Meeting Results: Tutup Sarasehan Kebangsaan, Prabowo terima usulan dari akademisi

Tutup Sarasehan Kebangsaan, Prabowo terima usulan dari akademisi

Meeting Results – Jakarta, Minggu — Presiden Prabowo Subianto menutup acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada hari Minggu. Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan bahwa ia telah menerima berbagai usulan dari para akademisi, termasuk rektor dan ilmuwan. “Saya terima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan, cukup banyak. Saya janji, satu-satu akan saya perhatikan,” ujarnya. Usulan tersebut, menurut Prabowo, mencakup berbagai ide strategis yang diharapkan dapat mendorong kemajuan bangsa Indonesia.

Sarasehan Kebangsaan yang berlangsung selama tiga hari ini dianggap sebagai forum penting untuk menggali potensi sumber daya manusia dan inovasi di bidang sains, teknologi, serta industri. Prabowo mengakui bahwa selama masa penyelenggaraan, kegiatan pertukaran pandangan berjalan positif. Ia menjelaskan bahwa dirinya telah mengawasi jalannya acara hingga Sabtu malam (27/6), dengan hasil yang memuaskan. “Semua pertemuan dan diskusi telah berjalan lancar, serta menyajikan berbagai wawasan yang bermanfaat,” tambahnya.

Usulan yang Menjadi Fokus

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyebutkan beberapa usulan penting yang diajukan oleh para peserta. Salah satunya adalah pengalokasian dana beasiswa doktor bagi dosen di institusi pendidikan, baik negeri maupun swasta. Usulan ini, menurutnya, bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya intelektual dan memastikan ketersediaan tenaga ahli di berbagai bidang. Selain itu, ada juga saran terkait dukungan biaya riset, termasuk dorongan untuk mengarahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengalokasikan sebagian laba kegiatan riset dan inovasi.

“Sebagai contoh, usul alokasi beasiswa doktor bagi dosen, baik di perguruan tinggi maupun swasta, dan sebagainya. Ini usul yang sangat baik, ini akan kita tindak lanjuti,” tuturnya.

Prabowo juga menyoroti usulan mengenai strategi pemanfaatan bahan baku menjadi produk akhir yang bernilai tinggi. Ia menyebut bahwa kolaborasi dengan institusi luar negeri serta kampus-kampus universitas dari berbagai daerah bisa menjadi langkah kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Kerja sama lintas wilayah dan sektor akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam menghadapi tantangan global,” imbuhnya.

Tematik dan Aktivitas Utama

Sarasehan Kebangsaan yang diadakan pada 26–28 Juni 2026 mengusung tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”. Tema ini dianggap relevan mengingat tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Rangkaian kegiatan meliputi simposium, diskusi panel, serta sesi tanya jawab yang diisi oleh para pakar di bidang pertanian, energi, ekonomi, dan keuangan.

Kegiatan tersebut juga mencakup analisis terkait ketahanan pangan, kelautan, dan perikanan, serta peningkatan nilai tambah dari industri lokal. Prabowo menekankan pentingnya hilirisasi, yaitu proses transformasi bahan baku menjadi produk jadi, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian ekonomi. “Dengan mengoptimalkan potensi lokal, kita bisa mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan daya saing,” jelasnya.

Partisipasi dan Kontribusi Akademisi

Sarasehan Kebangsaan dihadiri oleh sekitar 2.600 peserta, yang terdiri dari rektor, dosen, peneliti, ilmuwan, serta perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Partisipasi yang signifikan menunjukkan minat akademisi untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. Prabowo menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan, termasuk ide-ide inovatif yang diusulkan.

“Kegiatan seperti ini adalah wadah yang baik untuk menyatukan pemikiran dan menghasilkan solusi yang konkret,” tutur Prabowo.

Dalam diskusi panel, para peserta membagikan wawasan tentang isu-isu strategis, seperti ketergantungan pada energi bumi, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan penguatan industri lokal. Prabowo menyoroti bahwa keberhasilan kemandirian ekonomi tidak bisa tercapai tanpa partisipasi aktif akademisi. “Kami mengapresiasi semangat para ilmuwan dan peneliti yang terus berupaya untuk memberikan masukan berbasis data dan keilmuan,” ujarnya.

Kemitraan dan Kolaborasi Lintas Sektor

Besarnya keterlibatan akademisi dalam acara ini juga menunjukkan pentingnya kemitraan antara institusi pendidikan dan sektor swasta. Prabowo mencontohkan usulan kerja sama dengan lembaga riset internasional serta integrasi antar-disiplin ilmu dalam menghadapi masalah-masalah kompleks. “Kolaborasi antar-kampus dan lembaga riset nasional akan mempercepat proses inovasi,” tambahnya.

Sementara itu, usulan mengenai peningkatan anggaran untuk riset menggambarkan komitmen para peserta untuk mengakselerasi kegiatan ilmiah. Prabowo menyebutkan bahwa BUMN bisa menjadi mitra strategis dalam hal ini. “