International Corner

IWC11 di Bali perkuat kerja sama pengelolaan perairan lintas batas

IMG_6001
Foto : Tegar Maulana - programamal.com
Daftar Isi
  1. IWC11 Bali Dorong Pengelolaan Air Bersama yang Lebih Terpadu
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

IWC11 Bali Dorong Pengelolaan Air Bersama yang Lebih Terpadu

Programamal.com – Bali menjadi tempat berkumpulnya lebih dari 400 delegasi dari berbagai negara dalam Konferensi Dua Tahunan Perairan Internasional Global Environment Facility ke-11 atau IWC11. Agenda yang berlangsung pada 19–22 Oktober 2026 ini menempatkan pengelolaan perairan lintas negara sebagai salah satu perhatian utama di tengah tekanan perubahan iklim, pencemaran, dan penurunan keanekaragaman hayati.

Mengusung tema “Shared Waters, Transformative Solutions: Enabling Systems Change”, pertemuan tersebut menghadirkan unsur pemerintah, organisasi internasional, lembaga pembangunan, serta mitra terkait. Fokusnya adalah memperluas kerja sama dan merancang pendekatan berkelanjutan untuk menjaga ekosistem air tawar maupun laut yang digunakan secara bersama-sama oleh banyak negara.

Pertemuan ini juga menjadi ruang pertukaran pengalaman dari program-program perairan internasional yang memperoleh dukungan Global Environment Facility atau GEF. Pembahasan mencakup sesi pleno, berbagi praktik, hingga kegiatan kunjungan teknis lapangan.

Ancaman Perairan Tidak Berhenti di Batas Negara

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat menekankan bahwa persoalan perairan bersama tidak dapat ditangani secara terpisah-pisah. Dampak pencemaran dan perubahan lingkungan dapat bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain, sehingga respons antarnegera perlu saling terhubung.

“Air tidak mengenal batas negara, begitu pula komitmen kita dalam menjaganya. Perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran yang bersumber dari daratan, khususnya sampah plastik, mengancam ekosistem perairan di seluruh dunia,” kata Jumhur.

Ia memandang tantangan tersebut memerlukan langkah yang bersifat menyeluruh. Kebijakan publik, pemanfaatan inovasi, pembiayaan yang berkelanjutan, dan tata kelola yang kuat perlu berjalan bersama untuk mendukung pengelolaan air di kawasan lintas batas.

Bagi Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, perlindungan sumber daya air berkaitan langsung dengan banyak ruang hidup. Sungai dan danau, kawasan pesisir, serta laut memiliki fungsi yang berbeda namun saling terkait. Keberlanjutan ekosistem-ekosistem itu menopang ketahanan pangan dan sumber penghidupan masyarakat di banyak wilayah.

Kolaborasi Laut dan Investasi Berkelanjutan

Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella menyampaikan pentingnya kemitraan antarnegara dalam menjaga ekosistem perairan. UNDP bersama GEF mendukung penguatan tata kelola pada 14 ekosistem laut berskala besar yang melibatkan hampir 100 negara.

“Bersama GEF, UNDP mendukung negara-negara dalam memperkuat pengelolaan 14 ekosistem laut berskala besar (large marine ecosystem) yang mencakup hampir 100 negara. Melalui IWC11, kita memiliki kesempatan untuk memperkuat kolaborasi ini dan mendorong investasi berpihak pada keberlanjutan,” kata Sara.

Pengelolaan ekosistem laut berskala besar membutuhkan kesepahaman karena satu kawasan perairan dapat terhubung dengan garis pantai, aktivitas ekonomi, serta kebijakan dari banyak negara. Kerja sama yang lebih baik dapat membantu memastikan perlindungan lingkungan tidak berhenti pada tindakan jangka pendek, melainkan berkembang menjadi agenda yang didukung pendanaan dan tata kelola jangka panjang.

Direktur Komisi Oseanografi Antarpemerintah UNESCO, Julian Barbière, turut menyoroti posisi penting sains dan inovasi dalam merespons pencemaran laut serta perubahan iklim. Penekanan ini selaras dengan semangat Dekade Ilmu Kelautan PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan, yang mendorong pemanfaatan pengetahuan kelautan bagi solusi nyata.

Menjelang Siklus GEF-9

IWC11 digelar ketika GEF bersiap memasuki siklus pendanaan kesembilan, atau GEF-9. CEO sekaligus Ketua GEF Diego Mesa Puyo menyebut konferensi di Bali sebagai kesempatan untuk mengkaji pelajaran dari program perairan internasional yang telah dijalankan sebelumnya.

“Memasuki GEF-9, kami ingin memperkuat kerja sama yang telah terbangun dan mendorong solusi yang tidak hanya menjawab tantangan saat ini, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan,” kata Diego.

Dengan demikian, pembahasan konferensi tidak hanya diarahkan pada identifikasi masalah, tetapi juga pada pengembangan solusi yang dapat digunakan lebih luas. Pengalaman dari proyek-proyek terdahulu diharapkan membantu negara dan mitra pembangunan menentukan langkah yang lebih efektif untuk menghadapi tekanan terhadap perairan dunia.

IWC11 diselenggarakan oleh IW:LEARN bersama Pemerintah Indonesia, GEF, UNDP, UNEP, Komisi Oseanografi Antarpemerintah UNESCO atau UNESCO-IOC, serta berbagai mitra lainnya. Kehadiran beragam lembaga tersebut mencerminkan bahwa isu air tawar dan laut memerlukan peran dari banyak pihak, mulai dari pembuat kebijakan hingga pelaksana program di lapangan.

Peran GEF dalam Pendanaan Lingkungan

GEF merupakan mekanisme pendanaan global yang mendukung perlindungan lingkungan hidup. Lembaga ini berperan sebagai mekanisme pembiayaan bagi enam konvensi multilateral dan membantu berbagai negara mengatasi penyebab utama kerusakan lingkungan, termasuk persoalan keanekaragaman hayati, iklim, serta pencemaran.

Selama lebih dari 30 tahun, GEF telah menjadi penyedia pendanaan publik terbesar dunia bagi perlindungan lingkungan. Nilai pendanaan yang telah disalurkan melampaui 27 miliar dolar AS, terutama dalam bentuk hibah. Selain itu, GEF telah memobilisasi pendanaan sebesar 15 miliar dolar AS untuk mendukung proyek-proyek prioritas yang ditentukan negara.

Konferensi IWC11 di Bali diharapkan memperkuat arah kerja bersama dalam menjaga perairan yang terhubung lintas wilayah. Ketika dampak sampah plastik, perubahan iklim, dan kerusakan ekosistem tidak mengenal batas administrasi, keberhasilan perlindungan air bergantung pada kemampuan negara-negara untuk menyatukan kebijakan, pengetahuan, pembiayaan, dan tindakan nyata.

Frequently Asked Questions

What is IWC11 di Bali perkuat kerja sama?

IWC11 di Bali perkuat kerja sama is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does IWC11 di Bali perkuat kerja sama matter?

IWC11 di Bali perkuat kerja sama matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tegar Maulana - programamal.com

Tegar Maulana - programamal.com

Tegar Maulana adalah penulis konten digital yang fokus pada edukasi publik terkait donasi online dan platform digital. Ia membantu menyederhanakan informasi kompleks agar mudah dipahami oleh masyarakat umum.