Stellantis uji coba baterai solid-state dengan Dodge Charger Daytona

Stellantis Uji Coba Baterai Solid-State dengan Dodge Charger Daytona

Stellantis uji coba baterai solid state – Jakarta, Stellantis memasang versi uji coba baterai solid-state pada mobil Dodge Charger Daytona yang dirancang khusus untuk menguji kinerja teknologi baterai dalam kondisi nyata di jalan raya. Dalam siaran pers ArenaEV pada Jumat (12/6), perusahaan mengungkapkan bahwa kendaraan ini dibuat sebagai alat demonstrasi untuk mengevaluasi sel baterai baru dalam berbagai skenario berkendara. Tujuan utama dari pengujian ini adalah mengetahui kemampuan baterai solid-state dalam berbagai lingkungan, termasuk cuaca ekstrem dan kondisi pengisian daya yang berbeda.

Pengembangan Kolaborasi

Stellantis bekerja sama dengan perusahaan baterai asal Amerika Serikat, Factorial, untuk mengembangkan teknologi ini. Factorial menerima dukungan investasi dari merek otomotif besar seperti Mercedes-Benz, Hyundai, dan Kia, yang memperkuat potensi inovasi sel baterai padat. Mobil Dodge Charger Daytona yang digunakan dalam uji coba menggunakan sel solid-state khusus dari Factorial, yang menggantikan elektrolit cair atau gel pada baterai lithium-ion tradisional.

Baterai solid-state memiliki elektrolit berbahan padat, sehingga menawarkan keunggulan dalam efisiensi ruang dan berat. Teknologi ini diperkirakan mampu menyimpan energi lebih besar dalam ukuran lebih kecil, membuat mobil listrik lebih ringan dan bisa menempuh jarak lebih jauh. Menurut Factorial, baterai yang diujicoba memiliki kepadatan energi hingga 375 Wh/kg, yang lebih tinggi dari sebagian besar baterai kendaraan listrik di pasaran saat ini.

“Sel baterai solid-state kami memiliki kapasitas energi yang sangat baik, dengan kepadatan hingga 375 Wh/kg,” kata perwakilan Factorial dalam siaran pers.

Salah satu keunggulan teknologi ini adalah kecepatan pengisian daya. Baterai tersebut diklaim mampu mengisi dari 15 persen hingga 90 persen dalam waktu 18 menit, jauh lebih cepat dibandingkan baterai lithium-ion biasa. Kemampuan ini membuatnya menarik untuk digunakan dalam kendaraan elektrik yang membutuhkan daya tahan tinggi dan performa baterai optimal. Selain itu, baterai solid-state juga menunjukkan ketahanan pada suhu ekstrem, mulai dari minus 30 derajat Celsius hingga 45 derajat Celsius, tanpa mengalami penurunan performa signifikan.

Hasil Uji Coba

Dalam uji coba terhadap purwarupa Dodge Charger Daytona, Stellantis belum merilis detail lengkap tentang kapasitas baterai total atau jarak tempuh yang diharapkan. Namun, teknologi ini telah diuji sebelumnya di kendaraan Mercedes-Benz EQS yang dimodifikasi. Hasilnya menunjukkan bahwa mobil listrik tersebut mampu menempuh jarak hingga 1.205 kilometer dalam satu kali pengisian, yang merupakan jarak tiga kali lipat dari mobil listrik konvensional modern.

Setelah pengujian selesai, kendaraan EQS masih memiliki sisa daya yang bisa digunakan untuk menempuh sekitar 137 kilometer. Angka ini menunjukkan kemampuan baterai solid-state untuk mempertahankan kinerja setelah penggunaan intensif. Dengan performa seperti ini, baterai solid-state dianggap sebagai alternatif yang menjanjikan untuk menggantikan baterai lithium-ion yang saat ini menjadi standar.

Potensi Teknologi di Masa Depan

Stellantis mempertimbangkan baterai solid-state sebagai solusi untuk menggantikan baterai standar seperti lithium iron phosphate (LFP) dan nickel manganese cobalt (NMC), yang sudah digunakan secara luas di industri otomotif. Selain jarak tempuh lebih jauh, teknologi ini juga menawarkan masa pakai lebih lama dan tingkat keamanan yang lebih baik. Dalam kondisi panas atau dingin, baterai solid-state tidak mudah terbakar atau kebocoran, berbeda dengan baterai lithium-ion yang rentan terhadap kegagalan akibat panas.

Kemampuan baterai solid-state untuk mengisi daya dalam waktu singkat juga mengurangi kebutuhan pengisian berulang. Ini bisa meningkatkan kenyamanan pengguna dan mengurangi waktu yang terbuang untuk menunggu kendaraan siap digunakan. Selain itu, karena baterai ini lebih ringan, dampak terhadap performa keseluruhan mobil bisa lebih baik. Misalnya, mobil listrik dengan baterai solid-state mungkin bisa memiliki akselerasi yang lebih cepat atau perangkat elektronik yang lebih responsif.

Stellantis menilai bahwa baterai solid-state adalah langkah penting menuju masa depan kendaraan elektrik yang lebih efisien. Teknologi ini juga berpotensi menurunkan biaya produksi jangka panjang karena kebutuhan elektrolit cair yang lebih sedikit. Namun, tantangan utama terletak pada produksi skala besar dan kestabilan teknologi dalam berbagai kondisi operasional. Dengan kolaborasi dengan Factorial, Stellantis berharap bisa mengatasi hambatan ini.

Pengujian baterai solid-state di Dodge Charger Daytona menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mempercepat transisi ke kendaraan elektrik. Teknologi ini bisa menjadi pilihan utama bagi pengembangan mobil listrik berikutnya, terutama untuk pasar yang membutuhkan daya tahan tinggi dan kecepatan pengisian cepat. Dengan data uji coba yang mengesankan, Stellantis menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan inovasi yang berdampak signifikan dalam industri otomotif.

Para ahli menyebutkan bahwa baterai solid-state bisa mengubah cara manusia berpergian. Karena tidak perlu mengisi daya secara rutin, pengguna bisa melakukan perjalanan lebih lama tanpa kekhawatiran kehabisan baterai. Teknologi ini juga cocok untuk penggunaan di daerah dengan akses listrik terbatas, karena bisa memaksimalkan efisiensi energi. Dengan pengembangan yang terus berjalan, Stellantis dan Factorial mungkin bisa memberikan solusi baterai yang lebih baik bagi konsumen di masa depan.

Dalam jangka panjang, baterai solid-state diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada sumber daya energi yang tidak terbarukan. Ini juga membantu mengurangi emisi karbon dan menciptakan ekosistem transportasi yang lebih ramah lingkungan. Dengan pengujian di Dodge Charger Daytona, Stellantis menunjukkan komitmennya untuk menjadi pelopor dalam penggunaan teknologi inovatif ini. Proyek ini bisa menjadi titik awal bagi peningkatan kualitas dan keandalan kendaraan listrik di seluruh dunia.