Important Visit: Menhaj RI terima kepulangan jamaah haji kloter 17 di Makassar

Menhaj RI terima kepulangan jamaah haji kloter 17 di Makassar

Important Visit –

Di Makassar, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Moch. Irvan Yusuf, menghadiri proses pengembalian jamaah haji dari Kloter 17 Debarkasi Makassar, Sulawesi Selatan, dan langsung menyerahkan mereka kepada petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah di Asrama Haji Sudiang. Acara ini berlangsung pada hari Minggu, dengan Menhaj menyampaikan pesan semangat kepada para jamaah yang telah menyelesaikan ibadah haji. “Selamat datang kepada seluruh jamaah yang telah kembali ke tanah air setelah menunaikan rangkaian ibadah haji yang panjang, semoga semuanya dapat menjaga kemabruran hajinya,” ujarnya.

Pesan tentang peningkatan kualitas ibadah

Moch. Irvan Yusuf mengingatkan bahwa keberhasilan ibadah haji tidak hanya diukur dari keselamatan fisik, tetapi juga dari perubahan perilaku sosial dan spiritual para jamaah setelah kembali. “Salah satu ciri haji mabrur adalah semakin baik ibadahnya, semakin baik perilakunya, semakin baik cara bermasyarakatnya, dan semakin baik pergaulannya di lingkungan sekitar,” katanya dalam sambutan. Menurut Menhaj, pengalaman di Tanah Suci diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, baik melalui kualitas ibadah maupun komitmen pada nilai-nilai keagamaan.

Di tengah proses pengembalian, Menhaj juga menyampaikan apresiasi kepada petugas haji yang masih bertugas di Arab Saudi. Ia menekankan bahwa dedikasi dan profesionalitas mereka menjadi kunci keberhasilan pemulangan jemaah. “Petugas haji yang bekerja di Tanah Suci wajib terus menjaga semangat pengabdian hingga jemaah terakhir pulang ke Indonesia,” tutur Moch. Irvan Yusuf. Ia menyebutkan, kerja keras para petugas memastikan keamanan dan kenyamanan selama perjalanan, bahkan hingga akhir hayat mereka.

Kelengkapan prosesi pengembalian

Usai menyampaikan pesan, Menhaj secara simbolis menyerahkan jemaah haji Kloter 17 kepada PPIH Daerah. Prosesi ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Makassar, Ikbal Ismail, serta perwakilan pemerintah setempat seperti Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Sinjai Ratnawati Arif, dan Asisten I Pemerintah Kabupaten Bone Yasmin Tahir. Kepala Asrama Haji Makassar, Zulkifli Hijas, juga hadir untuk menyaksikan momen penting ini.

Dalam suasana yang penuh syukur, acara diwarnai oleh penghormatan terhadap almarhumah dr. Fitri Rizkyani, yang meninggal dunia selama pelayanan haji. Pengingat ini mengingatkan bahwa kesuksesan penyelenggaraan haji dijalani dengan pengorbanan dan pengabdian para petugas, yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik hingga akhir hayatnya.

Detail kepulangan Kloter 17

Kloter 17 Debarkasi Makassar tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada pukul 07.02 WITA, dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 1417. Rombongan ini terdiri dari jemaah yang berasal dari Kota Makassar, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Sinjai. Berdasarkan data dari PPIH Debarkasi Makassar, total 391 jemaah dan petugas berhasil pulang, dengan rincian 133 laki-laki dan 258 perempuan.

Bagian dari jumlah tersebut, 164 orang berasal dari Kota Makassar, 177 dari Kabupaten Bone, dan 44 dari Kabupaten Sinjai. Dalam sejarah penyelenggaraan haji, Kloter 17 ini menjadi bagian dari rangkaian keberangkatan yang diatur secara terstruktur. Menhaj menyebutkan bahwa pengembalian jamaah dilakukan dengan sistematis, memastikan semua prosedur kesehatan dan logistik berjalan lancar.

Dua jamaah yang belum kembali

Menurut informasi terbaru dari PPIH Debarkasi Makassar, dari total 393 jemaah dan petugas yang diberangkatkan, dua orang belum pulang bersama rombongan. Satu di antaranya adalah jamaah asal Kota Makassar, Rasmi Undu Karodda (76 tahun), yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Makkah. Sementara jamaah lain, Andi Kanda Rappang (64 tahun), meninggal dunia di Tanah Suci pada 30 Mei 2026.

Kehadiran jamaah yang masih dalam perawatan atau berpulang ke tanah air menjadi bagian dari proses yang kompleks. Menhaj mengakui bahwa perjalanan haji bisa menguji ketahanan fisik dan mental jemaah, terutama dalam kondisi yang tidak terduga. “Meski ada yang terus di Arab Saudi, kami tetap optimis bahwa semua akan selesai dengan baik,” katanya.

Komentar dari para petugas

Ikbal Ismail, Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Makassar, mengapresiasi kerja keras seluruh petugas haji. “Kepulangan Kloter 17 menunjukkan konsistensi dan kehandalan tim kami,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa selama pelayanan, petugas di Arab Saudi terus berkoordinasi dengan pihak lokal untuk memastikan kesehatan dan kebutuhan jemaah terpenuhi.

Menhaj juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penyelenggaraan haji. “Pemangku kepentingan harus selalu solid, agar tidak ada hambatan dalam pengembalian jamaah,” tegasnya. Dengan kerja sama yang baik, pihaknya yakin keberhasilan penyelenggaraan haji bisa tercapai, termasuk dalam menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah.

Persiapan sebelum kepulangan

Sebelum kepulangan, PPIH Debarkasi Makassar melakukan berbagai persiapan untuk memastikan keberangkatan berjalan lancar. Hal ini mencakup pemeriksaan kesehatan, pengurusan dokumen, dan koordinasi dengan maskapai penerbangan. “Proses ini memerlukan konsentrasi tinggi, karena kesehatan jamaah menjadi prioritas utama,” jelas Zulkifli Hijas, Kepala Asrama Haji Makassar.

Menhaj menambahkan bahwa pengembalian jamaah haji bukan hanya tugas teknis, tetapi juga bagian dari komitmen nasional untuk menyelenggarakan ibadah secara berkelanjutan. “Kepulangan mereka membawa semangat baru bagi masyarakat, yang harus dijaga dengan baik,” katanya. Dalam kesempatan ini, ia juga meminta seluruh pihak terus meningkatkan kualitas layanan haji, agar bisa memberikan pengalaman terbaik bagi jemaah.

Acara yang dihadiri oleh ribuan jamaah ini menjadi penutup dari rangkaian keberangkatan kloter haji dari Makassar. Dengan keberhasilan pemulangan, PPIH mengharapkan bahwa jemaah dapat melanjutkan peran sosial mereka, sebagai contoh bagi masyarakat. Menhaj pun berharap bahwa pengalaman di Tanah Suci akan terus menginspirasi kualitas ibadah dan cara berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai penutup, keberhasilan Kloter 17 di Makassar menjadi bukti bahwa sistem penyelenggaraan haji di Indonesia terus berkembang. Dengan penggunaan teknologi dan peningkatan komunikasi, pihak penyelenggara dapat memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang mampu mengelola ibadah haji secara profesional.