Latest Program: BPOM kawal progres biosimilar-ekspansi ekspor industri Sidoarjo
BPOM Kawal Kemajuan Industri Biosimilar dan Pangan Olahan di Sidoarjo
Latest Program – Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara aktif mengawasi perkembangan industri biosimilar serta ekspansi pangan olahan di kawasan Sidoarjo. Melalui mekanisme monitoring dan evaluasi, BPOM memastikan keberlanjutan pengembangan teknologi farmasi dan ketahanan pangan nasional dalam pasar global. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa kunjungan ke dua perusahaan, yaitu PT Bernofarm dan PT Sekar Laut Tbk, menunjukkan komitmen instansi tersebut dalam menjalankan peran perlindungan masyarakat secara komprehensif.
Kemitraan BPOM dan PT Bernofarm dalam Pengembangan Biosimilar
Dalam kunjungan tersebut, Taruna Ikrar menyampaikan bahwa BPOM telah menyerahkan Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) kepada PT Bernofarm, yang saat ini sedang mengembangkan produk biosimilar untuk tahap uji klinik. “Sertifikat CPOB ini diberikan sebagai bentuk dukungan penuh BPOM terhadap inisiatif industri farmasi nasional,” jelas Taruna. Ia menekankan bahwa proses penerbitan sertifikat ini melibatkan pengawasan ketat dari fase produksi hingga pemasaran, demi memastikan kualitas dan keamanan produk.
“Kami bertugas memastikan semua prosedur standar berjalan optimal. Pengawasan ini bukan untuk menghambat, tetapi untuk melindungi masyarakat. Jika kesalahan terjadi, investasi besar bisa terbuang dan masyarakat yang dirugikan,” ujar Taruna Ikrar.
Menurut Taruna, sistem pengawasan BPOM mencakup seluruh siklus sebelum dan setelah produk dipasarkan. Langkah ini dianggap sebagai tanggung jawab mutlak regulator dalam menjaga standar kesehatan. “Komitmen kami terhadap keberlanjutan industri farmasi dan pangan nasional adalah prioritas,” tambahnya.
Ekspor Pangan Olahan dan Kolaborasi dengan BPOM
Di sisi lain, BPOM juga menginspeksi pabrik pangan olahan PT Sekar Laut Tbk, yang terkenal sebagai produsen kerupuk dengan kapasitas produksi mencapai 25 ton per hari. Perusahaan ini telah mendapatkan 9 sertifikat Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP CPPOB) dan sukses mengekspor produk ke lebih dari 30 negara. Salah satu pencapaian pentingnya adalah persetujuan dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA) sejak Agustus 2025.
“Kehadiran BPOM di fasilitas produksi memastikan produk anak bangsa aman dikonsumsi di dalam negeri, sekaligus meningkatkan daya saing di kancah internasional,” tutur Taruna Ikrar.
Dalam kunjungan ke PT Sekar Laut, Taruna mengungkapkan bahwa BPOM melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh lini produksi. Tujuannya adalah untuk menemukan potensi celah kontaminasi fisik atau kimia yang bisa mengancam kesehatan konsumen. “Monitoring ini wajib hukumnya, karena tidak hanya melindungi masyarakat, tetapi juga memperkuat keberlanjutan industri lokal,” jelasnya.
Transformasi Digital BPOM yang Didukung oleh PT Sekar Laut
Senior Manager PT Sekar Laut Tbk, Bambang, menyambut positif perubahan paradigma pelayanan BPOM yang kini lebih digital, transparan, dan berbasis sains. Ia menilai transformasi ini mempermudah proses birokrasi dan meningkatkan efisiensi bagi pelaku usaha. “Dua tahun lalu, saat kami mengurus izin ekspor ke Arab Saudi, BPOM menjadi mitra strategis yang membantu izin segera terbit,” kata Bambang.
Menurut Bambang, sistem digital BPOM juga mempercepat pengurusan persyaratan, termasuk surat keterangan ekspor. “Kami sangat bersyukur dengan kemajuan ini, karena prosesnya lebih cepat dan hasilnya lebih akurat,” ujarnya. Selain itu, Bambang menambahkan bahwa dukungan BPOM selama ini telah memperkuat kepercayaan industri pangan dalam pasar internasional.
