DPR ajak UMKM perempuan Riau perkuat Empat Pilar
DPR Ajak UMKM Perempuan Riau Perkuat Empat Pilar
DPR ajak UMKM perempuan Riau perkuat – Kamis, 18 Juni, sejumlah perwakilan pengusaha perempuan di Riau hadir dalam acara sosialisasi yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkuat semangat kebangsaan serta kewirausahaan di kalangan perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menjadi pembicara utama dalam acara tersebut, mengajak para peserta untuk menginternalisasi prinsip-prinsip Empat Pilar MPR RI. Dengan memperkuat nilai-nilai tersebut, para pelaku UMKM perempuan diharapkan dapat meningkatkan kontribusi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI
Empat Pilar MPR RI, yang mencakup nasionalisme, persatuan, keagamaan, dan ketaqwaan, menjadi fokus utama dalam acara tersebut. Hendry Munief menjelaskan bahwa nilai-nilai ini tidak hanya penting bagi kehidupan politik tetapi juga membentuk fondasi bagi keberlanjutan usaha. “Empat Pilar ini adalah pedoman yang membimbing kita dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial di era yang terus berubah,” ujarnya dalam pidato yang disampaikan kepada ratusan peserta. Acara ini diikuti oleh anggota Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Riau, yang turut serta menunjukkan komitmen untuk membangun ekonomi lokal melalui keterlibatan aktif perempuan.
“Dengan memperkuat semangat kebangsaan dan kewirausahaan, UMKM perempuan tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga berkembang menjadi pilar utama perekonomian Riau,” kata Hendry Munief.
Peran UMKM Perempuan dalam Ekonomi Riau
UMKM perempuan di Riau, yang terdiri dari berbagai sektor seperti pertanian, kerajinan, dan layanan, memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Menurut data terkini, sekitar 60 persen usaha kecil di provinsi ini dijalankan oleh perempuan, dengan nilai tambah yang signifikan dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hendry Munief menekankan bahwa perempuan pelaku usaha perlu diberikan ruang untuk mengembangkan kapasitas mereka secara maksimal. “UMKM perempuan adalah motor penggerak keberlanjutan ekonomi, apalagi dengan didukung oleh nilai-nilai kebangsaan yang kuat,” tambahnya.
Penekanan pada Keterlibatan Masyarakat
Acara ini tidak hanya menjadi wadah untuk menyampaikan informasi tentang Empat Pilar, tetapi juga menjadi ajang kolaborasi antara DPR dan IPEMI Riau. Hendry Munief menyebutkan bahwa keberhasilan UMKM perempuan bergantung pada dukungan lingkungan dan partisipasi aktif masyarakat. “Kita perlu menciptakan ekosistem yang mendukung pengusaha perempuan, baik dari segi sumber daya maupun kebijakan,” jelasnya. IPEMI Riau, sebagai organisasi yang memperkuat keberdayaan perempuan, berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dalam upaya ini. Peserta acara menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut memberikan wawasan baru tentang pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan ke dalam praktik usaha sehari-hari.
“Kami berharap acara ini bisa menjadi titik awal untuk membangun kemitraan antara UMKM perempuan dan lembaga-lembaga pemerintah,” ujar salah satu peserta dari IPEMI Riau.
Strategi Perkuatan Empat Pilar
Empat Pilar MPR RI, yang dirumuskan pada tahun 1978, dikenal sebagai landasan untuk membangun kesatuan bangsa. Dalam konteks UMKM perempuan, nilai-nilai ini dianggap sebagai alat untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing, dan menciptakan usaha yang berkelanjutan. Hendry Munief mengatakan bahwa sosialisasi ini akan diadakan secara berkala untuk memastikan bahwa peserta tetap terhubung dengan prinsip-prinsip tersebut. “Kami ingin menciptakan kader-kader UMKM perempuan yang tidak hanya profit-oriented tetapi juga memiliki visi sosial yang tinggi,” terangnya.
Para peserta mengapresiasi inisiatif DPR yang memperhatikan peran perempuan dalam perekonomian. “Sosialisasi seperti ini sangat relevan karena kita seringkali lupa bahwa keberhasilan bisnis terkait dengan kebangsaan,” tambah seorang peserta yang tidak ingin disebutkan namanya. Acara ini juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi pengusaha perempuan, terutama dalam bidang manajemen, pemasaran, dan kepatuhan terhadap regulasi. Dengan meningkatkan kompetensi mereka, diharapkan UMKM perempuan bisa mencapai level yang lebih baik, baik secara ekonomi maupun sosial.
Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Kegiatan sosialisasi yang diadakan di Riau ini disusun sebagai bagian dari upaya memperkuat pilar-pilar kebangsaan. Hendry Munief menegaskan bahwa UMKM perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama perekonomian lokal. “Dengan kebangsaan yang kuat, mereka bisa membangun usaha yang sejalan dengan tujuan nasional,” katanya. Di sisi lain, IPEMI Riau menyatakan bahwa mereka akan terus berkolaborasi dengan pihak lain untuk menyalurkan program-program yang mendukung pengembangan UMKM perempuan. Acara ini juga diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan diri para peserta serta mendorong mereka untuk terus berkiprah dalam sektor ekonomi.
Dalam diskusi kelompok, para pengusaha perempuan menyampaikan bahwa Empat Pilar MPR RI bisa menjadi pedoman untuk menjaga konsistensi usaha dalam menghadapi tantangan pasar yang dinamis. “Kami berharap ada langkah konkret untuk memperkuat struktur organisasi dan memberikan bantuan teknis kepada UMKM perempuan,” kata seorang peserta. Tidak hanya itu, acara ini juga menjadi ajang penguatan jaringan antar pengusaha, yang menjadi sarana untuk berbagi pengalaman dan mencari peluang kerja sama.
Menurut Hendry Munief, sosialisasi ini akan diulang di beberapa kota lain di Indonesia untuk menyebarkan konsep yang sama. “Kami ingin membuat perempuan pelaku usaha menjadi bagian dari pembangunan nasional,” tegasnya. IPEMI Riau, yang memiliki anggota sebanyak ratusan, menyatakan bahwa mereka akan terus berperan aktif dalam memperkuat ekonomi daerah melalui kegiatan serupa. Selain itu, acara ini juga menyoroti pentingnya inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan usaha, sehingga UMKM perempuan tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang menjadi pilar utama perekonomian.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan kebangsaan dan kewirausahaan para perempuan pelaku usaha di Riau akan menjadi lebih kuat. Hendry Munief menambahkan bahwa peningkatan kualitas UMKM perempuan akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kalangan keluarga yang bergantung pada pendapatan usaha. “UMKM perempuan adalah representasi kekuatan ekonomi yang tidak hanya menciptakan keuntungan tetapi juga membangun kebanggaan nasional,” ujarnya. Acara ini menjadi langkah awal dalam memperkuat inisiatif
