Key Strategy: Rano sebut Jakarta sebagai kota global tak hanya perkuat aspek ekonomi

Rano Karno: Jakarta sebagai Kota Global Harus Dukung Identitas Budaya dan Keamanan

Key Strategy – Kota Jakarta, yang kini dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi global di Asia Tenggara, terus berupaya mengembangkan berbagai aspek yang mendukung perannya sebagai kota metropolitan modern. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menekankan bahwa pembangunan kota ini tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan infrastruktur, tetapi juga pada pengembangan daya tarik wisata, identitas budaya, keamanan, serta jaringan internasional yang kuat. Pernyataan ini diungkapkannya saat memberikan penjelasan di Jakarta pada Senin, dalam upaya menyampaikan visi pemerintah provinsi dalam memperkuat citra kota.

Pengembangan Kawasan Bersejarah dan Budaya sebagai Strategi Utama

Dalam menegaskan komitmen tersebut, Rano Karno menyebutkan bahwa kawasan Kota Tua, yang merupakan pusat sejarah Jakarta, menjadi salah satu titik fokus untuk membangun ruang interaksi sosial dan budaya. “Kawasan bersejarah ini tidak hanya menjadi daya tarik bagi pengunjung, tetapi juga menjadi identitas unik yang menonjolkan warisan budaya daerah,” ujarnya. Selain itu, revitalisasi Setu Babakan sebagai Pusat Budaya Betawi menjadi upaya untuk menjaga tradisi lokal sekaligus menarik minat wisatawan. Rano menambahkan bahwa Pasar Baru juga diperkuat sebagai kawasan perdagangan yang menampilkan nilai sejarah dan kreativitas.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengembangkan pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, serta kawasan-kawasan bersejarah sebagai ruang interaksi baru bagi warga, sekaligus daya tarik bagi wisatawan,” kata Rano.

Di samping itu, kawasan strategis seperti PIK dan Pulo Gadung diperbaiki sebagai pusat aktivitas ekonomi dan ruang publik yang lebih modern. Rano menyatakan bahwa penataan kawasan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi, interaksi, dan kenyamanan bagi masyarakat. Selain pengembangan fisik, upaya pemerintah juga mencakup penyelenggaraan kegiatan olahraga, budaya, keagamaan, dan event internasional. Hal ini, menurut Rano, bertujuan untuk menegaskan bahwa Jakarta adalah kota yang dinamis, terbuka, dan memiliki warisan budaya yang berkelanjutan.

Peran Kelembagaan Adat Betawi dalam Memperkuat Identitas Kota

Rano Karno juga menyoroti pentingnya peran kelembagaan adat Betawi dalam menjaga keberlanjutan identitas Jakarta. “Masyarakat Betawi harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, merawat nilai-nilai kebudayaan, serta mendukung pembangunan kota ke depan,” imbuhnya. Ia menjelaskan bahwa penguatan kelembagaan adat tidak hanya menjaga keunikan budaya, tetapi juga memastikan harmoni antar-etnis dan kebersamaan dalam masyarakat yang majemuk.

Kota Jakarta, menurut Rano, juga memerlukan tata kelola yang lebih baik untuk memperkuat daya tariknya. “Daya tarik Kota Jakarta harus didukung oleh rasa aman dan tata kelola yang modern,” ujarnya. Untuk itu, pemerintah mengintegrasikan teknologi, khususnya kamera pengawas (CCTV), ke dalam satu sistem pemantauan kota secara real-time. Sistem ini terhubung langsung dengan aparat keamanan, sehingga memungkinkan respons cepat terhadap berbagai ancaman.

“Langkah ini penting agar masyarakat Betawi semakin berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga identitas kota, merawat persatuan, memperkuat nilai-nilai kebudayaan, serta mendukung pembangunan Jakarta ke depan,” ujar Rano.

Penguatan tata kelola ini, menurut Rano, merupakan bagian dari upaya menyediakan lingkungan yang lebih adaptif, terukur, responsif, dan berbasis data. Dengan sistem pemantauan kota yang canggih, keberhasilan dalam meningkatkan mobilitas, konektivitas, serta keamanan akan terus diperkuat. “Segala upaya dalam memperkuat aspek tersebut telah menunjukkan hasil yang positif,” tambahnya. Dari hasil tersebut, Jakarta berhasil meningkatkan peringkatnya dari 74 menjadi 71 dalam Indeks Kota Global, menempatkan kota ini pada posisi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Kota Teraman di Asia Tenggara dan Kontribusi DPRD

Keberhasilan pembangunan Jakarta tidak terlepas dari dukungan sejumlah lembaga, termasuk DPRD Provinsi DKI Jakarta. “Segala pencapaian yang telah diraih tidak terlepas dari peran aktif jajaran DPRD dalam mengawal agenda pembangunan,” ujar Rano. Pemerintah mengakui bahwa kerja sama dengan lembaga legislatif memberikan dampak signifikan pada penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel.

Rano juga menekankan bahwa keamanan menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global. Dengan sistem CCTV yang terintegrasi, kota ini berhasil mempertahankan peringkatnya sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara. “Kita perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan hidup masyarakat,” ujarnya. Upaya ini, katanya, menunjukkan komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Dalam rangka menghadirkan Jakarta sebagai kota yang lebih modern, Rano Karno menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya memperkuat sektor-sektor kunci. “Kita perlu memastikan bahwa semua proyek pembangunan selaras dengan visi kota global yang berkeberlanjutan,” imbuhnya. Dengan memadukan tradisi, inovasi, dan teknologi, Jakarta diharapkan mampu menjadi contoh kota metropolitan yang mampu memenuhi kebutuhan penduduknya serta menarik minat wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Sebagai penutup, Rano menyebutkan bahwa seluruh inisiatif yang telah dijalankan akan menjadi fondasi bagi Jakarta yang lebih baik. “Pembangunan ini bukan hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi juga tentang membangun masyarakat yang tangguh dan berbudaya,” katanya. Dengan demikian, keberhasilan Jakarta sebagai kota global tidak hanya terukur melalui indeks internasional, tetapi juga melalui peran aktif masyarakat dalam mempertahankan nilai-nilai yang menjadi ciri khas kota ini.