Kemendes siapkan pokja tindak lanjuti MoU RI-Malaysia soal bangun desa
Daftar Isi
Kemendes PDT Bentuk Pokja untuk Menggerakkan Kerja Sama Desa Indonesia-Malaysia
Programamal.com – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) akan membentuk kelompok kerja atau pokja untuk memastikan nota kesepahaman pengembangan perdesaan antara Indonesia dan Malaysia dapat diterjemahkan menjadi agenda bersama. Forum tersebut diproyeksikan menjadi ruang pembahasan program, pertukaran pengalaman, serta penjajakan penerapan praktik pembangunan desa dari kedua negara.
Langkah ini menyusul penandatanganan MoU antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia mengenai kerja sama di bidang pengembangan perdesaan. Dokumen itu ditandatangani Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto bersama Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi, yang juga menjabat Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia, di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Kamis.
Forum untuk Program dan Pertukaran Pengalaman
Pokja direncanakan menjadi perangkat pelaksana yang mempertemukan pihak-pihak terkait untuk membahas tindak lanjut kerja sama. Pertemuan dapat digelar paling sedikit sekali dalam setahun, termasuk melalui focus group discussion maupun seminar. Dalam forum itu, pengalaman pembangunan desa dari Indonesia dan Malaysia dapat saling dipelajari.
Kami juga rencanakan implementasi dari MOU ini akan ada kelompok kerja, yang itu bisa minimal setahun sekali ada pertemuan, bisa dalam bentuk FGD atau seminar, dan bisa kami saling tukar pengalaman desa Malaysia maupun desa di Indonesia.
Keberadaan pokja penting karena MoU pada dasarnya menjadi kerangka kerja sama yang memerlukan pembahasan lanjutan agar menghasilkan kegiatan yang nyata. Melalui pertemuan rutin, kedua pihak dapat menyusun prioritas, membagikan pengalaman pelaksanaan program, serta melihat bidang mana yang paling relevan untuk dikembangkan bersama.
Kerja sama perdesaan Indonesia-Malaysia mencakup sejumlah tema, seperti ekowisata, pemberdayaan pemuda, dan pengembangan sumber daya manusia. Ketiga bidang tersebut berkaitan erat dengan kebutuhan desa untuk mengelola potensi lokal, membuka ruang partisipasi generasi muda, dan meningkatkan kapasitas masyarakat serta aparatur di tingkat desa.
Ruang Belajar Dua Arah
Yandri menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya diarahkan untuk mempelajari pengalaman Malaysia. Indonesia juga siap membagikan praktik dan pengalaman pembangunan desa apabila dibutuhkan oleh pihak Malaysia. Dengan pendekatan dua arah, kerja sama diharapkan berjalan sebagai pertukaran gagasan, bukan sekadar adopsi program dari satu pihak.
Kami akan tidak sungkan-sungkan juga untuk melakukan replikasi apa yang sudah dilakukan oleh Malaysia terhadap desa-desanya dan kami juga akan memberikan pengalaman kepada Malaysia bila mana itu diperlukan.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya peluang bagi kedua negara untuk melihat program yang telah diterapkan masing-masing, lalu menilai kesesuaiannya dengan kebutuhan lokal. Penerapan suatu gagasan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi desa, karakter masyarakat, serta potensi wilayah yang berbeda-beda. Karena itu, pertukaran pengalaman melalui pokja dapat membantu memperluas pilihan pendekatan pembangunan perdesaan.
Ekowisata, misalnya, dapat menjadi topik diskusi yang menghubungkan potensi alam dan budaya desa dengan upaya penguatan ekonomi masyarakat. Sementara pemberdayaan pemuda membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan produktif di desanya. Di sisi lain, pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi penting agar masyarakat desa memiliki kemampuan untuk menjalankan dan mengembangkan berbagai program secara berkelanjutan.
Kedekatan Kawasan dan Kesamaan Tantangan Desa
Kerja sama Indonesia dan Malaysia dibangun dengan mempertimbangkan kedekatan hubungan antara kedua negara serta kemiripan sejumlah kondisi perdesaan. Kedekatan tersebut dapat memudahkan dialog mengenai pengalaman kebijakan maupun pelaksanaan program yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat di wilayah desa.
Indonesia memiliki sekitar 75.000 desa. Jumlah tersebut menggambarkan besarnya cakupan pembangunan perdesaan yang perlu didukung melalui kerja sama di dalam negeri maupun kemitraan dengan negara lain. Bagi Kemendes PDT, jejaring kolaborasi dapat menjadi salah satu cara untuk memperkaya perspektif dalam mengembangkan desa di berbagai wilayah.
Pembentukan pokja nantinya akan menentukan bagaimana ruang kerja sama ini bergerak setelah penandatanganan MoU. Pertemuan yang terarah dapat digunakan untuk membahas pertukaran pengetahuan, merancang kegiatan bersama, dan mengevaluasi kemungkinan tindak lanjut yang memberi manfaat bagi masyarakat desa di kedua negara.
Bagi pembaca, kerja sama ini dapat dipahami sebagai upaya memperluas akses pembelajaran bagi pembangunan desa. Desa tidak hanya dipandang sebagai wilayah penerima program, melainkan juga sumber pengalaman yang dapat dibagikan lintas negara. Pengalaman dari satu desa atau satu negara dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak lain, selama penerapannya dilakukan secara cermat dan sesuai kebutuhan setempat.
Yandri berharap kemitraan Indonesia-Malaysia di bidang pengembangan perdesaan membawa manfaat bagi kedua pihak sekaligus memperkuat hubungan bilateral. Dengan pokja sebagai wadah tindak lanjut, MoU tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan, melainkan berkembang menjadi kerja sama yang membuka kesempatan belajar dan berbagi pengalaman antarwilayah perdesaan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kemendes siapkan pokja tindak lanjuti MoU RI?
Kemendes siapkan pokja tindak lanjuti MoU RI is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kemendes siapkan pokja tindak lanjuti MoU RI matter?
Kemendes siapkan pokja tindak lanjuti MoU RI matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.