Historic Moment: Lembaga Pers Dr. Soetomo gelar lokakarya liputan Piala Dunia 2026
Momen Sejarah: Lembaga Pers Dr. Soetomo Gelar Lokakarya Liputan Piala Dunia 2026
Historic Moment – Piala Dunia 2026 menjadi momen sejarah yang ditunggu oleh sejumlah jurnalis Indonesia, terutama mereka yang tergabung dalam Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS). Lokakarya khusus tentang liputan turnamen sepak bola bergengsi tersebut diadakan di Dewan Pers, Jakarta, Senin (8/6). Acara ini dihadiri oleh narasumber penting seperti Kepala Redaksi TVRI, Usman Kansong, serta dua pembicara LPDS, Oscar Motuloh dan A.A. Ariwibowo. Pertemuan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pewarta menghadapi tantangan meliput Piala Dunia 2026 dengan informasi akurat dan daya tarik maksimal.
Menjaga Konsistensi dan Kreativitas dalam Liputan
Direktur Eksekutif LPDS, Kristanto Hartadi, membuka lokakarya dengan menekankan pentingnya pendekatan kreatif dan konsisten dalam menyajikan berita tentang Piala Dunia 2026. “Momen sejarah ini membutuhkan laporan yang tidak hanya informatif, tetapi juga membangun empati pembaca,” kata Kristanto. Ia menyebutkan bahwa strategi komunikasi yang inovatif dan berimbang antara fakta dan narasi akan memberikan dampak lebih besar pada masyarakat. “Media harus menjadi jembatan antara olahraga dan kehidupan sehari-hari, sehingga pembaca merasa terhubung dengan konten,” tambahnya.
“Dengan memadukan elemen human interest dan teknik penyajian yang berbeda, liputan Piala Dunia bisa menjadi lebih hidup dan relevan,” ujar Kristanto.
Peran TVRI sebagai Penyebar Semangat Sepak Bola
Usman Kansong, yang dikenal sebagai narasumber utama, menjelaskan tanggung jawab TVRI sebagai penyiar resmi Piala Dunia 2026. Menurutnya, lembaga tersebut memiliki peran vital dalam menyebarkan kebahagiaan dan antusiasme seputar sepak bola kepada seluruh penjuru Indonesia. “Kami ingin membuat momen sejarah ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi masyarakat, termasuk mereka yang tidak memiliki akses langsung ke pertandingan,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa konsep Bola Gembira, yang diusung FIFA, akan menjadi acuan utama dalam penyiaran.
Human Interest: Bahan Pokok Liputan yang Menarik
Oscar Motuloh, dosen LPDS, memaparkan bahwa aspek human interest menjadi kunci utama dalam menghadirkan cerita yang menggugah. “Bukan hanya tentang skor, tetapi momen manusia di balik layar, seperti perjuangan pemain muda atau kisah pelatih yang berdedikasi, bisa memperkaya liputan,” tuturnya. Ia menjelaskan bahwa pendekatan ini tidak hanya menarik, tetapi juga membantu pembaca memahami makna lebih dalam dari perhelatan Piala Dunia 2026. “Momen sejarah ini adalah kesempatan untuk menyoroti nilai-nilai sosial yang diangkat olahraga,” imbuh Oscar.
“Dengan fokus pada human interest, jurnalis bisa membangun hubungan emosional yang kuat antara penonton dan berita,” kata Oscar Motuloh.
Strategi Kreatif untuk Memikat Pembaca
A.A. Ariwibowo, pembicara lainnya, menyetujui pandangan Oscar. Menurutnya, penggunaan narasi cerita atau analisis latar belakang bisa meningkatkan daya tarik berita. “Momen sejarah seperti Piala Dunia 2026 membutuhkan pendekatan yang berbeda dari laporan biasa, agar pembaca tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga merasakan keunikan turnamen tersebut,” katanya. Ia juga menekankan bahwa kreativitas dalam penulisan berita menjadi senjata ampuh untuk menarik perhatian dan menjaga konsistensi narasi.
“Berita yang menarik membutuhkan keseimbangan antara akurasi dan keunikan, seperti momen sejarah yang akan datang ini,” tambah Ariwibowo.
Memperkuat Kredibilitas dan Daya Tarik Media
Dalam lokakarya, peserta diberi penekanan untuk tetap menjaga kredibilitas sambil memperkaya narasi. Kristanto Hartadi menyebutkan bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk persepsi publik. “Dengan liputan yang terstruktur dan relevan, kita bisa memberikan dampak positif pada masyarakat, terutama dalam menyambut momen sejarah Piala Dunia 2026,” jelasnya. Ia mengingatkan peserta untuk menggali berbagai sudut pandang, mulai dari aspek teknis hingga budaya, agar laporan bisa mencakup seluruh dimensi perhelatan tersebut.
Upaya Meningkatkan Kualitas Liputan Nasional
Usman Kansong menambahkan bahwa TVRI akan menghadirkan berbagai program terstruktur untuk memastikan penyebaran informasi yang menyeluruh. “Kami ingin memberikan pengalaman menonton yang tidak hanya informatif, tetapi juga membangun kehangatan momen sejarah ini,” ujarnya. Lokakarya diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas berita nasional, sekaligus mempersiapkan jurnalis menghadapi tantangan liputan Piala Dunia 2026. Kristanto menutup acara dengan harapan bahwa langkah ini akan membuka jalan untuk berita yang lebih baik di masa depan.
