Kunjungan Penting: Ditjen Imigrasi deportasi 13 WNA Jepang terlibat scamming pekan ini

Ditjen Imigrasi Deportasi 13 WNA Jepang terlibat Skema Penipuan Pekan Ini

Jakarta – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), telah merencanakan pemulangan 13 warga negara asing (WNA) dari Jepang yang terlibat dalam aktivitas penipuan daring di Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selama minggu ini. Menurut Arief Eka Riyanto, Kepala Subdirektorat Pengawasan Ditjen Imigrasi, pendeportasian akan berlangsung pada 15 April 2026.

“Untuk 13 WNA Jepang yang melakukan scamming di Bogor, akan dideportasi tanggal 15 bulan ini (April-red),” ujarnya di Jakarta, Senin.

Penangkapan terhadap 13 pelaku skema penipuan tersebut dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor pada 2 Maret 2026. Tim intelijen dan penindakan berhasil mengamankan para pelaku dari tiga lokasi berbeda di wilayah Sentul City. Mereka diduga menjalankan aktivitas penipuan daring secara terstruktur.

Menurut hasil pemeriksaan, para pelaku menargetkan korban yang tinggal di Indonesia. Mereka berpura-pura menjadi petugas kepolisian Jepang untuk memperdaya calon korban. Modus operandi mencakup intimidasi melalui panggilan telepon dan video call dengan aplikasi LINE. Korban kemudian diarahkan mengakses situs web palsu yang menyerupai surat perintah penangkapan dari otoritas Jepang, lalu diminta menunjukkan data keuangan, mencairkan investasi, dan mentransfer dana dalam jumlah besar.

Dalam operasi Wirawaspada 2026, yang berlangsung dari 7 hingga 11 April, Ditjen Imigrasi mengamankan 346 WNA yang melanggar aturan keimigrasian. Dari jumlah tersebut, 13 orang berasal dari Jepang, sementara 183 orang lainnya dari Tiongkok, 21 orang dari Pakistan, dan 20 orang dari Nigeria. Proses pemeriksaan terhadap 13 WNA Jepang sedang berlangsung.

Arief menambahkan bahwa selama operasi, kepulangan para WNA dikawal oleh petugas imigrasi dan ditemani oleh petugas imigrasi Jepang. “Proses kepulangan mereka dikawal petugas imigrasi dan ditemani petugas imigrasi Jepang,” jelasnya.