Latest Program: Jasindo cegah stunting pada anak-anak dan edukasi ibu hamil di NTT
Jasindo Gencarkan Program Pencegahan Stunting dan Edukasi Kesehatan di NTT
Latest Program – Dari Jakarta, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) melakukan upaya pencegahan stunting dengan mendistribusikan pengetahuan gizi serta bantuan material kepada ibu hamil dan anak-anak di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Program Narasemesta, yang menjadi sarana implementasi kegiatan ini, merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat. Dewi Utari, Direktur SDM dan Umum Jasindo, menjelaskan bahwa upaya tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga melalui pendekatan holistik.
Program Narasemesta: Pendekatan Edukasi dan Pemberdayaan
Program ini mengambil tema “Cegah Stunting melalui Cipta Generasi Sehat dan Edukasi Pangan Bergizi,” yang diarahkan pada dua fokus utama: pencegahan stunting pada anak-anak dan penguatan pengetahuan gizi bagi calon ibu hamil. Utari menegaskan bahwa stunting tidak hanya menjadi isu kesehatan, namun juga berkaitan erat dengan masa depan generasi muda. “Stunting memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak, sehingga diperlukan tindakan preventif sejak dini,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
“Melalui Narasemesta, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat untuk memberikan edukasi, dukungan gizi, serta mendorong kemandirian pangan, sehingga upaya pencegahan bisa dilakukan secara berkelanjutan,” tambah Utari.
Kegiatan yang digelar di Desa Tetaf, Kabupaten Timor Tengah Selatan, mencakup berbagai bentuk intervensi. Pertama, edukasi gizi seimbang sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang menjadi fondasi kesehatan anak sebelum lahir. Selain itu, diselenggarakan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat, seperti teknik cuci tangan, penggunaan air bersih, serta kebersihan lingkungan. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi risiko infeksi yang bisa memengaruhi nutrisi ibu hamil dan kehamilan.
Dalam program ini, Jasindo juga memberikan dukungan infrastruktur kesehatan. Perusahaan menyalurkan alat timbangan digital, alat ukur tinggi badan bayi (infantometer), serta stadiometer untuk mempermudah deteksi dini risiko stunting. “Dengan alat tersebut, tenaga kesehatan dapat melakukan pemantauan lebih akurat, sehingga intervensi lebih tepat sasaran,” jelas Utari. Keterlibatan masyarakat dalam program juga ditingkatkan melalui pelatihan pengelolaan posyandu dan puskesmas, agar mereka mampu memperkuat layanan kesehatan secara mandiri.
Donasi Pangan dan Kemandirian Ekonomi
Sebagai bagian dari inisiatif pemberdayaan, Jasindo menyalurkan bantuan pangan bergizi seperti beras, telur, dan biskuit jagung. Selain itu, perusahaan juga mendistribusikan ayam pullet sebanyak 150 ekor lengkap dengan pakan dan perlengkapannya, untuk memastikan akses protein yang cukup bagi keluarga yang kurang mampu. “Donasi ini bertujuan mengatasi defisit nutrisi yang menjadi penyebab utama stunting,” tambah Utari.
Di sisi ketahanan pangan, Jasindo memberikan bantuan alat pertanian seperti cultivator dan solar dryer. Alat-alat ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengolahan lahan dan penyimpanan hasil panen, sehingga masyarakat dapat memproduksi pangan lokal secara lebih optimal. “Dengan meningkatkan produksi pangan, kami berharap masyarakat tidak lagi bergantung pada pasokan luar,” ungkap Utari.
Seleksi Desa Tetaf: Fokus pada Permasalahan Nyata
Dewi Utari menjelaskan bahwa Desa Tetaf dipilih sebagai lokasi program karena tingkat risiko stunting yang tinggi serta akses terbatas terhadap pangan bergizi dan layanan kesehatan. “Desa ini menjadi prioritas karena masalahnya sangat mendesak, dan keberadaan program Jasindo diharapkan mampu menciptakan perubahan jangka panjang,” ujarnya. Ia menekankan bahwa bantuan yang diberikan tidak sekadar sekali suntik, tetapi bertujuan membentuk kebiasaan sehat dan peningkatan kemandirian ekonomi keluarga.
“Kami ingin memastikan bahwa intervensi yang dilakukan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan di masyarakat,” tambah Utari.
Program Narasemesta juga melibatkan sekitar 150 peserta yang terdiri dari ibu hamil, ibu yang memiliki anak dalam 1.000 HPK, masyarakat dengan balita, remaja calon pengantin, serta kelompok umum lainnya. Peserta diberikan materi interaktif tentang nutrisi, pengaturan pola makan, dan cara memastikan pertumbuhan optimal anak. “Kolaborasi antara perusahaan, tenaga medis, dan masyarakat sangat krusial untuk keberhasilan program,” tambah Utari.
Manfaat Program: Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Utari menekankan bahwa tindakan pencegahan stunting membutuhkan sinergi berbagai pihak. Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, program ini diharapkan bisa menjangkau seluruh kalangan, terutama keluarga yang rentan. “Edukasi dan bantuan yang diberikan mengurangi beban pengelolaan pangan dan kesehatan di lingkungan warga,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan pencegahan stunting tidak bisa dicapai hanya melalui
