Evaluasi ESDM: Gempa embusan Gunung Karangetang terekam 806 kali

Evaluasi ESDM: Gempa Embusan Gunung Karangetang Terdokumentasi 806 Kali

Manado – Evaluasi terkini aktivitas Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, dari 16 hingga 31 Maret 2026, mencatat 806 gempa guguran. Dalam laporan yang diterima di Manado, Senin, Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM, Lana Saria menjelaskan bahwa terdapat 16 gempa guguran, 131 tremor harmonik, 170 tremor nonharmonik, serta delapan gempa hybrid/fase banyak. Selain itu, didokumentasikan pula 16 gempa vulkanik dangkal, 16 gempa vulkanik dalam, satu gempa tektonik lokal, satu gempa terasa dengan skala I-MMII, dan 76 gempa tektonik jauh.

“Terekam juga sebanyak 16 kali gempa guguran, 131 kali tremor harmonik, 170 kali tremor nonharmonik, delapan kali gempa hybrid/fase banyak, 16 kali gempa vulkanik dangkal, 16 kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa tektonik lokal, satu kali gempa terasa pada skala I – MMI, dan 76 kali gempa tektonik jauh,” kata Lana Saria.

Kondisi Aktivitas Vulkanik Masih Terkendali

Menurut laporan, erupsi efusif Gunung Karangetang menunjukkan aliran lava ke arah selatan menuju Kali Sumpihi, dengan jarak tempuh mencapai 200 hingga 1.200 meter. Aktivitas ini masih berada dalam batas rekomendasi yang ditetapkan. Sementara itu, frekuensi gempa dalam periode ini meningkat dibandingkan minggu sebelumnya, khususnya gempa embusan yang intensitasnya tetap tinggi.

Peringatan untuk Masyarakat

Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran, karena kubah lava lama masih berada di puncak dan bisa runtuh saat lava keluar. Karakteristik awan panas ini berpotensi terjadi dari penumpukan material yang terlepas atau terjatuh dari gunung. Selain itu, perlu diwaspadai terjadinya luncuran lava dari kawah utara ke arah barat daya dan selatan.

Pada saat hujan deras mengguyur puncak, risiko lahar juga meningkat. Berdasarkan analisis menyeluruh hingga 31 Maret 2026, tingkat ancaman Gunung Karangetang tetap berada pada Level II (Waspada). Rekomendasi yang diberikan mencakup pembatasan aktivitas di area dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Utama (Selatan) dan Kawah II (Utara), serta 2,5 kilometer di sektor barat daya dan selatan dari Kawah Utama.

Langkah Pencegahan dan Penjagaan

Sebagai antisipasi, masyarakat dianjurkan menyiapkan masker untuk menutupi saluran pernapasan jika terjadi hujan abu. Disarankan agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh berita palsu tentang erupsi Gunung Karangetang. Selalu ikuti arahan dari BPBD Provinsi Sulawesi Utara dan BPBD Kabupaten Sitaro sebagai upaya mengurangi risiko bahaya.