Peran BPOM dalam Menguatkan Ekonomi Nasional
Taruna Ikrar menjelaskan bahwa rangkaian kunjungan BPOM ke berbagai fasilitas produksi bertujuan menyinergikan perlindungan kesehatan masyarakat dengan penguatan ekonomi nasional. “Dengan pengawasan internasional, kami tidak hanya memastikan keamanan produk, tetapi juga membangun daya saing industri,” katanya. Ia menegaskan bahwa BPOM berperan sebagai penjamin kualitas, yang menjadikan produk nasional lebih diminati di luar negeri.
“Kehadiran BPOM di industri farmasi dan pangan bukan hanya simbol, tapi jaminan bahwa produk yang dihasilkan aman dan teruji. Ini penting untuk membangun kepercayaan di pasar global,” ujar Taruna.
Kegiatan BPOM sebagai Enabler Industri
Sebagai regulator, BPOM juga menjadi enabler dalam mengembangkan sektor ekspor. Taruna mengatakan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini selalu dijalankan dengan ketat, baik untuk produk obat maupun pangan. “Proses ini memastikan bahwa tidak ada celah yang bisa mengurangi kualitas dan keamanan produk,” jelasnya.
Salah satu contoh nyata dari keberhasilan ini adalah PT Bernofarm, yang telah meraih status global sebagai WHO-Listed Authority (WLA). Status tersebut dinilai sebagai “paspor emas” yang mendukung ekspor produk biosimilar ke berbagai pasar. Presiden Direktur PT Bernofarm, Haryanto Poedjianto, mengapresiasi dukungan BPOM sejak tahun lalu. “Terima kasih kepada Prof. Taruna atas kunjungan langsung dan bantuan dari BPOM. Ini mempercepat proses uji klinik biosimilar kami,” ujarnya.
Penekanan pada Kualitas dan Keterjangkauan
Taruna Ikrar juga menyoroti pentingnya keterjangkauan dalam pengembangan biosimilar. “Biosimilar diharapkan bisa menurunkan biaya pengobatan dan meningkatkan akses masyarakat ke obat-obatan berkualitas,” katanya. Dengan mengawasi seluruh tahapan produksi, BPOM berupaya mengurangi risiko kesalahan yang bisa memengaruhi kesehatan publik.
Dalam konteks pangan olahan, Taruna menekankan bahwa ekspor produk yang aman dan berkualitas adalah kunci untuk menarik investor serta membangun ekonomi lokal. “Dengan persetujuan internasional, seperti dari SFDA, kami bisa yakin produk lokal kompetitif di pasar global,” tambahnya. Ini sejalan dengan tujuan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Langkah Maju untuk Industri Kesehatan dan Pangan
Kunjungan BPOM ke Sidoarjo menjadi momentum penting dalam meningkatkan kredibilitas industri. Dengan menggabungkan standar internasional dan kebutuhan lokal, BPOM berperan dalam memastikan bahwa produk yang diproduksi tidak hanya memenuhi syarat, tetapi juga berdaya saing tinggi. “Komitmen BPOM terhadap kualitas produk menjadi dasar keberhasilan industri farmasi dan pangan nasional,” pungkas Taruna.
Transformasi digital BPOM, menurut Bambang, juga membantu industri pangan olahan dalam menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. “Sistem online BPOM mengurangi proses manual dan mempercepat pengambilan keputusan,” katanya. Keberhasilan PT Sekar Laut dalam ekspor menunjukkan bahwa kerja sama dengan BPOM bisa menjadi model untuk industri lainnya.
Kesimpulan: BPOM sebagai Penjaga Kualitas Nasional
Dengan berbagai langkah monitoring dan penerbitan sertifikat, BPOM terus berupaya menjaga standar kualitas produk dalam negeri. Kegiatan ini tidak hanya melindungi masyarakat dari risiko produk buruk, tetapi juga memberikan jaminan bagi industri untuk berkembang di tingkat global. “BPOM adalah mitra yang vital dalam menunjang ek
