Warga Kota Ambon gelar pawai rayakan tahun baru Islam 1448 Hijriah
Perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Ambon Dirayakan dengan Pawai Taaruf
Warga Kota Ambon gelar pawai rayakan – Di kota Ambon, Maluku, pada Selasa, 16 Juni, Majelis Taklim Maluku mengadakan pawai Taaruf sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Acara ini menarik perhatian masyarakat setempat dan menjadi ajang untuk memeriahkan pergantian tahun yang memiliki makna spiritual serta budaya bagi umat Muslim di daerah tersebut.
Upacara Budaya yang Menggabungkan Tradisi dan Moderen
Pawai tersebut dimulai dengan pawai taaruf yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai lapisan masyarakat. Peserta mengenakan pakaian adat khas Ambon dan Maluku, seperti kain batik, sarung, serta pakaian khas daerah lain yang tergabung dalam kegiatan tersebut. Selain itu, ada juga pertunjukan seni tradisional, seperti tari tradisional dan musik alat tradisional, yang menambah suasana penuh semangat dan kehangatan.
Ketua Majelis Taklim Maluku, Saadiah Uluputty, yang juga merupakan anggota DPR RI, menjelaskan bahwa perayaan Tahun Baru Islam ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan sepanjang tahun sebelumnya dan mempersiapkan langkah-langkah baru agar lebih baik di masa mendatang. “Ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi diri dan menegaskan komitmen terhadap nilai-nilai keagamaan serta kebersamaan,” ujarnya dalam wawancara eksklusif.
Ketua Majelis Taklim Maluku, Saadiah Uluputty, yang juga merupakan anggota DPR RI, menjelaskan bahwa perayaan Tahun Baru Islam ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan sepanjang tahun sebelumnya dan mempersiapkan langkah-langkah baru agar lebih baik di masa mendatang.
Pawai tersebut diadakan di sepanjang jalan utama Kota Ambon, dengan rute yang melibatkan area pusat kota hingga kawasan wisata. Acara dimulai pada pagi hari dan berlangsung hingga siang, diiringi oleh hajat keagamaan dan kebudayaan yang dihadiri oleh ribuan warga. Selama perayaan, peserta juga membagikan makanan ringan kepada pengunjung dan menyampaikan pesan- pesan moral serta spiritual yang relevan dengan tema tahun baru.
Perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Ambon memiliki makna khusus bagi masyarakat setempat, yang mayoritas beragama Islam. Tahun baru hijriah biasanya dirayakan dengan doa, perayaan, dan kegiatan sosial, yang menjadi bentuk penghormatan terhadap Tuhan serta kebersamaan dalam komunitas. Dalam tahun ini, pawai Taaruf dianggap sebagai cara yang efektif untuk memperkuat rasa kebanggaan terhadap budaya lokal sekaligus mempromosikan keharmonisan antarumat beragama.
Partisipasi Masyarakat dan Semangat Kolaborasi
Acara ini menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan remaja hingga dewasa. Banyak dari peserta pawai juga merupakan warga yang terlibat dalam kegiatan sosial dan keagamaan sehari-hari. “Kami berharap pawai ini bisa menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan saling mendukung dalam berbagai aspek kehidupan,” tutur salah satu peserta yang turut serta.
Dalam pawai tersebut, masyarakat juga menampilkan berbagai seni tradisional yang khas dari Ambon, seperti tarian Mambesu, sesi musik gending, serta pameran seni rupa. Selain itu, ada pula beberapa alat musik yang dipertunjukkan secara langsung, menunjukkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal. “Kami berupaya menyajikan perayaan yang lebih meriah dengan memadukan elemen tradisional dan inovasi modern,” kata Saadiah Uluputty.
Perayaan Tahun Baru Islam di Ambon tidak hanya berupa pawai, tetapi juga melibatkan kegiatan lain seperti pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pengambilan air dari sumur kuno, serta acara santap bersama. Acara ini dirayakan dengan semangat kebersamaan dan kerja sama, yang menunjukkan bahwa kebudayaan lokal dan spiritualitas umat Muslim dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan bersifat kolaboratif.
Proses Persiapan dan Dukungan Komunitas
Menurut Saadiah Uluputty, persiapan pawai tersebut memakan waktu beberapa bulan. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif, mulai dari penyusunan rencana hingga pemasangan alat pawai dan dekorasi,” katanya. Selama proses persiapan, Majelis Taklim Maluku juga bekerja sama dengan pihak pemerintah daerah serta organisasi keagamaan lainnya untuk memastikan keberlangsungan acara.
Adanya pawai Taaruf dalam perayaan tahun baru Islam juga memberikan dampak positif terhadap kota Ambon. Acara ini tidak hanya meningkatkan kepuasan masyarakat tetapi juga menarik perhatian wisatawan dan pengunjung dari daerah lain. “Dengan adanya pawai, kami berharap dapat menumbuhkan rasa percaya diri dalam menampilkan budaya dan keagamaan kita kepada dunia luar,” tambah Uluputty.
Karena ini adalah tahun baru hijriah ke-1448, perayaan kali ini memiliki arti lebih dalam. Tahun ini dianggap sebagai tahun yang penuh makna, karena bertepatan dengan momen penting dalam sejarah keagamaan dan sosial di Maluku. Banyak peserta pawai menyatakan bahwa mereka merasa senang bisa berpartisipasi dalam acara yang membawa semangat baru untuk tahun depan.
Acara ini juga menjadi
