Kaltim raih lima besar MTQ VIII KORPRI 2026
Daftar Isi
Kaltim Tembus Lima Besar Nasional MTQ VIII KORPRI 2026 di Pangkep
Programamal.com – Sebuah lompatan prestasi yang belum pernah dicapai dalam beberapa edisi terakhir berhasil diraih oleh kontingen Aparatur Sipil Negara (ASN) Kalimantan Timur pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026. Kafilah asal Kaltim sukses menempatkan diri di posisi kelima klasemen akhir kejuaraan umum, sebuah pencapaian yang menandai perubahan signifikan dibanding edisi sebelumnya di mana provinsi tersebut berada di luar jajaran lima besar nasional.
Ajang dua tahunan yang diselenggarakan oleh Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ini berlangsung di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, sejak 23 Agustus 2026. Malam penutupan digelar di Alun-Alun Citra Mas Pangkep pada Sabtu (29/8), ketika Dewan Hakim mengumumkan hasil akhir seluruh cabang lomba.
Klasemen Akhir dan Posisi Kaltim
Keputusan resmi Dewan Hakim menetapkan Kafilah Sumatera Barat sebagai Juara Umum dengan akumulasi 160 poin. Tuan rumah Sulawesi Selatan menempati peringkat kedua dengan 125 poin, sementara DKI Jakarta mengunci posisi ketiga dengan 103 poin. Jawa Timur meraih peringkat keempat, dan Kalimantan Timur mengamankan slot kelima nasional.
Perbandingan dengan penyelenggaraan MTQ VII KORPRI 2024 di Palangka Raya menunjukkan peningkatan yang mencolok. Pada edisi tersebut, Kaltim belum mampu menembus papan atas lima besar. Kini, dengan total 14 medali dan penghargaan yang dikumpulkan, provinsi berjuluk Bumi Mulawarman itu membuktikan bahwa program pembinaan yang dijalankan secara konsisten mulai membuahkan hasil di tingkat nasional.
Rincian Perolehan Medali Kaltim
Dari 38 peserta putra dan putri yang dikirimkan, kafilah Kaltim tampil kompetitif di berbagai cabang. Lima gelar Juara I menjadi tulang punggung poin provinsi ini, dipersembahkan oleh:
Muhammad Abdan pada cabang Tartil, pasangan Pajriatinur dan Nur Aisyah Ulfah di cabang Haflah, Yuliansyah pada Khutbah Jumat, Syaiful di cabang Doa, serta Nanang Faisol Hadi pada Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Empat gelar Juara II turut memperkuat posisi Kaltim, diraih oleh Siti Hidayati (Tilawah), pasangan M. Miftahul Ihsan dan Ibnu Sina (Haflah), Emy Rachmawati (Doa), dan Akhmad Aditya Rahmad (Cipta dan Baca Puisi).
Sejumlah gelar juara harapan juga menyumbang poin tambahan: Firdatul Khairiyah (Harapan I Tartil), M. Iqbal Wi’an Ekaputra (Harapan II Hadis), Firmansyah Asnur (Harapan III Dakwah), Hamsinah (Harapan III Khat Lukis Kontemporer), dan Nurhalimah (Harapan III KTIQ).
Respons Pengurus KORPRI Kaltim
Ketua Bidang Kerohanian dan Seni Budaya Dewan Pengurus KORPRI Kaltim, Arief Murdiyatno, menyambut hasil tersebut dengan rasa bangga sekaligus apresiasi mendalam terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam proses persiapan dan pelaksanaan kompetisi.
“Ini menjadi momentum membanggakan bagi Kafilah KORPRI Kaltim yang berhasil menorehkan prestasi pada ajang nasional ini. Capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, persiapan matang, serta semangat para peserta,” kata Arief Murdiyatno di Samarinda, Senin.
Ia menegaskan bahwa prestasi ini bukan sekadar angka di papan skor, melainkan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan pada kompetisi mendatang. Seluruh pelatih, pendamping, dan pihak pendukung yang mendampingi sepanjang periode kompetisi mendapat pengakuan atas kontribusi mereka.
Pesan Menag: Al-Qur’an Harus Membumi dalam Birokrasi
Menteri Agama RI Prof. KH. Nasaruddin Umar yang hadir langsung menutup kegiatan tersebut menyampaikan pesan bahwa MTQ KORPRI tidak boleh direduksi menjadi sekadar kontes perlombaan. Ia menekankan bahwa esensi acara ini terletak pada kemampuan menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam praktik pelayanan publik sehari-hari.
“Musabaqah ini boleh berakhir malam ini, tetapi tugas kita bersama untuk membumikan Al-Qur’an justru harus semakin kuat,” tegas Menag Nasaruddin.
Menteri kelahiran Kabupaten Bone itu menambahkan bahwa ukuran keberhasilan sejati tidak terletak pada piala, medali, atau predikat juara umum, melainkan pada sejauh mana ayat-ayat Al-Qur’an memengaruhi pola pikir, sikap, pengambilan keputusan, dan kualitas pelayanan ASN kepada masyarakat.
“Di tangan Saudara, ayat-ayat Al-Qur’an bersentuhan langsung dengan urusan masyarakat dan kebijakan publik,” kata Menag di hadapan para undangan, termasuk Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi dan sejumlah Sekretaris Daerah jajaran provinsi.
Rekor Partisipasi dan Implikasi ke Depan
MTQ VIII KORPRI 2026 mencatatkan angka partisipasi terbesar dalam sejarah penyelenggaraan acara ini. Total 1.173 peserta dari 38 provinsi serta 79 kementerian dan lembaga turut ambil bagian, menjadikan edisi Pangkep sebagai yang paling masif hingga saat ini. Skala tersebut sekaligus menegaskan peran MTQ KORPRI sebagai ruang konsolidasi spiritual di tengah ekosistem birokrasi nasional.
Bagi Kaltim, pencapaian lima besar ini menjadi modal evaluasi yang penting. Program pembinaan seni baca Al-Qur’an, hafalan, dan pemahaman keagamaan di lingkungan pemerintahan provinsi perlu diperkuat secara berkelanjutan agar prestasi serupa tidak hanya terjadi sesekali, melainkan menjadi standar baru yang konsisten dari tahun ke tahun. Dengan fondasi yang telah terbangun melalui persiapan matang dan komitmen peserta, Kaltim kini memiliki pijakan yang jauh lebih kuat untuk menatap edisi-edisi mendatang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kaltim raih lima besar MTQ VIII?
Kaltim raih lima besar MTQ VIII is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kaltim raih lima besar MTQ VIII matter?
Kaltim raih lima besar MTQ VIII matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.