Humaniora

22 penerbangan di Bandara Radin Inten dibatalkan akibat abu Krakatau

khrisna-edit-1788682473-8f752485bc
Foto : Rina Maulana - programamal.com
Daftar Isi
  1. Abu Vulkanik Krakatau Lumpuhkan 22 Penerbangan di Radin Inten II
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Abu Vulkanik Krakatau Lumpuhkan 22 Penerbangan di Radin Inten II

Programamal.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali mengguncang aktivitas penerbangan di kawasan Lampung dan sekitarnya. Pada Minggu (6/9), sebanyak 22 jadwal penerbangan dari berbagai maskapai yang melayani Bandara Internasional Radin Inten II terpaksa dibatalkan setelah sebaran abu vulkanik memasuki koridor udara yang menjadi jalur lintasan pesawat. Keputusan pembatalan ini berlaku hingga pukul 18.00 WIB, sebagaimana tertuang dalam NOTAM Nomor B1125/26 (NOTAMR B1124/26) yang diterbitkan otoritas penerbangan.

Keputusan Dikeluarkan Demi Keselamatan

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, menjelaskan bahwa pembatalan dilakukan karena abu vulkanik dari erupsi GAK telah menyebar ke jalur penerbangan dan mengganggu operasional bandara secara langsung. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam penerbangan.

“Pembatalan penerbangan ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat.”

Abu vulkanik, meski tampak seperti debu biasa, mengandung partikel kaca vulkanik mikro yang dapat meleleh di dalam mesin jet bersuhu tinggi. Ketika partikel tersebut mencair dan kemudian memadat kembali di permukaan kompresor, mereka dapat mengikis bilah turbin dan menyebabkan kehilangan daya mesin secara tiba-tiba. Inilah mengapa otoritas penerbangan di seluruh dunia menerapkan standar ketat: begitu abu terdeteksi di koridor udara, penerbangan dihentikan sampai kondisi kembali aman.

Daftar Penerbangan yang Dibatalkan

Dari total 22 jadwal yang terdampak, sejumlah maskapai nasional dan internasional terdampak langsung. Berikut rincian rute yang dibatalkan pada hari tersebut:

Garuda Indonesia: Penerbangan 073 (Lampung–Jakarta/Cengkareng), 075 (Lampung–Jakarta/Cengkareng), dan 072 (Cengkareng–Lampung).

Citilink Indonesia: Penerbangan 904 (Cengkareng–Lampung), 905 (Cengkareng–Lampung), 992 (Cengkareng–Lampung), dan 993 (Lampung–Jakarta/Cengkareng).

Indonesia Air Asia: Penerbangan 178 (Lampung–Jakarta/Cengkareng), 179 (Cengkareng–Lampung), 176 (Cengkareng–Lampung), dan 177 (Lampung–Jakarta/Cengkareng).

Lion Air: Penerbangan 241 (Cengkareng–Lampung), 172 (Cengkareng–Lampung), dan 173 (Lampung–Jakarta/Cengkareng).

Transnusa: Penerbangan 5203 (Cengkareng–Lampung), 5204 (Lampung–Jakarta/Cengkareng), 5205 (Cengkareng–Lampung), 5206 (Lampung–Jakarta/Cengkareng), 661 (Lampung–Kuala Lumpur), dan 662 (Kuala Lumpur–Lampung).

Batik Air: Penerbangan 6710 (Cengkareng–Lampung) dan 6711 (Lampung–Jakarta/Cengkareng).

Imbauan kepada Penumpang

Kiki Eprina Arieanti mengimbau masyarakat yang memiliki jadwal keberangkatan melalui Bandara Internasional Radin Inten II untuk aktif memantau informasi terkini dan berkoordinasi langsung dengan maskapai masing-masing guna memastikan status penerbangan. Ia menambahkan bahwa pihak pengelola bandara secara berkala memperbarui informasi operasional sehingga penumpang dapat memperoleh data paling akurat sebelum tiba di terminal.

Lima Bandara Lain Juga Ditutup Sementara

Dampak erupsi GAK tidak terbatas pada satu titik. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan bahwa total enam bandara di Indonesia ditutup sementara karena terdampak abu vulkanik yang mengancam keselamatan operasional penerbangan. Selain Bandara Radin Inten di Lampung, lima bandara lainnya yang dihentikan operasionalnya adalah:

Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Pondok Cabe Jakarta, Bandara Budiarto Curug Tangerang, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Penutupan serentak di enam titik ini menunjukkan bahwa kolom abu dari GAK menyebar cukup luas untuk mengganggu koridor udara di wilayah Jawa Barat dan Lampung secara bersamaan. Kondisi semacam ini bukan hal baru bagi kawasan tersebut; Gunung Anak Krakatau, yang terletak di Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra, tercatat sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Sejak muncul kembali pada tahun 1927, GAK telah mengalami puluhan erupsi dengan intensitas bervariasi, dan setiap kali kolom abu mencapai ketinggian tertentu, otoritas penerbangan nasional menerbitkan NOTAM untuk menutup sementara koridor udara terdampak.

Bagi warga Lampung dan sekitarnya, frekuensi kejadian semacam ini menuntut kesiapsiagaan. Penumpang disarankan menyimpan nomor layanan pelanggan maskapai, memahami kebijakan pengembalian atau penjadwalan ulang tiket, serta mengikuti kanal informasi resmi bandara dan otoritas penerbangan agar tidak terjebak di terminal tanpa kejelasan jadwal. Sementara itu, bagi sektor logistik dan pariwisata yang bergantung pada konektivitas udara, setiap jam penutupan berarti potensi kerugian ekonomi yang harus diantisipasi melalui perencanaan cadangan rute darat atau penundaan jadwal.

Hingga pukul 18.00 WIB pada hari tersebut, seluruh aktivitas penerbangan di Radin Inten II dihentikan. Pemulihan operasional bergantung pada pemantauan berkelanjutan terhadap konsentrasi abu di koridor udara dan keputusan otoritas penerbangan sipil. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, serta memastikan informasi yang diterima berasal dari kanal resmi bandara atau maskapai terkait.

Frequently Asked Questions

What is 22 penerbangan di Bandara Radin Inten?

22 penerbangan di Bandara Radin Inten is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 22 penerbangan di Bandara Radin Inten matter?

22 penerbangan di Bandara Radin Inten matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Rina Maulana - programamal.com

Rina Maulana - programamal.com

Rina Maulana adalah aktivis sosial yang aktif dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga prasejahtera. Ia telah terlibat dalam berbagai program pelatihan dan bantuan ekonomi mikro.

Tulisan Rina banyak berfokus pada dampak sosial dari donasi terhadap kehidupan masyarakat.