Latest Program: Trenggono ajukan pensiun dini dari TNI usai diangkat jadi Wakil Kepala BGN
Trenggono Resignasi dari TNI Setelah Menjabat sebagai Wakil Kepala BGN
Latest Program – Jakarta – Mantan Komandan Badan Gizi Nasional (BGN) Mayor Jenderal TNI (Purn) Trenggono mengungkapkan telah mengajukan pensiun dini dari institusi militer setelah menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Penjelasan ini diungkapkan saat ia hadir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin sore. “Telah mengajukan pensiun dini dari TNI,” tutur Trenggono, yang mengatakan keputusan ini diambil sejak nama jabatan baru diumumkan.
Mengundurkan Diri atas Kesadaran Sendiri
Menurut Trenggono, pengajuan pensiun dini dilakukan secara sukarela, tanpa adanya perintah dari Presiden Prabowo Subianto. “Ini bukan karena instruksi dari Presiden, melainkan keinginan saya sendiri,” jelasnya. Ia menekankan bahwa keputusan ini merupakan pilihan pribadinya untuk fokus pada tugas di lembaga pemerintah. Kehadirannya di Istana Kepresidenan terkait dengan pelantikan sebagai Wakil Kepala BGN, yang dilakukan oleh Presiden Prabowo.
“Sudah (mundur), semenjak diumumkan (jadi Kepala BGN),” ujar Trenggono.
Perubahan Struktur Pemimpin BGN
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan tiga nama baru dalam struktur pengurus BGN. Selain Trenggono, nama Nanik Sudaryati Deyang dipilih sebagai Kepala BGN, sementara Agustina Arumsari ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN. Keputusan ini menggantikan tiga pejabat sebelumnya, yaitu Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya, yang telah dicopot dari jabatannya. Pergantian ini berlangsung pada Selasa (2/6), sebelum pelantikan resmi diadakan.
Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, proses perubahan ini merupakan hasil evaluasi dan pemantauan pemerintah terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung selama sekitar satu setengah tahun. “Pergantian ini dilakukan untuk memastikan program MBG berjalan optimal,” katanya. Evaluasi tersebut didasari oleh berbagai pertimbangan, termasuk kinerja dan efisiensi tugas para pejabat yang sebelumnya menjabat di BGN.
Kejaksaan Agung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi MBG
Pada Rabu (3/6), Kejaksaan Agung secara resmi menetapkan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dugaan korupsi terkait tata kelola program MBG tahun anggaran 2025–2026. Penetapan ini menunjukkan bahwa investigasi terhadap pengelolaan MBG masih berlangsung, meski telah terjadi pergantian pejabat di BGN. Meski begitu, Trenggono tidak menyebutkan hubungan langsung antara pengajuan pensiunnya dengan kasus korupsi tersebut.
Cerita Karier Trenggono di TNI
Sebelum mengambil keputusan untuk mengundurkan diri, Trenggono memiliki pengalaman yang cukup panjang di TNI. Ia lahir pada 21 November 1969 dan menempuh pendidikan di Akademi Militer dengan jalur Infanteri atau Kopassus. Setelah lulus pada 1993, ia menjalani berbagai jabatan strategis dalam organisasi militer. Pada periode 2023–2024, Trenggono menjabat sebagai Direktur Umum Akademi Militer, sebelum berganti tugas ke Lembaga Pengembangan dan Penelitian Angkatan Darat (Seskoad) di Jakarta.
Dalam masa jabatannya di Seskoad, Trenggono menempati posisi Direktur Pengkajian dan Pengembangan hingga 2024–2025. Setelah itu, ia mengambil peran sebagai Staf Khusus Panglima TNI pada 2025. Karier yang solid ini menunjukkan keahliannya dalam bidang operasional dan manajemen, yang membuatnya layak diangkat ke posisi baru di BGN. Meski telah pensiun dini, Trenggono tetap dianggap memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan pangan nasional.
Peran Nanik dan Agustina dalam BGN
Sebagai bagian dari pengisian kekosongan jabatan, Nanik Sudaryati Deyang menjadi Kepala BGN setelah menjabat sebagai Wakil Kepala BGN sebelumnya. Sementara Agustina Arumsari yang sebelumnya menempati posisi Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kini dipercayakan menjadi Wakil Kepala BGN. Pergantian ini menunjukkan upaya pemerintah untuk memperkuat koordinasi antara lembaga pangan dan keuangan dalam mengelola program MBG.
Program MBG bertujuan memberikan bantuan pangan secara gratis kepada masyarakat yang kurang mampu. Dengan adanya perubahan struktur kepemimpinan, diharapkan pelaksanaannya lebih terarah dan efisien. Trenggono menegaskan bahwa pengajuan pensiunnya dilakukan dengan keinginan untuk mendukung program ini dari perspektif administrasi, bukan hanya militer.
Proses Pemilihan dan Pelantikan Pejabat
Pelantikan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari pengisian jabatan yang kosong. Proses ini dilakukan setelah Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya diberhentikan dari posisi mereka. Kejaksaan Agung menetapkan mereka sebagai tersangka karena dugaan pelanggaran tata kelola dalam MBG. Namun, Trenggono tidak menyalahkan mantan pejabat tersebut, melainkan menganggap bahwa keputusannya adalah langkah untuk memulai fase baru.
Pelantikan ini dianggap sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kinerja lembaga pangan nasional. Trenggono menilai bahwa peran di BGN memberikan peluang untuk menerapkan pengalaman militer dalam sektor kebijakan pangan. Dengan memasuki dunia pemerintahan, ia berharap bisa berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan gizi di Indonesia, terutama pada kelompok rentan.
Peran Strategis Trenggono di BGN
Selain memberikan latar belakang, Trenggono juga menjelaskan bahwa tugas di BGN berbeda dari perannya di TNI. Sebagai Wakil Kepala BGN, ia fokus pada pengembangan kebijakan dan program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. “Posisi ini mengharuskan saya bekerja dengan lebih terbuka, terutama dalam membangun kolaborasi dengan berbagai stakeholder,” katanya.
Di sisi lain, Trenggono menyoroti pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program MBG. Ia mengatakan bahwa reformasi struktur kepemimpinan menjadi langkah awal untuk mewujudkan efisiensi dan keakuratan dalam distribusi bantuan pangan. Dengan menggantikan pejabat yang terlibat dalam kasus korupsi, pemerintah berharap program ini bisa berjalan lebih baik, terlepas dari risiko pengelolaan yang kurang optimal.
Kehadiran Trenggono di Istana Kepresidenan menandai peralihan dari dunia militer ke sektor pemerintahan. Meski pensiun dini, ia tetap mempertahankan komitmen untuk memberikan kontribusi terbaiknya dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan latar belakang sebagai mantan tentara, Trenggono diharapkan bisa membawa pendekatan yang lebih profesional dan berorientasi pada kepentingan publik.
Dalam pers
