Meeting Results: Sumut gandeng UNICEF perluas sanitasi dan ketersediaan jamban
Sumut Kolaborasi dengan UNICEF Tingkatkan Akses Sanitasi dan Jamban Sehat
Meeting Results – Medan, Rabu – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) telah menyepakati kerja sama untuk memperluas akses sanitasi serta ketersediaan jamban sehat di seluruh kabupaten/kota. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Sumut menjadi momen penting dalam mengembangkan strategi bersama untuk memastikan kebutuhan dasar anak-anak terpenuhi. Penjabat Sekretaris Daerah Sumut, Sulaiman Harahap, menegaskan bahwa sanitasi dan akses ke fasilitas kesehatan adalah fokus utama dalam rangka mempercepat penurunan angka stunting di wilayah tersebut.
Analisis Kondisi dan Target Kinerja
Dalam meeting results, Sulaiman Harahap menyebutkan bahwa data terkini menunjukkan masih ada 134.434 jamban yang tidak layak serta 94.088 sumber air minum yang tidak memenuhi standar di 33 kabupaten/kota. “Kondisi ini menunjukkan tantangan besar dalam menyediakan fasilitas sanitasi yang memadai,” terangnya. Menurutnya, akses ke air minum aman dan jamban sehat merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan keluarga miskin.
“Kebutuhan dasar anak-anak masih menjadi tantangan utama yang perlu diatasi secara kolektif,” kata Sulaiman Harahap.
Meeting results ini juga menyoroti tingginya angka stunting, yaitu kondisi anak yang pertumbuhan tubuhnya terhambat, mencapai 22 persen pada 2024. Target penurunan angka stunting diharapkan mencapai 12,5 persen pada 2030. “Dengan adanya kerja sama ini, kita bisa memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui peningkatan akses ke fasilitas sanitasi dan kesehatan,” tambahnya. Selain itu, UNICEF diharapkan memberikan bantuan dalam penguatan kapasitas daerah, khususnya dalam mengubah pola perilaku masyarakat terkait kebersihan dan kebiasaan buang air besar.
Strategi Kerja Sama dan Fokus Program
Pelaksana tugas Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas, Inti Wikanestri, menyatakan bahwa meeting results menjadi langkah awal untuk menyelaraskan strategi pemerintah provinsi dengan prioritas nasional. Sumatera Utara dipilih sebagai wadah utama kerja sama karena masih menghadapi tantangan signifikan dalam mewujudkan hak-hak dasar anak, termasuk akses terhadap layanan sanitasi dan pendidikan.
“Meeting results ini diharapkan memperjelas pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), serta mendorong kolaborasi antar semua pemangku kepentingan,” jelas Inti Wikanestri.
Program kerja sama UNICEF di Sumut difokuskan pada enam bidang utama, seperti peningkatan literasi, gizi, kesehatan, pendidikan, sanitasi, dan perlindungan anak. Dukungan tahun ini mencapai total Rp4 miliar, yang akan digunakan untuk berbagai inisiatif, termasuk pendidikan masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan pengelolaan limbah. “Anggaran ini menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan perilaku jangka panjang, sehingga kebutuhan dasar anak-anak bisa terpenuhi secara berkelanjutan,” tambahnya.
Peran UNICEF dalam Penyediaan Fasilitas Kesehatan
Wakil Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia, Jean Likenga, menyampaikan bahwa organisasi internasional tersebut tetap berkomitmen mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak. “Kerja sama ini diharapkan memberikan dampak signifikan, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan sanitasi yang lebih inklusif,” katanya. Menurutnya, sinergi antara pihak pemerintah dan lembaga internasional seperti UNICEF sangat vital dalam mengatasi masalah struktural yang menghambat kemajuan daerah.
“Kami berharap upaya ini bisa mempercepat pencapaian target pembangunan, serta menjadi contoh yang bisa diikuti oleh provinsi lain,” tambah Jean Likenga.
Meeting results ini juga menekankan bahwa pendekatan berbasis komunitas dan partisipasi aktif masyarakat akan menjadi kunci keberlanjutan program. Dukungan UNICEF mencakup pengembangan strategi, pelatihan, serta pemantauan progres berbagai inisiatif. “Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi dari lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, dan masyarakat secara luas,” pungkas Jean Likenga.
Langkah Strategis untuk Kesejahteraan Anak
Program kerja sama antara Sumut dan UNICEF dirancang sebagai bagian dari agenda nasional yang mengutamakan kesejahteraan anak. Meeting results telah mengidentifikasi bahwa sanitasi yang memadai dan akses ke fasilitas kesehatan adalah elemen penting dalam mewujudkan hak-hak anak secara keseluruhan. Dengan kolaborasi ini, diharapkan kebutuhan mendasar seperti air minum dan jamban sehat bisa tercapai secara merata, terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal.
