New Policy: Dubes: Kemitraan RI-Inggris dorong lapangan kerja dan ekonomi
Dubes Inggris: Kemitraan RI-Inggris Memacu Pekerjaan dan Pertumbuhan Ekonomi
New Policy – Jakarta – Duta Besar Inggris di Jakarta, Dominic Jermey, menyampaikan bahwa kerja sama strategis antara Indonesia dan Inggris bertujuan memperkuat sektor-sektor penting, termasuk kebutuhan tenaga kerja serta peningkatan kegiatan ekonomi di kedua negara. Dalam wawancara yang berlangsung di tengah perayaan King’s Birthday Party, Jermey menjelaskan bahwa proyek kolaborasi maritim merupakan satu contoh nyata yang menunjukkan manfaat dari hubungan bilateral tersebut.
Kolaborasi Maritim Sebagai Bentuk Kemitraan
Dalam perayaan tersebut, Jermey menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya membantu memperkuat industri galangan kapal nasional, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sektor perikanan. Ia menambahkan, proyek pembangunan kapal penangkap ikan yang diproyeksikan menciptakan ratusan, bahkan lebih dari seribu unit kapal, merupakan bagian dari upaya menggerakkan perekonomian lokal dan menciptakan peluang kerja baru.
“Contoh nyata dari kolaborasi ini adalah program maritim yang sudah berjalan, seperti pembangunan kapal penangkap ikan di galangan kapal Indonesia. Ini membantu menumbuhkan industri lokal sekaligus mendukung produktivitas sektor perikanan,” kata Jermey.
Kemitraan ini, menurut Jermey, juga memiliki dampak pada ketahanan pangan. Ia menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian khusus. Melalui kolaborasi, Inggris mengambil peran dalam memastikan program tersebut berjalan efektif, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Indonesia.
Empat Pilar Utama Kemitraan Strategis
Kemitraan antara Indonesia dan Inggris yang diresmikan pada Januari 2026 melalui kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke London, terdiri dari empat pilar utama. Pertama, penguatan pertumbuhan ekonomi melalui kerja sama bisnis dan investasi. Kedua, kolaborasi di bidang iklim, energi, serta lingkungan hidup. Ketiga, peningkatan pertahanan dan keamanan regional. Keempat, pengembangan sumber daya manusia serta perbaikan kualitas hidup masyarakat.
Menurut Jermey, pilar-pilar ini dirancang untuk saling melengkapi. Misalnya, dukungan Inggris terhadap rencana Indonesia membangun sekitar 1.500 kapal ikan akan memberikan dampak luas, tidak hanya dalam bidang industri, tetapi juga menggerakkan perekonomian desa-desa nelayan. Ini menciptakan jalur baru untuk pengembangan teknologi serta pertukaran ilmu pengetahuan.
Di samping itu, Jermey menyoroti bagaimana kemitraan ini mendorong pengembangan sumber daya manusia. Dengan program pelatihan dan transfer teknologi, pihak Inggris berkomitmen untuk memperkuat kapasitas tenaga kerja Indonesia, terutama dalam bidang yang berkaitan dengan pertanian, perikanan, dan industri maritim.
Kemitraan Global dan Tanggung Jawab Bersama
Jermey juga menanggapi pertanyaan tentang kondisi ekonomi global dan dampaknya terhadap Indonesia. Ia menyatakan bahwa kemitraan antara dua negara ini menjadi solusi strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi di tingkat internasional. “Kerja sama ini tidak hanya membuka peluang ekspor dan investasi, tetapi juga memastikan stabilitas pangan dan ekonomi nasional,” jelasnya.
Dalam konteks global, Jermey menegaskan bahwa Inggris percaya pada potensi Indonesia sebagai mitra utama. Ia mengungkapkan bahwa Inggris berkomitmen untuk memperkuat hubungan perdagangan, meningkatkan kapasitas infrastruktur, serta membangun kerja sama dalam teknologi canggih. Ini dilakukan untuk memastikan kedua negara bisa meraih peluang tumbuh ekonomi yang lebih besar.
Salah satu proyek utama dalam kemitraan ini adalah pengembangan sektor perikanan. Dengan dukungan Inggris, Indonesia dapat memperbaiki kondisi desa-desa nelayan melalui investasi dan teknologi. Tidak hanya itu, kemitraan ini juga mencakup perbaikan lingkungan laut untuk menjaga keberlanjutan sumber daya ikan. Jermey menyatakan, hal ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Perayaan sebagai Tanda Kemitraan yang Berkembang
Kedutaan Besar Inggris di Jakarta mengadakan perayaan King’s Birthday Party dengan tema “UK Celebrates Innovation and Five Years as an ASEAN Dialogue Partner” pada Rabu malam. Acara tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan proyek-proyek yang akan dijalankan dalam lima tahun ke depan. Jermey menyampaikan bahwa perayaan ini menggambarkan komitmen Inggris dalam menjaga hubungan bilateral yang bermakna.
Dalam pidato pada acara tersebut, Jermey mengingatkan bahwa kemitraan ini bukan hanya tentang investasi, tetapi juga tentang keberlanjutan dan kolaborasi jangka panjang. Ia menekankan bahwa Indonesia dan Inggris saling melengkapi dalam berbagai bidang, dari inovasi teknologi hingga penguatan ekonomi masyarakat. Dengan membangun 1.500 kapal ikan, Indonesia bisa memperkuat sektor maritim, sekaligus menyerap tenaga kerja yang cukup besar.
Kemitraan strategis ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi Inggris. Dengan akses ke pasar Indonesia yang besar, Inggris bisa meningkatkan ekspor barang dan jasa. Selain itu, kemitraan ini memberikan peluang untuk mendorong inovasi, terutama dalam bidang energi dan lingkungan. Jermey menilai, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi mitra utama dalam pengembangan ekonomi hijau di Asia Tenggara.
Sebagai penutup, Jermey menyampaikan harapan bahwa kemitraan ini akan terus berkembang dan menjadi fondasi untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Ia menyatakan bahwa keberhasilan proyek-proyek ini akan tergantung pada kerja sama yang konsisten, serta kepercayaan yang dibangun antara kedua negara. “Kami yakin, dengan kolaborasi yang baik, Indonesia dan Inggris bisa mencapai hasil yang memuaskan bagi masyarakat kedua negara,” tutupnya.
