New Policy: Pilihan Kereta Api Jakarta–Bandung Makin Beragam, KAI Perkuat Konektivitas Pelanggan ke Sejumlah Stasiun di Jawa Barat
New Policy: Pilihan Kereta Api Jakarta-Bandung Semakin Beragam
New Policy – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan New Policy untuk memperkaya pilihan layanan kereta api antara Jakarta dan Bandung. Sejak awal tahun 2026 hingga Mei 2026, jumlah penumpang yang menggunakan jaringan KA jarak jauh, jalur lokal, serta Commuter Line Cikarang dan Whoosh mencapai 44,05 juta, naik sekitar 8,20 persen dibandingkan Januari–Mei 2025 yang tercatat 40,71 juta. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan permintaan mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.
Perluasan Akses ke Stasiun Strategis
New Policy KAI bertujuan memperkuat konektivitas pelanggan ke sejumlah stasiun utama di Jawa Barat. Dengan menghadirkan berbagai opsi layanan, pengguna transportasi kini bisa memilih jalur yang sesuai kebutuhan, baik untuk perjalanan langsung ke Bandung maupun melanjutkan rute ke Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Purwokerto. PT KAI mencatat, layanan ini telah meningkatkan fleksibilitas mobilitas antara dua kota besar tersebut.
“Kai menghadirkan New Policy agar pelanggan bisa menyesuaikan perjalanan dengan kebutuhan, mulai dari akses langsung ke Stasiun Bandung hingga rute ke Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Purwokerto,” kata Anne Purba, Wakil Presiden Corporate Communication KAI.
Pilihan Layanan Utama dan Pertumbuhan Penumpang
KA Parahyangan tetap menjadi pilihan utama untuk perjalanan langsung Jakarta-Bandung PP. Dalam Januari–Mei 2026, layanan ini melayani 475.072 penumpang, naik 38,57 persen dari 342.837 penumpang Januari–Mei 2025. Meski New Policy memperkenalkan layanan baru, KA Parahyangan tetap diminati untuk kebutuhan transportasi sehari-hari.
KA Papandayan dengan relasi Gambir–Garut PP menjadi opsi populer bagi penumpang yang ingin mengakses Garut. KA ini berhenti di Stasiun Bandung, memudahkan pengguna Jakarta yang ingin lanjutkan perjalanan ke wilayah Priangan Timur. Jumlah penumpang naik 18,91 persen, mencapai 180.640 dibandingkan 151.919 pada tahun sebelumnya.
KA Pangandaran, relasi Gambir–Banjar PP, juga diperkenalkan dalam New Policy. Layanan ini berhenti di Bandung dan memperkuat akses ke Tasikmalaya serta Ciamis. Meski penumpang KA ini mengalami penurunan sebesar 10,52 persen, jumlahnya masih mencapai 146.160 dalam Januari–Mei 2026.
Konektivitas dari Pasarsenen dan Alternatif Lain
KAI memperluas akses dari Pasarsenen dengan menambahkan KA Cikuray, relasi Pasarsenen–Garut PP. KA ini berhenti di Bandung, memberi opsi tarif lebih terjangkau untuk pelanggan yang berangkat dari kawasan tersebut. Dalam lima bulan terakhir, KA Cikuray mencatat 266.993 penumpang, naik 7,13 persen dari 249.218 tahun sebelumnya.
KA Serayu, relasi Pasarsenen–Purwokerto PP, menjadi alternatif bagi pengguna yang ingin menuju wilayah Bandung Raya. Meski tidak berhenti di Bandung, layanan ini tetap memudahkan akses ke Kiaracondong dan Cimahi. New Policy ini menunjukkan upaya KAI dalam memberikan pilihan transportasi yang lebih efisien.
Perluasan jaringan kereta api sebagai bagian dari New Policy tidak hanya memenuhi permintaan pasar, tetapi juga mendorong penggunaan transportasi umum. Dengan lebih banyak pilihan, masyarakat bisa mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, sekaligus memperkuat sistem transportasi di Jawa Barat.
