Lifestyle

Solving Problems: Menahan buang air kecil berisiko terhadap kesehatan kandung kemih

Menahan Buang Air Kecil Berisiko Terhadap Kesehatan Kandung Kemih

Solving Problems – Jakarta – Banyak orang terbiasa menahan dorongan untuk buang air kecil agar menyelesaikan tugas sebelumnya. Namun, kebiasaan ini ternyata dapat berdampak negatif pada fungsi kandung kemih. Menurut dr. Manish C.A, ahli urologi dari Apollo Hospitals di Bannerghatta Road, Bangalore, kebiasaan menahan keinginan untuk buang air kecil secara terus-menerus dalam jangka panjang bisa melemahkan kemampuan kandung kemih dalam menyimpan urine. Kandung kemih yang dipaksa menampung cairan lebih lama dari yang seharusnya berpotensi mengganggu kesehatannya.

Pentingnya Frekuensi Buang Air Kecil

Menurut dr. Manish, frekuensi buang air kecil biasanya berkisar antara tiga hingga empat jam pada siang hari. Angka ini bisa berubah tergantung pada kondisi individu, seperti volume air yang diminum, intensitas aktivitas fisik, dan kapasitas kandung kemih. Jika seseorang terbiasa mengabaikan sinyal yang diberikan oleh kandung kemih, maka risiko gangguan fungsi jantung kemih akan meningkat.

“Rata-rata orang dewasa buang air kecil setiap tiga hingga empat jam pada siang hari,” ujar dr. Manish, dikutip laporan Hindustan Times, Kamis (11/6), waktu setempat.

Kandung kemih dirancang untuk menyimpan urine sementara, tetapi jika selalu dipaksa menahan lebih lama, otot-ototnya bisa melemah. Dr. Manish menekankan bahwa dorongan buang air kecil adalah tanda tubuh yang perlu dihormati. “Orang yang sering menahan buang air kecil dapat mengalami masalah seperti urgensi, frekuensi, retensi urin, atau ISK jika dia cenderung mengalami kondisi tersebut,” terangnya.

Kelompok Rentan Gangguan Kesehatan

Dr. Manish menyebutkan bahwa ada kelompok tertentu yang lebih rentan terkena dampak negatif dari kebiasaan menahan buang air kecil. Beberapa di antaranya termasuk penderita diabetes, seseorang dengan prostat yang membesar, serta individu yang mengalami gangguan neurologis. Riwayat infeksi saluran kemih (ISK) juga meningkatkan risiko jika kebiasaan ini terus dilakukan.

Menurut dokter tersebut, istirahat ke kamar mandi tidak boleh dianggap sebagai hal yang bisa ditunda sesuka hati. Untuk menjaga kesehatan kandung kemih, langkah sederhana seperti memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan tidak mengabaikan dorongan tubuh sudah cukup efektif. “Yang selalu saya sampaikan kepada pasien adalah memastikan mereka minum cukup air dan meluangkan beberapa menit dari kesibukan mereka untuk pergi ke toilet,” tambahnya.

Dr. Manish menyarankan bahwa memperhatikan keinginan tubuh untuk buang air kecil adalah cara paling praktis untuk mencegah berbagai masalah kesehatan di masa depan. “Saran saya sederhana: dengarkan kandung kemih Anda,” tutur dia.

Mekanisme Kandung Kemih yang Diperlukan

Kandung kemih bekerja dengan mengatur aliran urine melalui otot polos yang berkoordinasi dengan sistem saraf. Jika keinginan untuk buang air kecil diabaikan terus-menerus, maka otot-otot tersebut bisa kehilangan kekuatan. Hal ini mengakibatkan kelemahan dalam kontraksi dan kapasitas penyimpanan urine, yang berpotensi menyebabkan gangguan seperti sering buang air kecil atau kesulitan mengeluarkan urine secara lengkap.

Masalah ini sering terjadi pada orang yang terbiasa menunda pergi ke kamar mandi karena kesibukan. Misalnya, di lingkungan kerja atau sekolah, banyak individu memilih menyimpan keinginan untuk segera menyelesaikan pekerjaan. Namun, kebiasaan ini justru bisa memicu ISK karena urine yang menumpuk terlalu lama di dalam kandung kemih, menciptakan lingkungan yang subur bagi bakteri.

“Orang yang sering menahan buang air kecil dapat mengalami masalah seperti urgensi, frekuensi, retensi urin, atau ISK jika dia cenderung mengalami kondisi tersebut,” tutur dia.

Selain itu, kebiasaan menahan buang air kecil juga bisa memengaruhi kesehatan ginjal. Jika urine tidak dikeluarkan secara berkala, kandung kemih akan memberi tekanan berlebihan pada saluran kemih dan ginjal, meningkatkan risiko penyumbatan atau peradangan. Untuk menghindari hal ini, dr. Manish menyarankan agar seseorang membiasakan diri untuk pergi ke toilet saat keinginan muncul, terlepas dari keadaan sekitar.

Langkah Mudah Mencegah Masalah

Menjaga kesehatan kandung kemih tidak memerlukan langkah yang rumit. Dr. Manish menegaskan bahwa cukup dengan minum air putih dalam jumlah yang cukup dan memperhatikan dorongan tubuh, seseorang dapat mencegah berbagai komplikasi. “Cukup dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan tidak mengabaikan dorongan untuk buang air kecil, sudah membantu mencegah berbagai masalah kesehatan di kemudian hari,” paparnya.

Dokter tersebut menambahkan bahwa dorongan buang air kecil adalah sinyal alami yang harus direspons. Jika seseorang terbiasa mengabaikannya, maka kemampuan kandung kemih untuk berfungsi optimal akan menurun. Selain itu, kebiasaan ini bisa berdampak pada kebiasaan hidup sehari-hari, seperti kelelahan atau ketidaknyamanan yang terus-menerus.

Kandung kemih yang sehat dapat berfungsi dengan baik jika diberi waktu untuk menampung urine secara alami. Namun, jika terlalu sering dipaksa menahan, maka jaringan otot dan saraf yang mendukung proses ini bisa terganggu. Hal ini berpotensi menyebabkan kondisi seperti ISK atau retensi urin, yang memerlukan perawatan medis lebih lanjut.

Dengan memperhatikan keinginan tubuh untuk buang air kecil, seseorang tidak hanya menjaga kesehatan kandung kemih, tetapi juga mencegah masalah seperti gangguan neurologis yang berkaitan dengan saluran kemih. Menurut dr

Siti Amalia - programamal.com

Siti Amalia - programamal.com

Seorang penulis inspiratif yang mengangkat kisah nyata dari para penerima manfaat program amal. Siti berfokus pada menyebarkan pesan kebaikan dan pentingnya solidaritas antar sesama.