Latest Program: Pemasok Chery mulai produksi massal baterai natrium

Pemasok Chery Mulai Produksi Massal Baterai Natrium

Latest Program – Produksi baterai natrium, yang menjadi bagian dari strategi transformasi industri otomotif, kini dimulai secara resmi oleh Chaowei Group, mitra pemasok utama Chery Automotive. Proses manufaktur ini berlangsung di pusat produksi baterai natrium di Anqing, yang dinyatakan aktif sejak 13 Juni 2026. Pabrik ini dipimpin oleh anak perusahaan Chaowei, Anqing Chaoren Energy Technology, yang fokus pada pengembangan sel baterai traksi berbasis suhu rendah. Tindakan ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperkuat keberlanjutan rantai pasok kendaraan listrik dengan mengurangi ketergantungan pada bahan baku lithium.

Perkembangan Teknologi Baterai Natrium

Baterai natrium dianggap sebagai alternatif strategis untuk baterai lithium, terutama dalam konteks keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Menurut laporan dari CBEA, yang dikutip oleh laman warta otomotif Carnewschina, industri baterai natrium mengalami perubahan signifikan dalam struktur produksi. Teknologi ini memerlukan pergeseran dari kimia baterai konvensional, karena ion natrium memiliki ukuran lebih besar dibandingkan ion lithium, sehingga memengaruhi efisiensi proses penyisipan ion di anoda. Sel baterai standar menggunakan grafit, tetapi bahan ini tidak efektif dalam mendukung kinerja optimal baterai natrium. Karenanya, karbon keras (hard carbon) menjadi bahan utama yang menentukan kelayakan biaya dan stabilitas industri.

“Proyek ini mencerminkan transformasi besar-besaran dalam industri baterai, dengan fokus pada penggunaan sumber daya lokal dan pengurangan biaya produksi,” kata sumber dari CBEA dalam laporan terbarunya.

Kapasitas Produksi dan Investasi

Proyek pengembangan baterai natrium ini memiliki total investasi sebesar 3,5 miliar yuan (sekitar Rp9,18 triliun), yang dialokasikan untuk membangun fasilitas produksi tahunan sebesar 2 GWh. Kapasitas ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi pertumbuhan industri, terutama untuk kendaraan kelas entry-level yang membutuhkan solusi energi ekonomis. Dalam jangka panjang, proyek ini bertujuan menjangkau kapasitas total sebesar 6,5 GWh, yang akan meningkatkan efisiensi manufaktur dan mengoptimalkan biaya perakitan sel baterai akhir.

Perusahaan lokal seperti Shaanxi Coal juga terlibat dalam memastikan ketersediaan bahan baku. Pabrik konversi baru mereka mendapatkan persetujuan dari pemerintah kota, dengan dana sekitar 5.073.400 yuan (Rp13,3 miliar) untuk produksi karbon keras hingga 1.000 ton per tahun. Langkah ini memperkuat upaya mengurangi risiko ketergantungan pada bahan impor dan mempercepat siklus produksi yang lebih cepat.

Analisis Biaya Material

Karbon keras menjadi kunci dalam menentukan biaya produksi baterai natrium. Data industri menunjukkan harga material ini berkisar antara 60.000 yuan hingga 70.000 yuan per ton pada 2024. Proyeksi menunjukkan harga bisa turun menjadi 35.000 yuan per ton, yang berpotensi menutup kesenjangan biaya antara baterai natrium dan lithium. Target dasar biaya industri adalah 40.000 yuan per ton, yang akan memungkinkan pengembangan kendaraan listrik dengan biaya lebih terjangkau.

Wanhua Chemical, perusahaan lain yang terlibat, sedang mengembangkan program rekayasa paralel untuk mengadaptasi berbagai strategi biaya dan kinerja. Resin fenolik sintetis premium mereka menawarkan kapasitas spesifik sebesar 335 mAh/g serta kemampuan pelepasan daya kontinu hingga 10C. Sementara itu, alternatif berbasis batu bara menawarkan pengurangan biaya maksimal dengan memanfaatkan bahan lokal yang melimpah, meski kualitasnya mungkin berbeda dibandingkan resin sintetis.

Industri Otomotif dan Transisi Global

Dengan peningkatan produksi bahan prekursor lokal, industri baterai natrium semakin mendekatkan diri ke target kesetaraan biaya dengan baterai lithium. Ini tidak hanya mendukung Chery dalam pengembangan model kendaraan listriknya, tetapi juga berdampak pada perusahaan besar seperti CATL dan Changan, yang telah memperkenalkan platform baterai natrium. Kebijakan ini mencerminkan pergeseran global menuju solusi energi yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

Ketersediaan komponen dalam negeri yang stabil menjadi faktor utama dalam meningkatkan ketahanan rantai pasok. Produksi bahan baku lokal yang mengalami peningkatan pesat memastikan kelancaran operasional pabrik, yang sebelumnya bergantung pada pasokan internasional. Perubahan ini juga membuka peluang bagi negara-negara lain untuk mengembangkan teknologi baterai natrium secara mandiri, mengurangi risiko kenaikan harga bahan baku global.

Potensi dan Tantangan

Proyek Chaowei Group diharapkan menjadi salah satu pilar dalam menyelesaikan tantangan industri baterai, seperti kenaikan harga lithium dan kebutuhan akan sumber daya yang lebih berkelanjutan. Meski baterai natrium memiliki keunggulan dalam biaya, keberhasilan produksi massal masih bergantung pada kemajuan teknologi dan skala pabrikasi. Pabrik Anqing, dengan kapasitas awal 2 GWh, akan menjadi uji coba awal untuk memastikan konsistensi kualitas dan efisiensi energi.

Kebijakan industri juga menunjukkan bahwa baterai natrium akan menjadi bagian penting dari transisi ke energi terbarukan. Sel baterai traksi berbasis suhu rendah yang dikembangkan oleh Anqing Chaoren Energy Technology diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi lingkungan, termasuk penggunaan di daerah dengan iklim dingin. Ini menandai langkah strategis untuk menciptakan solusi yang lebih fleksibel dan ramah lingkungan.

Dengan pengembangan teknologi ini, perusahaan pemasok seperti Chaowei Group men