UMKM Batam tunjukkan peran di sektor ketenagakerjaan

UMKM Batam Tunjukkan Peran Di Sektor Ketenagakerjaan

UMKM Batam tunjukkan peran di sektor – Dalam rangka perayaan Hari Buruh tahun 2026, sektor usaha kecil dan menengah (UMKM) di Batam, Kepulauan Riau, semakin menonjolkan pentingnya peran mereka dalam mengatasi tantangan ketenagakerjaan. Di tengah kondisi perekonomian yang terus berubah, UMKM tidak hanya menjadi penggerak utama perekonomian lokal, tetapi juga menyediakan peluang kerja bagi banyak lapisan masyarakat, terutama bagi pekerja lepas yang sering terdampak oleh fluktuasi pasar. Bisnis jasa rias dan dekorasi yang dikelola oleh Manih Group, salah satu contoh nyata UMKM di Batam, menunjukkan bagaimana kecilnya ukuran usaha ini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Dengan dukungan berbagai program pemerintah, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), bisnis-bisnis kecil seperti ini berhasil tumbuh dan berkontribusi pada stabilitas ekonomi daerah.

Ketua Manih Group, Farisa atau akrab disapa Ica, menjelaskan bahwa keberadaan UMKM di Batam tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga membuka akses pekerjaan bagi para individu yang memiliki keterampilan spesifik. “UMKM seperti kita berperan penting dalam memastikan ekonomi masyarakat tetap berjalan meskipun kondisi pasar global tidak menentu,” katanya dalam sebuah wawancara. Ica menyoroti bahwa program KUR tidak hanya memberikan dana untuk pengembangan usaha, tetapi juga mendorong kreativitas para pengusaha lokal dalam menciptakan lapangan kerja. Dengan KUR, usahanya mampu menambah kapasitas produksi, sehingga dapat menerima lebih banyak pesanan dari klien.

“KUR tidak hanya sekadar bantuan keuangan, tetapi juga menjadi alat untuk memperkuat struktur ekonomi masyarakat. Setiap pemberdayaan UMKM berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari rakyat,” ujar Ica.

Di Batam, yang dikenal sebagai kota industri dan perdagangan, sektor UMKM terutama dalam bidang jasa dan kreatif menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pengusaha mikro di daerah tersebut meningkat pesat, terutama setelah pemerintah pusat dan daerah memberikan perhatian khusus melalui berbagai kebijakan. Ica mengungkapkan bahwa bisnis jasa rias dan dekorasi yang ia jalankan membutuhkan tim yang terdiri dari pekerja lepas, seperti desainer interior, karyawan dekorasi, dan pelaku kreatif lainnya. Dengan adanya KUR, perusahaan mampu memperluas layanan, sehingga bisa menampung lebih banyak pekerja.

Menurut data dari Dinas Koperindag Batam, jumlah UMKM di daerah itu mencapai ratusan ribu dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar dari mereka beroperasi di sektor jasa, perdagangan, dan pelayanan. “UMKM di Batam berkontribusi hingga 70 persen pada jumlah total tenaga kerja,” jelas salah satu analis perekonomian lokal. Dengan kemampuan adaptasi yang tinggi, bisnis-bisnis kecil ini mampu bertahan meskipun terdapat keterbatasan lapangan pekerjaan di sektor formal. Ica menambahkan bahwa bisnisnya berupaya menciptakan keseimbangan antara kualitas layanan dan aksesibilitas tenaga kerja. “Kami selalu mencari karyawan yang bisa memberikan hasil maksimal dengan biaya operasional terjangkau,” katanya.

Sektor jasa rias dan dekorasi di Batam, khususnya, sedang mengalami pertumbuhan signifikan karena meningkatnya permintaan untuk layanan pesta dan acara khusus. Bisnis seperti Manih Group mampu menjadi penyangga ekonomi bagi masyarakat sekitar, karena memerlukan keterlibatan aktif dari pekerja lepas dalam berbagai aspek produksi. Dengan modal awal yang terbatas, UMKM di Batam sering mengandalkan peran individu-individu yang memiliki keahlian lokal, seperti desainer kreatif atau pemain pesta. Ica menjelaskan bahwa bisnisnya tidak hanya berfokus pada peningkatan kuantitas pekerjaan, tetapi juga pada kualitas pelatihan dan pengembangan keterampilan para pekerja.

Peran KUR dalam Mendorong Pertumbuhan UMKM

Kredit Usaha Rakyat (KUR) berperan penting dalam membangun fondasi keuangan bagi UMKM di Batam. Program yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini memberikan bantuan modal kecil dengan suku bunga rendah, sehingga memudahkan pengusaha untuk memperluas usaha tanpa harus mengambil pinjaman berisiko tinggi. Ica memberi contoh bahwa karena KUR, Manih Group mampu mengupgrade peralatan, memperluas ruang kerja, dan mempekerjakan lebih banyak orang. “KUR membuat kami lebih yakin untuk berinvestasi di masa depan,” ujarnya. Program ini juga menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengurangi pengangguran terbuka, terutama di kalangan remaja dan