Rencana Khusus: Wakil Ketua MPR ingatkan prediksi BMKG harus jadi acuan mitigasi
Wakil Ketua MPR Ingatkan Prediksi BMKG sebagai Dasar Mitigasi
Jakarta, Kamis – Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya data BMKG sebagai pedoman dalam upaya mitigasi terhadap dampak kemarau. Ia menyerukan semua pihak untuk bersiap menghadapi musim kemarau panjang, baik dalam kondisi El Nino maupun tidak.
“Apakah terjadi El Niño atau tidak, kita tetap perlu bersiap menghadapi dampak kemarau panjang yang diperkirakan oleh BMKG. Kekeringan, kebakaran hutan, dan gagal panen harus dicegah sejak awal,” kata Lestari.
Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau tahun 2026 akan tiba lebih dini, yaitu sejak April hingga Juni. Fenomena El Niño yang disebut sebagai “El Nino Godzila” diharapkan memperparah kekeringan, sehingga musim kemarau diperkirakan berlangsung lebih lama dan intens dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Prediksi Cuaca BMKG
BMKG memperkirakan sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia akan mengalami penurunan curah hujan di bawah rata-rata, dengan puncak kemarau diperkirakan terjadi di bulan Agustus-September 2026.
“Pemahaman masyarakat tentang fenomena cuaca yang akan datang sangat vital dalam mengurangi risiko dampak kemarau,” ujar Lestari, yang akrab disapa Mbak Rerie.
Ia menekankan perlunya penguasaan informasi oleh pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, agar masyarakat tidak salah menginterpretasi kondisi cuaca. Selain itu, Lestari meminta agar data BMKG dimanfaatkan untuk membangun kebijakan mitigasi yang jelas dan berorientasi perlindungan masyarakat.
“Jangan sampai musim kemarau mendatangkan bencana yang bisa dihindari melalui persiapan dini,” pungkasnya.
