Latest Program: KA Dharmawangsa Layani 180.784 Pelanggan, KAI Perkuat Akses Subang di Lintas Utara Jawa

KA Dharmawangsa Perkuat Mobilitas Masyarakat Subang di Lintas Utara Jawa

Latest Program – Seiring peningkatan kebutuhan transportasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mengembangkan aksesibilitas di jalur utara Jawa melalui relasi KA Dharmawangsa. Sebagai bagian dari upaya tersebut, stasiun Pegaden Baru menjadi pusat perjalanan penting bagi sekitar 1,67 juta penduduk Kabupaten Subang, daerah yang meliputi luas 2.051,76 km². Lokasi ini menyediakan hubungan langsung dengan kota-kota utama seperti Jakarta, Cirebon, Semarang, dan Surabaya, meningkatkan kemudahan akses bagi masyarakat setempat.

KAI Kembangkan Infrastruktur Transportasi

Relasi KA Dharmawangsa Pasar Senen–Surabaya Pasarturi PP berperan krusial dalam menghubungkan kawasan utara Jawa dengan kota-kota besar. Dalam lima bulan pertama tahun 2026 (Januari–Mei), jumlah penumpang yang menggunakan layanan ini mencapai 180.784 orang, naik 5,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 170.760 pelanggan. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa KA Dharmawangsa menjadi alternatif utama bagi masyarakat yang membutuhkan perjalanan lintas Jakarta–Surabaya.

“KA Dharmawangsa memberikan pilihan perjalanan yang nyaman di lintas utara Jawa. Layanan ini menghubungkan banyak daerah penting dan mendukung mobilitas pelanggan untuk perjalanan keluarga, pekerjaan, pendidikan, maupun wisata,” ujar Anne.

Keberadaan KA Dharmawangsa tidak hanya mempercepat perpindahan antar kota, tetapi juga memperkuat konektivitas wilayah Subang yang memiliki posisi geografis strategis. Daerah ini terdiri dari tiga zona: utara yang berbatasan dengan Pantura dan laut, tengah sebagai pusat administrasi, serta selatan yang kaya akan dataran tinggi dan destinasi wisata alam. Karakteristik ini menciptakan kebutuhan transportasi yang beragam, mulai dari kegiatan sehari-hari hingga perjalanan jangka panjang.

Kelas Layanan Meningkatkan Kualitas Perjalanan

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, KAI menawarkan dua kelas layanan: Eksekutif dan Ekonomi New Generation Modifikasi. Di kelas Eksekutif, setiap kereta dilengkapi 50 kursi dengan konfigurasi 2-2 searah perjalanan. Kursi ini memiliki fitur seperti sandaran yang bisa direbahkan, kemampuan putar, dan bantalan tangan yang fleksibel, serta pijakan kaki untuk meningkatkan kenyamanan.

Kelas Ekonomi New Generation Modifikasi, yang dikembangkan oleh Balai Yasa Manggarai, memiliki konfigurasi 72 kursi model captain seat dengan pengaturan 2-2. Setiap penumpang mendapat fasilitas sandaran tangan, sistem pendingin udara sentral, serta ruang perjalanan yang lebih nyaman dibandingkan generasi sebelumnya. Anne Purba menjelaskan bahwa modifikasi ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk meningkatkan pengalaman perjalanan pelanggan.

“Ekonomi New Generation Modifikasi merupakan bagian dari peningkatan layanan KAI agar pelanggan mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih baik. Rangkaian ini merupakan hasil pengembangan internal melalui Balai Yasa Manggarai,” kata Anne.

Dengan perubahan ini, KA Dharmawangsa tidak hanya fokus pada kecepatan, tetapi juga kenyamanan. Peningkatan fasilitas yang ditawarkan mendukung mobilitas masyarakat dalam berbagai skenario, seperti kebutuhan pribadi, pendidikan, atau bisnis. Selain itu, penggunaan teknologi modern dalam konfigurasi kursi dan sistem pendingin memberikan nilai tambah bagi penumpang yang mengutamakan efisiensi.

Pegaden Baru sebagai Simpul Utama

Di antara serangkaian stasiun yang dilayani KA Dharmawangsa, Pegaden Baru memegang peran sentral bagi masyarakat Kabupaten Subang. Stasiun ini menjadi titik masuk utama bagi warga yang ingin bepergian ke Jakarta, Cirebon, Semarang, atau Surabaya tanpa harus transit di kota lain. Dalam Januari–Mei 2026, jumlah penumpang yang naik di Pegaden Baru mencapai 26.369 orang, naik 9,10 persen dari 24.169 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025.

Sebaliknya, jumlah penumpang yang turun di stasiun ini mencapai 26.616 orang, meningkat 10,66 persen dibandingkan 24.053 pelanggan pada Januari–Mei 2025. Secara total, aktivitas penumpang di Pegaden Baru mencapai 52.985 orang, naik 9,88 persen dari 48.222 pelanggan di tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa stasiun ini semakin menjadi pilihan utama untuk kebutuhan transportasi masyarakat Subang.

Subang, yang memiliki sejarah panjang sebagai wilayah pertanian dan perkebunan, juga menjadi bagian dari jalur logistik penting di Jawa Barat. Pada masa kolonial, daerah ini berkembang sebagai titik perlintasan strategis, sementara sekarang fokusnya bergeser ke sektor ekonomi dan pariwisata. Stasiun Pegaden Baru berperan aktif dalam memperkuat keterhubungan antara Subang dengan kota-kota besar, termasuk daerah sekitar yang memiliki potensi ekonomi tinggi.

KAI juga menekankan pentingnya peran Pegaden Baru dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat. Dengan pemberhentian di stasiun seperti Surabaya Pasarturi, Lamongan, Babat, Bojonegoro, Cepu, Ngrombo, Semarang Poncol, Weleri, Pekalongan, Tegal, Brebes, Tanjung, Babakan, Cirebon Prujakan, Haurgeulis, dan Pasar Senen, KA Dharmawangsa memastikan akses yang lebih mudah dan cepat. Peningkatan jumlah penumpang di stasiun ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api yang terus berinovasi.

Dalam konteks ini, KAI berupaya memenuhi ekspektasi pelanggan dengan memperbaiki infrastruktur dan mengoptimalkan fasilitas. Selain menghubungkan Subang ke kota-kota utama, layanan KA Dharmawangsa juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui mobilitas yang lebih efektif. Penumpang dapat menikmati perjalanan yang lebih terjangkau, baik untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis.

Perjalanan KA Dharmawangsa juga berdampak pada pertumbuhan sektor pariwisata di Subang. Dengan akses langsung ke destinasi utara Jawa, masyarakat lebih mudah menjelajahi tempat wisata seperti kawasan dataran tinggi dan kota-kota strategis. Selain itu, pengembangan ini memperkuat keterlibatan KAI dalam membangun ekosistem transportasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Analisis data menunjukkan bahwa Pegaden Baru menjadi salah satu stasiun dengan pertumbuhan penumpang terbesar. Dari data KAI, angka penumpang yang naik dan turun di stasiun ini meningkat secara signifikan, mencerminkan kebutuhan yang terus bertambah. Upaya KAI dalam memperkuat jaringan kereta api ini sejalan dengan visi untuk menjadikan transportasi darat sebagai bagian dari pembangunan wilayah utara Jawa.

Dengan penguatan layanan KA Dharmawangsa, KAI berkomitmen untuk menjadi mitra utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Fasilitas yang ditingkatkan, seperti konfigurasi kursi dan pencahayaan, serta aksesibilitas yang lebih baik,