PGA laporkan letusan Marapi terekam pada seismograf 30,2 milimeter
PGA laporkan letusan Marapi terekam pada seismograf 30,2 milimeter
Erupsi Gunung Marapi yang terjadi di daerah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, telah tercatat oleh Pos Gunung Api (PGA). Letusan tersebut menghasilkan amplitudo seismograf mencapai 30,2 milimeter. Erupsi terjadi pada Senin, 13 April 2026, pukul 18.53 WIB, dengan durasi 36 detik.
“Terjadi erupsi Gunung Marapi pada Senin, 13 April 2026 pukul 18.53 WIB dan berlangsung selama 36 detik,” ujar Asep Antoni, petugas PGA di Padang, Senin.
Kolom abu vulkanik yang dihasilkan letusan tidak terlihat karena tertutup awan. Meski demikian, tinggi kolom abu mencapai 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL). Saat ini, Gunung Marapi masih dalam status Level II atau Waspada.
Rekomendasi PVMBG untuk masyarakat
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memberikan beberapa arahan kepada masyarakat. Pertama, dilarang melakukan aktivitas di area berpotensi bahaya dalam jarak tiga kilometer dari Kawah Verbeek. Kedua, PVMBG memperingatkan risiko lahar dingin, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai bermuara di puncak gunung. Ancaman ini bisa muncul saat hujan atau musim hujan.
Ketiga, jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan. Keempat, seluruh pihak diminta mempertahankan suasana tenang dan tidak menyebarkan informasi yang tidak benar.
