Rumah sakit baru di Kabul sediakan operasi bagi anak-anak Afghanistan
Daftar Isi
Harapan Baru bagi Anak dengan Kelainan Jantung di Kabul
Programamal.com – Sebuah rumah sakit jantung yang baru beroperasi di pinggiran Kabul membuka akses pengobatan gratis bagi anak-anak Afghanistan yang menghadapi kelainan jantung bawaan. Fasilitas ini hadir di tengah keterbatasan layanan kesehatan, memberi kesempatan bagi keluarga berpenghasilan rendah untuk memperoleh pemeriksaan, perawatan, obat-obatan, hingga operasi tanpa biaya.
Rumah sakit berkapasitas 50 tempat tidur tersebut didukung oleh Perhimpunan Bulan Sabit Merah Afghanistan atau Afghan Red Crescent Society (ARCS). Anak-anak dari berbagai wilayah Afghanistan datang ke Kabul untuk menjalani diagnosis dan tindakan medis yang sebelumnya sulit dijangkau, terutama karena biaya perawatan jantung di fasilitas swasta sangat tinggi.
Bagi keluarga yang anaknya hidup dengan masalah jantung, layanan ini bukan hanya soal tindakan operasi. Perawatan yang tersedia dapat membantu anak bernapas lebih nyaman, kembali beraktivitas, dan memiliki peluang lebih besar untuk menjalani masa kanak-kanak yang sehat.
Perjalanan jauh demi perawatan putri
Mohammad Hassan menempuh perjalanan hampir 390 kilometer dari Provinsi Jawzjan di Afghanistan utara menuju Kabul. Ayah lima anak itu membawa putrinya yang berusia tiga tahun untuk mendapatkan perawatan kelainan jantung.
Seluruh anak Hassan mengalami masalah jantung. Ia juga pernah kehilangan seorang anak akibat kondisi serupa. Pengalaman itu membuat perjalanan ke rumah sakit baru ini dipenuhi kecemasan, sekaligus harapan bahwa putrinya bisa memperoleh pertolongan yang tidak sanggup ia biayai sendiri.
Saya senang dia dirawat di sini. Kondisi keuangan kami sangat sulit, dan kami tidak mampu menanggung biaya pengobatan.
Di sebuah rumah sakit swasta, keluarga Hassan diminta membayar 300.000 afghani untuk perawatan putrinya. Dengan nilai 1 afghani sekitar Rp277, jumlah itu berada jauh di luar kemampuan seorang buruh harian yang harus memenuhi kebutuhan keluarganya.
Hassan masih mengingat putrinya yang meninggal saat berusia dua bulan. Bayi tersebut memiliki lubang pada jantungnya, tetapi tidak memperoleh perawatan yang diperlukan.
Putri saya yang berusia dua bulan memiliki lubang di jantungnya. Dia tidak bisa mendapatkan perawatan dan akhirnya meninggal.
Kisah itu menggambarkan beratnya risiko yang dihadapi keluarga ketika diagnosis dan tindakan jantung tidak tersedia tepat waktu. Dalam kondisi seperti ini, akses gratis dapat menentukan apakah seorang anak memperoleh kesempatan untuk menjalani operasi atau tidak.
Layanan tanpa biaya, tetapi antrean panjang
Dr. Abdul Wali Atmanzai, kepala rumah sakit jantung tersebut, menyampaikan bahwa semua tahap layanan diberikan secara cuma-cuma. Pasien tidak dibebani biaya rawat inap, pemeriksaan, operasi, maupun obat-obatan.
Semua layanan, mulai dari rawat inap dan pemeriksaan medis hingga operasi dan obat-obatan, disediakan secara gratis.
Fasilitas itu mulai melayani pasien sekitar dua bulan sebelumnya. Fokus utamanya adalah diagnosis dan pengobatan anak dengan gangguan jantung, termasuk anak-anak yang lahir dengan lubang pada jantung. Untuk keluarga dengan pendapatan terbatas, pengobatan spesialis semacam ini selama bertahun-tahun sulit diakses.
Hingga kini, 154 anak telah menjalani operasi di rumah sakit tersebut. Setiap hari, tim medis menangani sekitar empat sampai delapan prosedur. Kebutuhan layanan juga terus meningkat, dengan 20 hingga 30 pasien baru mendaftarkan diri setiap hari.
Besarnya permintaan menyebabkan sebagian keluarga harus menunggu cukup lama. Masa tunggu dapat berlangsung antara enam bulan hingga dua tahun, karena banyak pasien yang sebelumnya tidak mampu memperoleh tindakan di rumah sakit swasta datang mencari bantuan ke fasilitas ini.
Naz Mohammad menghadapi kenyataan itu saat berusaha mencari pengobatan bagi putrinya yang berusia lima tahun. Ia baru mengetahui kondisi jantung sang anak setelah kembali dari bekerja di luar negeri. Pemeriksaan di fasilitas swasta telah dilakukan, tetapi biaya yang diminta tidak dapat dipenuhi keluarganya.
Rumah sakit swasta meminta kami membayar antara 120.000 hingga 200.000 afghani untuk perawatannya. Saya tidak mampu membayarnya.
Walaupun harus menunggu, Naz Mohammad tetap berharap putrinya akan mendapat giliran operasi. Harapan itu terletak pada kemungkinan bahwa perawatan jantung yang tepat dapat membuat anaknya tumbuh dengan kondisi yang lebih baik dan menjalani masa depan yang lebih cerah.
Kebutuhan yang jauh melampaui kapasitas layanan
Data nasional yang lengkap mengenai jumlah anak dengan kelainan jantung di Afghanistan belum tersedia. Namun, Dr. Atmanzai memperkirakan lebih dari 100.000 anak di negara itu mungkin hidup dengan masalah jantung.
Kelainan jantung bawaan mencakup berbagai kondisi yang terjadi sejak lahir. Salah satu yang disebut dalam layanan rumah sakit ini adalah lubang pada jantung. Penanganannya membutuhkan diagnosis yang akurat, tenaga medis terlatih, fasilitas operasi, serta perawatan lanjutan yang memadai.
Tanpa pemeriksaan dini dan akses terhadap tindakan khusus, banyak anak berisiko kehilangan peluang memperoleh intervensi yang dapat menyelamatkan nyawa. Dr. Atmanzai memperkirakan bahwa pada tingkat nasional, sekitar 20 hingga 25 persen anak dengan kondisi tersebut dapat meninggal dunia.
Di tingkat nasional, 20 hingga 25 persen dari anak-anak tersebut mungkin akan kehilangan nyawa.
Karena itu, setiap operasi yang berhasil dilakukan di rumah sakit Kabul tersebut memiliki arti yang lebih luas daripada sebuah prosedur medis. Tindakan itu dapat mengurangi beban keluarga, memberi kesempatan pemulihan bagi seorang anak, dan menghadirkan harapan di tengah sistem layanan kesehatan yang masih menghadapi keterbatasan besar.
Bagi Hassan, Naz Mohammad, dan keluarga lain yang datang dari berbagai penjuru Afghanistan, keberadaan rumah sakit ini menjadi pintu menuju perawatan yang sebelumnya terasa mustahil. Antrean panjang tetap menjadi tantangan, tetapi layanan gratis itu memberi mereka alasan untuk terus berharap bahwa anak-anak mereka dapat memperoleh kesempatan hidup yang lebih sehat.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Rumah sakit baru di Kabul sediakan?
Rumah sakit baru di Kabul sediakan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Rumah sakit baru di Kabul sediakan matter?
Rumah sakit baru di Kabul sediakan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.