Important News: Pemkab Lampung Selatan minta warga waspada penipuan link CPNS 2026

Pemkab Lampung Selatan Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Tautan CPNS 2026

Kalianda, Lampung Selatan

Important News – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) melalui Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) setempat memberikan peringatan kepada masyarakat agar waspada terhadap penyebaran tautan palsu yang mengaku sebagai portal pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2026. Peringatan ini diberikan oleh Plt Kepala BKD Lampung Selatan, Mhd Dharma Kurniawan, dalam sebuah wawancara di Kalianda, Senin, yang menyoroti adanya upaya penipuan melalui media sosial dan aplikasi perpesanan. Menurutnya, tautan-tautan yang tidak berasal dari sumber resmi pemerintah sering menipu calon peserta dengan menawarkan akses cepat ke proses seleksi CPNS.

“Masyarakat diingatkan untuk tidak langsung percaya pada informasi seleksi CPNS yang ditemukan di platform media sosial atau aplikasi perpesanan jika tidak berasal dari sumber resmi pemerintah. Kami mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran informasi palsu (hoaks) terkait rekrutmen CPNS 2026,” kata Dharma Kurniawan.

Dalam penyataannya, Dharma Kurniawan menegaskan bahwa tautan tidak resmi seperti https://daftarsekarang10.yrws1xz.one/ telah menjadi ancaman serius bagi keamanan data warga. Tautan ini disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dan berpotensi menyebabkan kerugian finansial atau kebocoran informasi pribadi. Dia menambahkan bahwa modus penipuan ini sangat sengaja dirancang untuk membuat masyarakat terkejut atau terburu-buru dalam mengirimkan data penting mereka.

Konfirmasi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) juga menjadi bukti bahwa tautan tersebut memang tidak sah. Menurut Dharma Kurniawan, BKN melalui Kepala Kantor Regional V telah memverifikasi bahwa tautan pendaftaran CPNS 2026 ini adalah hoaks. “BKN menyatakan bahwa link tersebut tidak benar dan bisa menjadi sarana untuk mengumpulkan data warga secara sembunyi-sembunyi,” ujarnya. Penyebaran tautan ilegal ini dilakukan dengan strategi yang memanfaatkan ketidaktahuan sebagian masyarakat tentang cara mengidentifikasi situs resmi.

Modus penipuan melalui phishing ini kerap kali menipu masyarakat dengan tampilan yang menyerupai situs resmi pemerintah. Pelaku biasanya mengirimkan tautan ke korban melalui pesan teks, media sosial, atau e-mail palsu. Melalui tautan tersebut, mereka meminta warga mengisi formulir pendaftaran dengan data sensitif, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat email, dan kata sandi. Jika data tersebut diperoleh, pelaku bisa menggunakan informasi tersebut untuk memanipulasi akun korban atau mengakses data pribadi lainnya.

Menyadari bahaya dari tautan palsu ini, BKD Lampung Selatan mengajak masyarakat untuk lebih jeli dalam memverifikasi informasi. “Warga harus memeriksa keaslian link tersebut dengan membandingkannya ke situs resmi BKN di bkn.go.id atau laman resmi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di https://lampungselatankab.go.id/,” tambah Dharma Kurniawan. Ia juga mengingatkan bahwa informasi tentang rekrutmen CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hanya akan diumumkan melalui saluran resmi pemerintah, sehingga masyarakat tidak perlu terburu-buru mempercayai tautan yang muncul di luar sumber tersebut.

Sebagai contoh, tautan tidak resmi seperti https://daftarsekarang10.yrws1xz.one/ sering menampilkan tampilan yang mirip dengan situs resmi BKN. Tapi, hal ini bisa dikenali dengan memeriksa informasi tambahan, seperti alamat situs, tanda kunci enkripsi (https), atau logo resmi yang tercantum di bagian atas halaman. Dharma Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya juga sedang melakukan edukasi kepada warga mengenai cara mengenali situs berbahaya dan bagaimana menghindari kejahatan siber.

Menurut Dharma Kurniawan, tautan ilegal ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti tautan yang menawarkan akses cepat ke form pendaftaran CPNS, pengumuman hasil seleksi, atau dokumen resmi lainnya. “Tidak semua tautan menjanjikan, jadi masyarakat harus waspada terhadap tawaran yang terlalu menggiurkan atau menipu dengan jargon ‘cepat’, ‘mudah’, atau ‘tanpa proses’,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa modus ini sering kali dipakai dalam berbagai acara perekrutan, sehingga warga harus selalu memastikan bahwa informasi yang diterima berasal dari sumber yang jelas dan terpercaya.

Untuk menghindari penipuan, BKD Lampung Selatan juga menyarankan warga memeriksa keaslian situs tersebut dengan mengunjungi langsung alamat resmi. “Jika masyarakat ragu dengan suatu tautan, mereka bisa menghubungi BKD Lampung Selatan melalui telepon atau media sosial resmi untuk memastikan kebenaran informasi,” ujarnya. Selain itu, Dharma Kurniawan juga meminta warga mengaktifkan fitur verifikasi dua faktor (2FA) pada akun email atau media sosial mereka, karena langkah ini bisa mencegah pelaku menipu informasi keamanan.

Modus phishing ini tidak hanya berpotensi menipu data pribadi, tetapi juga bisa menyebabkan kerugian finansial jika korban mengirimkan informasi pembayaran atau data kartu kredit melalui tautan tersebut. Dharma Kurniawan mengingatkan bahwa selain mengenali tautan, warga juga harus memperhatikan jadwal pendaftaran CPNS 2026 yang telah diumumkan secara resmi. “Masyarakat bisa memastikan tanggal pendaftaran atau proses seleksi dari situs BKN atau melalui pemerintah daerah, jangan terburu-buru percaya pada tawaran yang muncul di luar waktu resmi,” tegasnya.

Menurut Dharma Kurniawan, m