Melihat keseruan tradisi Ngubek Empang di Depok

Melihat keseruan tradisi Ngubek Empang di Depok

Melihat keseruan tradisi Ngubek Empang di Depok – Tradisi Ngubek Empang, yang merupakan bagian dari budaya Betawi, kembali dihidupkan di Kota Depok, Jawa Barat, pada Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini diadakan oleh Pemerintah Kota Depok (Pemkot Depok) sebagai bagian dari rangkaian perayaan Lebaran yang bertujuan untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional dan identitas budaya lokal. Di Tapos, sebuah kawasan di Depok, sejumlah warga berkumpul untuk melakukan aktivitas yang khas ini, yang menunjukkan kehangatan dan keakraban masyarakat dengan kebiasaan purba mereka.

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar

Ngubek Empang adalah tradisi menangkap ikan dengan cara tradisional yang dilakukan di sungai atau empang, khususnya pada masa Lebaran. Aktivitas ini bukan hanya sekadar kegiatan rekreasi, tetapi juga merupakan upaya untuk mengajarkan generasi muda tentang cara hidup yang harmonis dengan alam dan lingkungan. Selama acara, para peserta berusaha menangkap ikan menggunakan alat-alat sederhana seperti jaring dan kail, sambil memperhatikan teknik serta kebiasaan yang telah turun temurun.

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar

Pemkot Depok menyadari bahwa perlindungan budaya lokal sangat penting dalam menghadapi perubahan zaman. Mereka menganggap Ngubek Empang sebagai salah satu bagian dari warisan budaya Betawi yang harus dilestarikan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan sosial di antara warga sekitar, karena dilakukan secara kolaboratif dan melibatkan berbagai kelompok usia. Selain itu, acara tersebut menjadi ajang bagi masyarakat untuk menunjukkan kebanggaan terhadap warisan budaya mereka.

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar

Tradisi Ngubek Empang memang tidak hanya tentang menangkap ikan, tetapi juga tentang kebersamaan dan keberlanjutan. Sejak dulu, masyarakat Betawi menganggap sungai sebagai sumber kehidupan yang perlu dijaga. Dalam kegiatan ini, mereka menyisipkan kegiatan budaya seperti tarian tradisional, pertunjukan musik, dan makanan khas Betawi sebagai bagian dari perayaan. Pemkot Depok juga memberikan bantuan berupa perlengkapan yang diperlukan agar kegiatan bisa berjalan lancar.

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar

Kebudayaan Betawi memiliki banyak elemen yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam ritual-ritual tertentu. Ngubek Empang adalah salah satu contoh yang menunjukkan bagaimana masyarakat menggabungkan kehidupan ekonomi dan keagamaan dalam satu acara. Selama perayaan Lebaran, acara ini menjadi sarana untuk merayakan kemenangan, sekaligus menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam satu kegiatan yang bermakna.

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar

Sejumlah warga yang hadir dalam kegiatan Ngubek Empang pada 5 Mei 2026 menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tidak hanya berpartisipasi dalam menangkap ikan, tetapi juga terlibat dalam diskusi tentang pentingnya menjaga kelestarian tradisi. Seorang peserta, Ibu Siti, mengungkapkan bahwa acara ini membawa kenangan akan masa kecilnya ketika masih sering menghabiskan waktu di tepi sungai. “Ngubek Empang mengingatkanku akan kehidupan yang sederhana, tetapi penuh makna,” katanya.

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar

Dalam upacara ini, Pemkot Depok berperan aktif untuk memastikan tradisi tetap hidup. Mereka bekerja sama dengan komunitas setempat untuk memperkuat partisipasi masyarakat. Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menyebarluaskan informasi tentang budaya Betawi kepada turis dan pengunjung lainnya. Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya merayakan tradisi mereka, tetapi juga memperkenalkan warisan budaya ini kepada dunia luar.

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar

Ngubek Empang memiliki nilai-nilai yang mendalam. Selain menyatukan masyarakat, kegiatan ini juga mengajarkan tentang keberlanjutan lingkungan. Para peserta menangkap ikan dengan cara yang tidak merusak ekosistem, sehingga bisa dinikmati secara berkelanjutan. Pemkot Depok memilih Tapos sebagai lokasi karena area tersebut merupakan tempat yang cocok untuk tradisi ini, dan juga memiliki sejarah yang berkaitan dengan kehidupan Betawi.

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar

Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan seperti Ngubek Empang menjadi fokus utama Pemkot Depok. Mereka berupaya agar tradisi tidak hanya diwariskan secara lisan, tetapi juga diabadikan melalui dokumentasi visual. Sebagai contoh, dalam foto udara yang diambil pada 5 Mei 2026, para peserta terlihat berkolaborasi dalam menangkap ikan, yang mencerminkan kerja sama dan kekompakan komunitas. “Tradisi seperti ini memperkaya pengalaman hidup kita, dan harus dijaga agar tidak hilang,” tutur seorang panitia kegiatan.

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar

Para peserta Ngubek Empang juga menjalani beberapa ritual khas, seperti doa sebelum memulai aktivitas. Ritual ini dilakukan untuk memohon berkat dan keselamatan selama proses menangkap ikan. Selain itu, masyarakat menghiasi area dengan bunga dan hiasan tradisional, sehingga menciptakan suasana yang penuh semangat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa budaya Betawi tetap relevan dan hidup di tengah kehidupan modern.

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar

Melalui Ngubek Empang, Pemkot Depok berharap masyarakat tetap memahami makna budaya yang terkandung dalam kegiatan tersebut. Dengan mempertahankan tradisi, kota ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga keanekaragaman budaya. Kegiatan ini juga memberikan pelajaran tentang pentingnya kebersamaan dan persatuan dalam menghadapi tantangan zaman. “Ini bukan sekadar acara, tetapi juga pengingat untuk terus hidup dalam nilai-nilai luhur,” tambah seorang pemimpin acara.

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar

Kegiatan yang diadakan di Tapos ini menarik perhatian banyak orang, termasuk turis dari berbagai daerah. Mereka tertarik untuk melihat cara masyarakat Betawi merayakan Lebaran secara tradisional. Di samping itu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempromosikan Kota Depok sebagai destinasi budaya yang kaya. Pemkot Depok berharap bahwa Ngubek Empang bisa menjadi bagian dari atraksi wisata yang menarik dan bernilai tinggi.

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar

Ngubek Empang memperlihatkan bagaimana budaya lokal bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi sumber kebanggaan bagi warga Depok. Dengan adanya