilia Akbar, Corporate Secretary Phapros, menyampaikan apresiasi kepada komisaris dan direksi sebelumnya. Ia mengatakan, periode lima tahun terakhir menjadi masa uji coba bagi Phapros dalam menghadapi perubahan pasar dan meningkatkan kinerja. “Kami terima kasih atas kontribusi mereka yang telah membawa perusahaan melewati fase sulit,” tambah Zahmilia. Ia juga menegaskan bahwa perubahan dewan komisaris dan direksi bertujuan memperbarui dinamika kepemimpinan, sehingga kemajuan bisnis bisa terus dijaga.

“Phapros terus berkomitmen untuk memberikan produk dan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat Indonesia, sekaligus menargetkan pertumbuhan positif sebagai korporasi yang profesional dan sehat. Menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan adalah prioritas utama kami,” ujar Zahmilia.

Menurut Zahmilia, penyegaran ini bertujuan menjaga konsistensi transformasi bisnis yang telah dijalani Phapros. Ia menegaskan bahwa perusahaan ingin meneruskan momentum pertumbuhan yang terlihat sejak 2025, di mana kinerja keuangan mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Dengan susunan baru, Phapros diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku industri kesehatan yang paling dinamis.

Background Perusahaan

PT Phapros Tbk, yang merupakan anak usaha dari PT Kimia Farma (Persero) Tbk, bergerak di bidang industri farmasi dan kesehatan. Perusahaan ini berperan penting dalam produksi obat-obatan dan suplemen kesehatan yang diperlukan masyarakat Indonesia. Sebagai bagian dari keluarga BUMN, Phapros juga diharapkan menjadi pilar dalam pembangunan sektor kesehatan nasional.

Perubahan ini tidak hanya terjadi di tingkat direktur, tetapi juga mencakup kebijakan strategis yang lebih mumpuni. Dengan mengganti beberapa anggota dewan, Phapros ingin menghadirkan perspektif baru dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif. Selain itu, penyesuaian ini juga menjadi langkah untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan perusahaan.

Menurut analisis, tukar-menukar susunan komisaris dan direksi menjadi strategi umum perusahaan besar untuk memperkuat arah pengembangan jangka panjang. Dengan adanya perubahan, Phapros berharap dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperluas pasar, serta menarik investasi baru. Kepemimpinan baru juga akan membawa keberagaman dalam pengambilan keputusan, sehingga bisa menghadirkan inovasi di berbagai sektor bisnis perusahaan.

Keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada kolaborasi antara seluruh lapisan manajemen dan stakeholder. Zahmilia menekankan bahwa keputusan RUPSLB merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk tetap menjadi pemain utama di industri kesehatan. Dengan susunan baru yang lebih terstruktur, Phapros diharapkan bisa memenuhi ekspektasi masyarakat sebagai penyedia layanan kesehatan yang andal dan berkelanjutan.