Liga Italia

Como 1907 bungkam Napoli 2-1 di Stadion Diego Maradona

khrisna-edit-1788128885-fdf0eece71
Foto : Budi Wijaya - programamal.com
Daftar Isi
  1. Como 1907 Guncang Napoli di Maradona: Kemenangan 2-1 yang Mengubah Peta Klasemen
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Como 1907 Guncang Napoli di Maradona: Kemenangan 2-1 yang Mengubah Peta Klasemen

Programamal.com – Stadion Diego Armando Maradona, yang biasanya menjadi benteng tak tergoyahkan bagi tuan rumah, justru menjadi saksi kejutan pada Senin (31/8) dini hari WIB. Como 1907, tim yang musim lalu berjuang di papan bawah, pulang dengan tiga poin penuh setelah menaklukkan Napoli 2-1 pada giornata kedua Serie A 2026/27. Hasil ini bukan sekadar angka di papan skor—ia langsung menggeser posisi kedua klub di klasemen sementara dan mengirim sinyal bahwa musim ini tidak akan berjalan sesuai skenario lama.

Kronologi Gol: Efisiensi Como vs Tekanan Napoli

Como tidak butuh waktu lama untuk menunjukkan niat mereka. Baru menit ke-17, Assane Diao mengirim umpan tarik yang mendarat tepat di kaki Martin Baturina di dalam kotak penalti. Baturina melakukan rotasi badan singkat, lalu melepaskan tembakan kaki kanan yang meluncur ke sudut jauh gawang Alex Meret. Skor 1-0 untuk tim tamu, dan suasana di Maradona mendadak hening.

Napoli merespons dengan cepat. Tiga belas menit kemudian, Rasmus Hojlund menerima bola di tepi kotak penalti dan melepaskan tembakan mendatar kaki kiri. Jean Butez, kiper Como yang diturunkan oleh pelatih Cesc Fabregas, tidak mampu menahan laju bola. Skor kembali imbang 1-1 pada menit ke-30.

Namun, empat menit setelah penyamaan kedudukan, Como kembali unggul. Anastasios Douvikas, penyerang asal Yunani, memanfaatkan kelengahan lini belakang Partenopei. Dengan satu sentuhan kontrol dan tembakan kaki kanan yang terarah, Douvikas mengubah skor menjadi 2-1 untuk Como. Napoli, yang seharusnya mendominasi di kandang sendiri, justru tertinggal saat babak pertama berakhir.

Babak Kedua: Tekanan yang Tak Berbuah

Setelah jeda, Napoli menaikkan intensitas permainan secara signifikan. Tekanan tinggi, umpan-umpan pendek di sepertiga akhir, dan pergerakan tanpa bola menjadi ciri khas upaya Partenopei mengejar ketertinggalan. Namun, Como bertahan dengan disiplin dan sesekali mengancam lewat transisi cepat.

Momen paling menentukan datang di masa injury time. Stanislav Lobotka menyambar bola di dalam kotak penalti dan menggetarkan jaring. Sorak penonton Maradona baru saja pecah ketika wasit meniup peluit dan mengangkat bendera. David Neres dinilai melakukan pelanggaran terhadap Alex Valle dalam proses terjadinya gol. Keputusan itu mengakhiri harapan Napoli untuk menyamakan kedudukan, dan skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang.

Dampak Klasemen dan Implikasi Musim

Kemenangan ini menempatkan Como di posisi keempat klasemen sementara Serie A dengan empat poin dari dua laga. Bagi tim yang musim lalu berjuang keras bertahan, pencapaian tersebut menjadi modal psikologis yang sangat berarti memasuki paruh pertama musim. Di sisi lain, Napoli harus menelan kekalahan perdana mereka di musim 2026/27 dan terdampar di peringkat kesembilan dengan tiga poin. Bagi klub yang berambisi merebut scudetto, start seperti ini jelas bukan yang mereka harapkan.

Yang menarik, Como tampil dalam formasi 4-2-3-1 yang sangat terstruktur. Luis Milla dan Lucas Da Cunha di lini tengah memberikan keseimbangan antara bertahan dan menyerang, sementara Nico Paz di posisi nomor sepuluh menjadi penghubung antara dua lini. Efisiensi dalam memanfaatkan peluang—hanya dua tembakan on target yang menghasilkan dua gol—menjadi bukti bahwa Como tidak membutuhkan penguasaan bola dominan untuk menang.

Sudut Pandang Emil Audero

Bagi publik sepak bola Indonesia, ada satu detail yang menarik perhatian: kiper timnas Emil Audero Mulyadi tidak masuk starting lineup pada laga ini. Cesc Fabregas memilih Jean Butez untuk mengawal gawang Como. Keputusan taktis tersebut tentu menjadi catatan tersendiri bagi Audero yang harus menunggu kesempatan dari bangku cadangan. Bagi penggemar di Tanah Air, performa Butez yang cukup solid—hanya kebobolan satu gol dari tembakan jarak dekat—menunjukkan bahwa pilihan Fabregas memiliki dasar teknis yang jelas.

Formasi dan Susunan Pemain

Napoli (4-3-3): Alex Meret; Giovanni Di Lorenzo, Amir Rrahmani, Rafa Marin, Mathias Oliveira; Zambo Anguissa, Stanislav Lobotka, Scott McTominay; Matteo Politano, Rasmus Hojlund, Noa Lang.

Como 1907 (4-2-3-1): Jean Butez; Alex Valle, Jacobo Ramon, Trevoh Chalobah, Yan Couto; Luis Milla, Lucas Da Cunha; Martin Baturina, Nico Paz, Assane Diao; Anastasios Douvikas.

Trionfo al Maradona: prima vittoria in questa #SerieAEnilive per il Como

Kemenangan Como di Maradona bukan sekadar hasil satu pertandingan. Ia menjadi pengingat bahwa di Serie A, tidak ada tim yang bisa dianggap aman hanya karena nama besar atau sejarah klub. Musim 2026/27 baru saja dimulai, dan satu kejutan di giornata kedua sudah cukup untuk mengubah narasi seluruh kompetisi.

Frequently Asked Questions

What is Como 1907 bungkam Napoli 2 1?

Como 1907 bungkam Napoli 2 1 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Como 1907 bungkam Napoli 2 1 matter?

Como 1907 bungkam Napoli 2 1 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Budi Wijaya - programamal.com

Budi Wijaya - programamal.com

Budi Wijaya adalah praktisi filantropi digital dengan pengalaman lebih dari 8 tahun dalam pengelolaan kampanye donasi online. Ia telah terlibat dalam berbagai program bantuan sosial, mulai dari distribusi sembako hingga penggalangan dana untuk korban bencana alam di Indonesia.

Keahliannya terletak pada strategi transparansi donasi dan membangun kepercayaan publik melalui laporan yang akuntabel. Di Program Amal, Budi berperan sebagai advisor konten untuk memastikan setiap informasi yang disampaikan sesuai dengan praktik terbaik dalam dunia filantropi.